lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL.
Operasi pencarian 5 jurnalis hilang dan tiga orang lainnya yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami perkembangan positif.
Tim SAR gabungan menemukan sebuah life jacket atau rompi pelampung berwarna oranye di perairan sekitar barat Anyer, Banten, Kamis (10/9/2026).
Temuan dalam pencarian 5 jurnalis hilang tersebut menjadi petunjuk penting setelah pencarian selama beberapa hari belum menemukan keberadaan speedboat yang membawa delapan orang tersebut.
Namun, tim SAR belum memastikan bahwa life jacket yang ditemukan merupakan perlengkapan milik rombongan jurnalis yang hilang.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani mengatakan benda tersebut ditemukan KAL Anyer saat melakukan penyisiran pada Kamis sore.
Selain life jacket, tim juga menemukan sebuah benda berbentuk botol atau pelampung berwarna putih di sekitar lokasi.
Kedua benda tersebut kemudian diamankan untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut.
“Belum dapat dipastikan apakah pelampung yang ditemukan tersebut merupakan milik lima jurnalis yang hilang kontak atau tidak,” demikian keterangan yang disampaikan pihak TNI AL.
Temuan Life Jacket Belum Berarti Korban Ditemukan
Temuan tersebut memang memberikan arah baru bagi operasi SAR. Namun, publik diminta tidak buru-buru menyimpulkan bahwa life jacket itu berkaitan langsung dengan rombongan yang sedang dicari.
Sebab, pelampung serupa juga dapat digunakan oleh nelayan atau pengguna kapal lainnya.
Karena itu, identifikasi menjadi tahap penting sebelum barang tersebut dapat dikaitkan dengan speedboat yang membawa lima jurnalis, dua kru kapal dan seorang pemandu.
Tim SAR sebelumnya telah memperluas wilayah pencarian di perairan Selat Sunda. Pada hari ketiga operasi, Basarnas mengerahkan 11 kapal dengan lebih dari 300 personel untuk menyisir sejumlah sektor pencarian.
Pencarian juga mendapat dukungan drone untuk membantu pemantauan wilayah yang sulit dijangkau secara langsung.
Delapan Orang Hilang Sejak Senin
Rombongan tersebut berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi gunung api tersebut.
Komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat sekitar pukul 14.42 WIB. Setelah itu, kontak terputus dan keberadaan speedboat bersama seluruh penumpangnya belum diketahui.
Delapan orang yang berada dalam rombongan terdiri atas lima jurnalis, seorang pemandu, kapten kapal dan seorang anak buah kapal.
Kelima jurnalis tersebut berasal dari sejumlah media, termasuk Antara, Merdeka, iNews dan Anadolu Agency, serta seorang fotografer lepas.
Hilangnya rombongan terjadi ketika aktivitas Gunung Anak Krakatau sedang meningkat.
Gunung Anak Krakatau sebelumnya mengalami erupsi yang berlangsung cukup lama dan menyebabkan sebaran abu vulkanik mengganggu sejumlah wilayah, termasuk penerbangan.
Kondisi tersebut turut menjadi tantangan dalam operasi pencarian karena tim harus memperhitungkan kondisi cuaca, gelombang laut, arah angin dan aktivitas vulkanik.
Pencarian Diperluas, Keselamatan Tim Tetap Diperhitungkan
Basarnas bersama TNI AL, Polri dan unsur SAR lainnya terus memperluas pencarian di kawasan Selat Sunda.
Wilayah pencarian tidak hanya diarahkan ke sekitar Gunung Anak Krakatau, tetapi juga sejumlah pulau dan perairan yang diperkirakan menjadi jalur atau kemungkinan lokasi terbawanya speedboat.
Presiden Prabowo Subianto juga telah menginstruksikan Kepala Staf Angkatan Laut untuk mengerahkan kekuatan guna membantu pencarian rombongan tersebut.
Meski demikian, operasi tetap harus memperhitungkan keselamatan personel SAR karena kondisi perairan dan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi faktor risiko.
Temuan life jacket dan benda lainnya kini menjadi bagian dari petunjuk yang sedang diperiksa.
Belum ada kepastian bahwa benda tersebut berkaitan dengan delapan orang yang hilang. Karena itu, pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan speedboat sekaligus memastikan keberadaan seluruh penumpangnya.
Bagi keluarga dan rekan-rekan para jurnalis, temuan tersebut tentu menjadi secercah harapan. Namun bagi tim SAR, benda yang ditemukan baru bisa menjadi petunjuk setelah melalui proses identifikasi dan pencocokan dengan perlengkapan kapal yang hilang.
Operasi pencarian pun masih berlanjut dengan satu tujuan utama: menemukan delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. (HS)







