lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Di tengah pencarian 5 jurnalis hilang yang belum menemukan titik terang, pihak keluarga dari lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau terus menunggu kabar.
Salah satunya Tini Purwanti, ibunda jurnalis LKBN Antara M. Bagus Khoirunnas. Pada Jumat (11/9/2026), perempuan berusia 60 tahun itu datang ke Posko Operasi SAR di Pantai Carita, Pandeglang, Banten.
Dengan didampingi keluarganya, Tini membawa sebotol air. Air tersebut kemudian dituangkannya ke laut dari kawasan Dermaga Marina Lippo Carita.
Bagi keluarga, tindakan sederhana itu menjadi bentuk doa sekaligus harapan agar Bagus dan seluruh rombongan yang hilang segera ditemukan.
Bagus merupakan anak semata wayang Tini. Hingga hari keempat pencarian, keluarga masih mempertahankan harapan bahwa lima jurnalis bersama tiga orang kru kapal tersebut dapat kembali dalam keadaan selamat.
Sang ayah, Mansyur Suryana, juga datang ke posko pencarian. Dalam keterangannya kepada wartawan, Mansyur menggambarkan Bagus sebagai sosok yang berani dan memiliki kebanggaan besar terhadap profesinya sebagai jurnalis.
Ia menyebut putranya memiliki prinsip kuat dalam menjalankan pekerjaan jurnalistik.
“Jurnalis tulenlah dia orangnya, menurut saya potensinya, saya juga bangga,” ujar Mansyur saat ditemui di Posko Pantai Carita, Jumat.
Mansyur juga mengenang sejumlah prestasi yang pernah diraih Bagus selama menjadi jurnalis. Salah satunya ketika Bagus meraih juara pertama dalam ajang penghargaan pewarta di Solo.
Baginya, profesi yang dijalani sang anak bukan sekadar pekerjaan, tetapi jalan pengabdian kepada masyarakat.
“Saya banggalah punya anak ini, jadi wartawan untuk masyarakat, untuk negara, untuk agama,” katanya dengan suara bergetar.
Pencarian Diperluas ke Pulau Sertung
Sementara keluarga 5 jurnalis hilang tersebut menunggu di posko, operasi SAR terus bergerak di laut.
Memasuki hari keempat pada Jumat (11/9), Tim SAR gabungan memperluas pencarian ke sejumlah sektor di Selat Sunda. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah perairan sekitar Pulau Sertung.
Permintaan untuk memeriksa kawasan tersebut sebelumnya disampaikan keluarga, khususnya Desi Purnama, istri M. Bagus Khoirunnas.
Desi menyebut terdapat informasi mengenai foto yang dikirim dari sekitar kawasan Krakatau pada Senin (7/9). Dugaan mengenai keberadaan rombongan di sekitar Pulau Sertung kemudian menjadi salah satu pertimbangan untuk memperluas penyisiran.
Tim SAR selanjutnya melakukan pemantauan di sekitar perairan Pulau Sertung.
Namun, pencarian di kawasan tersebut menghadapi kendala. Abu vulkanik dan kondisi atmosfer di sekitar Gunung Anak Krakatau membuat jarak pandang terbatas.
Selain itu, Pulau Sertung berada dekat dengan kawasan Gunung Anak Krakatau yang masih memiliki risiko aktivitas vulkanik. Karena faktor keselamatan, pencarian harus dilakukan dengan memperhitungkan kondisi lapangan.
Life Jacket Ditemukan, Tetapi Belum Terhubung dengan Rombongan
Sebelumnya, Kamis (10/9), Tim SAR menemukan sebuah life jacket berwarna oranye di perairan Selat Sunda.
Berita sebelumnya: Temuan Life Jacket Jadi Titik Terang Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Benda tersebut ditemukan KAL Anyer sekitar pukul 15.10 WIB. Di sekitar lokasi juga ditemukan benda berbentuk botol atau pelampung berwarna putih.
Lokasi penemuan berada sekitar 7,5 nautical mile di sisi barat Suar Tanjung Koneng Anyer dan sekitar 20 nautical mile di timur laut Gunung Anak Krakatau.
Namun, temuan tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan rombongan yang hilang.
Danlanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani mengatakan benda tersebut masih harus melalui proses identifikasi.
Sebab, life jacket dan pelampung sejenis juga merupakan perlengkapan yang umum digunakan nelayan. Karena itu, tim tidak dapat langsung menyimpulkan bahwa benda tersebut berasal dari kapal yang membawa lima jurnalis dan tiga kru.
Temuan tersebut kini menjadi salah satu petunjuk yang diperiksa dalam operasi pencarian.
Delapan Orang Hilang Kontak Sejak Senin
Rombongan tersebut berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026).
Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas gunung api tersebut.
Lima jurnalis yang berada dalam rombongan terdiri atas M. Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Mereka berangkat bersama tiga orang lainnya, yakni Warta sebagai kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal, serta Heriyanto sebagai pemandu.
Setelah komunikasi terputus, keberadaan mereka hingga kini belum diketahui.
Kementerian Komunikasi dan Digital sebelumnya juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi spekulatif terkait pencarian rombongan tersebut.
Pemerintah dan berbagai pihak terus mendukung operasi pencarian, sementara keluarga masih menunggu kabar dari laut.
Bagi Tini Purwanti, penantian itu bukan sekadar menunggu hasil operasi SAR.
Ia menunggu kepulangan anak semata wayangnya.
Di tengah suara kapal dan aktivitas tim pencarian di Pantai Carita, keluarga hanya memiliki satu harapan yang sama: delapan orang yang hilang kontak dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. (HS)







