lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Pencarian 5 jurnalis hilang dan tiga awak kapal di perairan Selat Sunda memasuki hari keenam. Empat benda yang ditemukan tim SAR di sekitar selatan Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian baru, meski belum dipastikan berkaitan dengan rombongan yang hingga kini belum ditemukan.
Empat benda itu ditemukan saat penyisiran pada hari kelima pencarian. Temuannya berupa jeriken minyak berwarna biru, helm merah, serta dua jaket pelampung berwarna oranye.
Bagi tim pencarian, temuan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan sektor yang kembali disisir. Namun bagi keluarga yang masih menunggu kabar, setiap benda yang muncul dari tengah laut tentu menghadirkan harapan sekaligus kecemasan.
Sebab, hingga kini belum ada kepastian mengenai keberadaan lima jurnalis bersama tiga orang lainnya yang berada di atas kapal cepat Arupadhatu 1.
Empat benda ditemukan di tengah luasnya perairan
Tim SAR menemukan jeriken berwarna biru sekitar pukul 10.05 WIB. Penyisiran kemudian dilanjutkan dan sekitar pukul 12.33 WIB, tim menemukan helm berwarna merah.
Pencarian tidak berhenti. Menjelang sore, tepatnya sekitar pukul 17.10 WIB, tim kembali menemukan sebuah jaket pelampung berwarna oranye. Sekitar pukul 18.09 WIB, jaket pelampung berwarna oranye lainnya ditemukan.

Empat temuan tersebut kemudian menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan pola pencarian berikutnya.
Namun, sampai saat ini belum ada konfirmasi bahwa benda-benda tersebut berasal dari kapal Arupadhatu 1.
Kepastian itu penting karena sebelumnya juga ditemukan sebuah jaket pelampung dan pelampung botol putih dalam operasi pencarian. Setelah dilakukan pengecekan, jaket pelampung tersebut dinyatakan bukan berasal dari kapal rombongan jurnalis.
Karena itu, tim SAR masih bekerja dengan kehati-hatian. Setiap benda yang ditemukan harus diverifikasi sebelum dikaitkan dengan delapan orang yang masih dalam pencarian.
Kabut dan angin kencang mempersempit jarak pandang
Pencarian bukan pekerjaan mudah. Pada hari kelima, kondisi perairan Selat Sunda menjadi salah satu tantangan terbesar.
Kabut tebal membuat jarak pandang tim hanya sekitar tiga mil. Di saat bersamaan, angin sempat bertiup kencang hingga 24-25 knot.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan kondisi tersebut menjadi kendala bagi proses pencarian, terutama dari sisi visibilitas.
Meski demikian, kondisi cuaca tidak membuat operasi dihentikan. Tim gabungan tetap bergerak dengan dukungan kapal dan personel yang dikerahkan ke sejumlah sektor pencarian.
Di tengah laut yang luas, setiap menit menjadi berharga. Tim harus mencari titik yang tepat sembari tetap memperhitungkan keselamatan personel yang berada di lapangan.
Hari keenam, pencarian difokuskan ke selatan Anak Krakatau
Memasuki hari keenam, fokus pencarian kembali diarahkan ke perairan sebelah selatan Gunung Anak Krakatau.
Sebanyak delapan kapal dikerahkan untuk menyisir Sektor X dengan luas area sekitar 681 nautical mile persegi.
Secara keseluruhan, operasi hari keenam mencakup wilayah sekitar 6.024 nautical mile persegi yang terbagi dalam enam sektor. Lima sektor disisir melalui jalur laut, sementara satu sektor dilakukan melalui udara.
Total kekuatan yang dikerahkan mencapai 15 kapal dan satu helikopter dengan dukungan sekitar 300 personel gabungan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pencarian belum berhenti dan area operasi terus disesuaikan berdasarkan hasil penyisiran sebelumnya, termasuk empat benda yang ditemukan.
Delapan orang masih dinanti kepulangannya
Lima jurnalis yang masih dicari adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Mereka berada dalam satu rombongan bersama nakhoda Warta, ABK Surakman, dan pemandu Heriyanto.
Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sejak komunikasi dengan rombongan terputus, keluarga, rekan sesama jurnalis, serta berbagai unsur masyarakat terus menunggu satu hal yang sama: kabar tentang keberadaan mereka.
Pencarian yang memasuki hari keenam pun bukan sekadar operasi menyisir laut. Di balik kapal-kapal yang bergerak dari satu sektor ke sektor lain, ada keluarga yang terus menanti, sementara rekan-rekan mereka berharap laut segera memberikan jawaban.
Empat benda telah ditemukan.
Namun, sampai saat ini, yang paling dinantikan bukan lagi sekadar sebuah benda, melainkan tanda keberadaan delapan orang yang masih dicari.
Tim SAR masih bergerak. Harapan pun masih dijaga. (HS)







