Yatin Nursodiq, Satpol PP Kota Tasikmalaya yang Menempa Diri di Latsarmil Komcad

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Seragam Satpol PP selama ini identik dengan tugas penegakan ketertiban di tengah masyarakat. Namun bagi Yatin Nursodiq, tugas sebagai Polisi Pamong Praja bukan sekadar soal menegakkan aturan.

Di balik pekerjaannya sebagai Polisi Pamong Praja Terampil pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tasikmalaya, ada perjalanan panjang untuk terus belajar, membangun kompetensi, dan mencari cara agar tugas pelayanan kepada masyarakat dapat dijalankan dengan lebih baik.

Kini, perjalanan itu membawanya ke lingkungan pendidikan dan pelatihan militer.

- Advertisement -

Yatin tengah mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) ASN Matra Udara Tahun Anggaran 2026 di Wingdik 800 Kopasgat, Bandung.

Bersama Wisnu Sutisna, yang juga merupakan anggota Satpol PP Kota Tasikmalaya, Yatin mengikuti rangkaian pembinaan dan pelatihan yang diarahkan untuk membangun kesiapan, kedisiplinan, ketangguhan, serta wawasan bela negara.

Bagi Yatin, Latsarmil bukan sekadar pengalaman baru.

“Bagi saya, setiap kesempatan untuk belajar adalah amanah. Pengalaman harus menjadi kompetensi, kompetensi harus melahirkan inovasi, dan pada akhirnya semuanya harus kembali kepada pengabdian kepada masyarakat dan negara,” ujarnya.

Belajar tidak berhenti setelah menjadi ASN

Bagi Yatin, menjadi aparatur sipil negara bukan titik akhir dari proses belajar.

Sejak berstatus CPNS hingga menjalankan tugas sebagai Polisi Pamong Praja, ia mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan untuk memperluas kemampuan.

Di antaranya Diklatsar CPNS, Diklatsar Polisi Pamong Praja, Bimbingan Teknis Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Bimtek Pemilu dan Pemilukada, pendidikan Legal Drafting, Manajemen Aset Daerah, SPM bidang Tibumtranmaslinmas, pendidikan Bela Negara, Public Speaking dan Service Excellence, hingga Ujikom Jabatan Fungsional Polisi Pamong Praja.

Ia juga mengikuti berbagai seminar, webinar, pelatihan maladministrasi, kepemimpinan, kursus pembinaan hukum, survival dasar, bimtek antikorupsi serta sejumlah workshop lainnya.

Di tengah aktivitas kedinasan tersebut, Yatin masih melanjutkan pendidikan formal di Universitas Terbuka.

Rangkaian pendidikan itu menurutnya bukan semata-mata untuk mengejar capaian pribadi.

Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh harus memiliki manfaat dalam pelaksanaan tugas, sehingga seorang ASN dapat bekerja secara lebih profesional, sistematis, humanis dan bertanggung jawab.

Ketika penertiban diarahkan menjadi pembinaan

Salah satu gagasan yang kemudian menjadi bagian dari kiprah Yatin adalah PANDAWA TASIK atau Penegak Disiplin Siswa Kota Tasikmalaya.

Melalui inovasi tersebut, ia membawa gagasan untuk menggeser pendekatan penertiban menuju pembinaan karakter generasi muda.

Pendekatan yang digunakan mencakup unsur preventif, edukatif, persuasif dan humanis.

Gagasannya sederhana, tetapi memiliki tantangan tersendiri: bagaimana aturan tidak hanya dipahami sebagai larangan dan sanksi, tetapi juga menjadi instrumen untuk membangun kedisiplinan, kesadaran hukum dan karakter peserta didik.

“Menegakkan aturan tetap penting, tetapi bagaimana aturan itu mampu membentuk kesadaran dan karakter menjadi tantangan yang lebih besar. Karena itu, penertiban harus berjalan bersama pembinaan,” katanya.

Inovasi PANDAWA TASIK tersebut juga menjadi bagian dari kiprahnya dalam mengikuti Seleksi PNS Berprestasi Tingkat Kota Tasikmalaya kategori inspiratif.

Dari tugas lapangan hingga layanan masyarakat

Di lingkungan Satpol PP Kota Tasikmalaya, Yatin dipercaya menjalankan sejumlah tugas.

Ia antara lain terlibat sebagai petugas tindak internal, koordinator kendaraan operasional, call taker Gerak Cepat 112 Kota Tasikmalaya, koordinator anggota dan pengawas lapangan.

Ia juga terlibat dalam tim penyusunan produk hukum serta menjadi bagian dari tim inovator PANDAWA TASIK.

Beragam tugas tersebut membuat perannya tidak hanya bersentuhan dengan persoalan ketertiban, tetapi juga koordinasi, pelayanan masyarakat, administrasi hingga pengembangan inovasi.

Baginya, setiap kepercayaan memiliki konsekuensi tanggung jawab.

Ia memegang prinsip yang sederhana: setia, jujur dan rendah hati.

“PNS hanya amanah. Tuanku adalah masyarakat. Karena itu, jabatan dan tugas harus dipertanggungjawabkan melalui pelayanan dan pengabdian,” ujarnya.

Menempuh jarak demi tugas

Komitmen tersebut juga dijalankan dalam kesehariannya.

Untuk menjalankan tugas sebagai ASN di Kota Tasikmalaya, Yatin menempuh perjalanan pulang-pergi dari wilayah Cilacap.

Jarak yang tidak dekat tersebut menjadi bagian dari rutinitasnya dalam memenuhi kewajiban kedinasan sekaligus menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

Bagi Yatin, jarak bukan alasan untuk mengurangi tanggung jawab.

“Selama masih diberi kesempatan untuk mengabdi, saya akan berusaha menjalankan amanah sebaik mungkin. Bukan tentang seberapa besar posisi kita, tetapi seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan,” katanya.

Pengabdian tidak berhenti di kantor

Pengabdian yang dijalani Yatin juga tidak hanya berlangsung dalam ruang kedinasan.

Ia aktif dalam sejumlah kegiatan sosial dan organisasi, termasuk IPSI dan IJAFPOLPP.

Dalam bidang kemanusiaan, ia tercatat sebagai pendonor darah sukarela dan telah menerima penghargaan dari PMI setelah mencapai 25 kali donor darah.

Bagi Yatin, aktivitas tersebut menjadi bagian lain dari cara memaknai pengabdian.

Tugas sebagai ASN berjalan, pengembangan kompetensi terus dilakukan, inovasi dikembangkan, sementara kepedulian terhadap sesama tetap mendapat ruang.

Latsarmil menjadi pengalaman berikutnya

Kini, Latsarmil Komcad ASN Matra Udara menjadi bagian terbaru dari perjalanan tersebut.

Di Wingdik 800 Kopasgat Bandung, Yatin kembali ditempa melalui latihan yang menuntut kedisiplinan, kesiapan dan ketangguhan.

Pengalaman tersebut melengkapi perjalanan yang sebelumnya diisi berbagai pendidikan, pelatihan, tugas kedinasan, inovasi serta kegiatan sosial.

Pada akhirnya, bagi Yatin, menjadi ASN bukanlah alasan untuk berhenti belajar.

Justru status tersebut membawa tanggung jawab yang lebih panjang.

“Terus belajar. Terus berinovasi. Terus mengabdi.”

Kalimat itu menjadi prinsip yang ia bawa dari ruang pendidikan dan pelatihan kembali ke tempatnya bertugas.

Sebab bagi Yatin, pengalaman tidak berhenti sebagai pengalaman.

Ia harus berubah menjadi kompetensi. Kompetensi harus melahirkan inovasi. Dan inovasi, pada akhirnya, harus kembali kepada masyarakat dan negara. (HS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Asep Rahmat Dapat Respons Positif PPP, Jalan Menuju Kursi Wabup Ciamis Masih Panjang

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peluang Asep Rahmat untuk diusulkan...

Inovasi SMAN 6 Tasikmalaya, Ubah Sampah Organik Jadi Kompos dan Pakan Ternak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Inovasi SMAN 6 Tasikmalaya dalam...

RS Mitra Idaman Minta Maaf, Dinkes Banjar Telusuri SOP Kasus Persalinan Darurat dalam Mobil

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Kasus persalinan darurat Rini Marini, ibu...

36 Jam Dilalap Api, Kebakaran Limbah Kayu Kawalu Tasikmalaya Belum Padam

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kebakaran Limbah Kayu Kawalu Tasikmalaya...

Kebakaran TPA Pasir Bajing di Garut Dipadamkan, Tim SAR Brimob Diterjunkan

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Kebakaran TPA Pasir Bajing di Desa Sukaraja, Kecamatan...

JAWA BARAT

Bantuan Dedi Mulyadi Lewat WhatsApp Dipastikan Hoaks, Warga Diminta Waspada Modus Transfer Sesuai Usia

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Jabar Saber Hoaks mengingatkan masyarakat...

Polres Purwakarta Salurkan Air Bersih ke Sekolah dan Pesantren, Gunakan Kendaraan Taktis AWC

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Polres Purwakarta, Jawa Barat, menyalurkan bantuan...

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Sopir Taksi Online di Sumedang, Utang Rp25 Juta Jadi Dugaan Pemicu

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Polres Sumedang, Jawa Barat, mengungkap perkembangan penyidikan kasus...

Kasus Santriwati Bekasi, Pimpinan Ponpes Ditahan diduga Korban Lebih dari 10 Orang

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Polres Metro Bekasi Kota menahan...

Warga Cianjur Temukan Jenazah dalam Karung, Tali Melilit Leher Korban

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, digegerkan...

Sindikat Pecah Kaca di Cianjur Terungkap, Kerugian Korban Rp4,1 Miliar dari 15 Lokasi

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Polres Cianjur mengungkap sindikat pecah kaca...

Polisi Temukan 27 Batang Ganja di Atap Rumah Bandung, Bibit Disebut Dibawa dari Amerika Serikat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Polrestabes Bandung mengungkap kasus penanaman ganja...

Pilkades 47 Desa di Cianjur Ditunda hingga November 2026, Jadwal Baru Tunggu Perbup

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Pelaksanaan Pilkades 47 desa di Cianjur,...

Olahraga

Kategori Populer