lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Program pertukaran akademik UPI Kampus Tasikmalaya bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, dijadwalkan berakhir Rabu, 16 September 2026. Program bertajuk International Visiting Scholar and Academic Exchange Program itu berlangsung selama tiga hari sejak dibuka pada Senin, 14 September 2026.
Rangkaian kegiatan tidak hanya berupa pertemuan antarkampus. Agenda akademiknya mencakup lokakarya keterampilan STEM abad ke-21, pengembangan modul Ethno-STEM berbasis fermentasi tradisional, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan generatif dan Google AR dalam pembelajaran STEM.
Empat Mahasiswa S2 UiTM Ikuti Program
Delegasi UiTM yang hadir di UPI Kampus Tasikmalaya terdiri atas empat mahasiswa program magister atau S2, yakni dua mahasiswa perempuan dan dua laki-laki. Mereka didampingi ChM. Dr. Mohamad Hisyam Ismail, M.Sc.
Pembukaan pertukaran akademik UPI berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Isola UPI Kampus Tasikmalaya. Kegiatan tersebut juga melibatkan pimpinan kampus, perwakilan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dosen dari bidang sains dan bidang lain, serta mahasiswa program S1 dan S2.
Dalam rangkaian akademiknya, peserta mengikuti materi STEM 21st-Century Skills: Guideline and Practice Workshop. Agenda lain membahas Ethno-STEM Module for Sustainability: Exploring Traditional Fermentation through Science & Culture.
Program juga memasukkan pemanfaatan teknologi baru dalam pembelajaran melalui materi Creating AI-Enhanced STEM Experiences: Using Gen AI and Google AR for Integrated Learning. Materi tersebut menggabungkan pembelajaran STEM dengan kecerdasan buatan generatif dan teknologi augmented reality.
Kolaborasi Menyasar Pendidikan dan Riset
UPI Kampus Tasikmalaya menyebut program tersebut menjadi ruang interaksi serta pertukaran pengalaman akademik antara mahasiswa dan dosen kedua perguruan tinggi. Kolaborasi diarahkan terutama pada pendidikan dasar, penelitian, serta inovasi pembelajaran berbasis sains dan teknologi.
Program pertukaran akademik UPI ini juga menjadi salah satu bentuk kegiatan internasional yang berlangsung langsung di Tasikmalaya. Kehadiran delegasi mahasiswa pascasarjana UiTM memberi ruang bagi peserta dari kedua kampus untuk bertukar pendekatan pembelajaran dan pengalaman akademik selama rangkaian berlangsung.
Pimpinan UPI Kampus Tasikmalaya, Prof. Dr. Heri Yusuf Muslihin, M.Pd., pada pembukaan menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut memperkuat jejaring akademik dan pertukaran pengalaman antara sivitas akademika UPI dan UiTM. Pernyataan itu merupakan target dari kerja sama yang sedang dijalankan, sementara hasil atau tindak lanjut program belum dirinci dalam publikasi resmi yang tersedia.
Hingga berita ini disusun pada 16 September 2026, kanal resmi UPI Kampus Tasikmalaya menyebut program berlangsung sampai tanggal tersebut. Belum terdapat informasi resmi yang merinci agenda penutupan maupun kesepakatan tindak lanjut setelah rangkaian tiga hari selesai. (NS/AS)







