lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Jambore Relawan Kebencanaan 2026 dijadwalkan dibuka di Kampung Bamboo, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Sabtu, 12 September 2026, pukul 08.00 WIB. Agenda resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencantumkan kegiatan tersebut sebagai upacara pembukaan jambore relawan.
Lokasi kegiatan tercatat di Kampung Bamboo, Jalan Padasuka KM 04, Kampung Sukasari, Kecamatan Cimenyan. Hingga Sabtu pagi, agenda BPBD Jabar belum mencantumkan jumlah peserta, asal organisasi relawan, maupun rangkaian kegiatan setelah pembukaan sehingga informasi tersebut belum dapat dipastikan.
Pembukaan Dijadwalkan Pukul 08.00 WIB
Dalam sistem agenda BPBD Jawa Barat, Jambore Relawan Kebencanaan tercatat melalui undangan bernomor 085/PJR-HBD/IX/2026. Upacara pembukaan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB pada 12 September 2026.
Agenda tersebut juga mencantumkan Asep Dedi Erawan dan Rano Harjaya dalam kolom pelaksana. Namun, laman itu tidak menjelaskan kapasitas keduanya dalam penyelenggaraan jambore maupun struktur kepanitiaannya. Karena itu, informasi mengenai penyelenggara utama dan susunan peserta belum dapat disimpulkan dari agenda tersebut.
Status kegiatan pada Sabtu pagi masih berupa agenda pembukaan. Belum tersedia publikasi resmi yang menyatakan acara telah dimulai ataupun memuat hasil kegiatan. Dengan demikian, Jambore Relawan Kebencanaan tetap ditulis sebagai agenda yang dijadwalkan berlangsung, bukan sebagai kegiatan yang sudah terlaksana.
Berlangsung di Tengah Tingginya Aktivitas Kebencanaan Jabar
Agenda jambore berlangsung ketika Jawa Barat masih menghadapi berbagai kejadian bencana sepanjang 2026. Data sistem BARATA BPBD Jawa Barat yang dihimpun hingga Jumat, 11 September, mencatat 408 kejadian bencana sejak awal tahun. Catatan itu meliputi banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, kebakaran lahan, dan gempa bumi.
Data tersebut mencatat 105 kejadian banjir, 78 tanah longsor, 112 cuaca ekstrem, 25 kekeringan, 87 kebakaran lahan, serta satu gempa bumi. BPBD juga mencatat 882.643 jiwa terdampak dan 11.812 orang mengungsi sepanjang periode tersebut. Angka itu merupakan data kumulatif hingga 11 September dan dapat berubah mengikuti pembaruan laporan.
Pada 11 September, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga melaporkan BPBD dan BNPB masih menangani kebakaran lahan serta kekeringan di sejumlah wilayah. Hingga 8 September, pemerintah mencatat 193 kejadian kebakaran lahan dan hutan di 121 kecamatan dengan luas terdampak 325,87 hektare.
Data kebencanaan tersebut menjadi konteks situasi Jawa Barat saat jambore digelar, tetapi sumber resmi yang tersedia belum menyatakan bahwa kondisi itu menjadi alasan khusus penyelenggaraan kegiatan di Cimenyan. (NS/AS)







