lintaspriangan.com, BERITA PRIANGAN TIMUR. Hujan Priangan Timur diprediksi berada pada kategori rendah sepanjang Dasarian II September 2026 yang dimulai Jumat, 11 September hingga 20 September. BMKG memasukkan Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, serta Kota Banjar dalam wilayah dengan curah hujan 0–50 milimeter per dasarian.
Selain jumlah hujan yang rendah, BMKG juga memprediksi wilayah-wilayah tersebut mengalami sifat hujan bawah normal. Kategori itu berarti jumlah hujan berada di bawah 85 persen dibanding rata-rata klimatologis yang menjadi acuannya.
Seluruh Wilayah Priangan Timur Masuk Kategori Hujan Rendah
Data prakiraan curah hujan deterministik BMKG menunjukkan daftar wilayah Jawa Barat yang diprediksi mengalami hujan rendah mencakup seluruh daerah Priangan Timur. Daerah tersebut adalah Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, dan Kota Banjar.
Kategori rendah yang digunakan BMKG dalam prakiraan tersebut berada pada kisaran 0–50 milimeter selama satu dasarian. Dasarian merupakan periode sepuluh hari. Dasarian II berlangsung pada tanggal 11 sampai 20 setiap bulan.
Dengan demikian, prakiraan hujan Priangan Timur tersebut menggambarkan akumulasi hujan selama sepuluh hari, bukan prakiraan bahwa hujan sama sekali tidak akan terjadi setiap hari. Prakiraan dasarian juga berbeda dengan prakiraan cuaca harian yang memberi informasi lebih rinci mengenai peluang hujan pada waktu dan lokasi tertentu.
Secara nasional, BMKG memprediksi 82,68 persen wilayah Indonesia berada dalam kategori curah hujan rendah pada Dasarian II September. Hanya 16,82 persen yang diprediksi berada pada kategori menengah, 0,51 persen kategori tinggi, dan tidak ada wilayah yang masuk kategori sangat tinggi dalam prakiraan tersebut.
BMKG Prediksi Sifat Hujan di Bawah Normal
Prakiraan sifat hujan BMKG memperkuat gambaran kondisi kering pada periode yang sama. Garut, Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, dan Kota Banjar tercantum dalam daftar wilayah dengan sifat hujan bawah normal.
Sifat hujan berbeda dengan jumlah curah hujan. BMKG menggunakan istilah sifat hujan untuk membandingkan curah hujan suatu periode dengan nilai normal klimatologisnya. Kategori bawah normal berarti jumlah hujan kurang dari 85 persen nilai rata-ratanya.
Pada skala nasional, BMKG memperkirakan 82,79 persen wilayah Indonesia mengalami sifat hujan bawah normal pada Dasarian II September. Sementara 8,53 persen diprediksi normal, 5,99 persen atas normal, dan 2,69 persen jauh di atas normal.
Prakiraan hujan Priangan Timur untuk 11–20 September ini dapat menjadi informasi awal bagi sektor yang bergantung pada ketersediaan air dan hujan. Namun, data tersebut merupakan prakiraan iklim sepuluh harian sehingga kondisi cuaca harian tetap perlu mengikuti pembaruan BMKG. (NS/AS)







