Tergiur Sayembara KDM, Ojol di Bandung Salah Tangkap Begal

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. berhadiah hingga Rp50 juta diduga memicu sejumlah pengemudi ojek online di Kabupaten Bandung mengejar dan mengamankan empat pemuda yang disangka sebagai komplotan begal. Namun, pemeriksaan polisi tidak menemukan senjata tajam maupun bukti tindak pidana pada keempat pemuda tersebut.

Kepastian itu disampaikan kepolisian pada Sabtu, 25 Juli 2026, setelah video penangkapan tersebut viral di media sosial. Empat pemuda yang dalam video disebut membawa samurai akhirnya dipulangkan kepada orang tua karena tuduhan terhadap mereka tidak terbukti.

Ojol Membawa Empat Pemuda ke Polsek Baleendah

Peristiwa bermula ketika sejumlah pengemudi ojol mengejar empat pemuda yang sedang berkendara. Mereka diduga membawa senjata tajam dan dikaitkan dengan laporan pembegalan di wilayah Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Keempat pemuda tersebut diamankan di wilayah Ciparay, kemudian dibawa menuju Polsek Baleendah. Para pengemudi ojol selanjutnya merekam video di depan kantor polisi.

Dalam rekaman yang beredar, seorang pengemudi ojol menyapa Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sambil memperlihatkan wajah para pemuda.

“Pak Dedi, Pak Dedi, yeuh tah sampah masyarakat beunang, Pak Dedi. Tah barudak leutik keneh geus marawa samurai, ngaresahkeun,” ujar pengemudi ojol dalam video tersebut.

Ucapan yang berulang kali menyebut “Pak Dedi” itu membuat tindakan para pengemudi dikaitkan dengan Sayembara KDM. Sayembara tersebut diumumkan Dedi Mulyadi pada 23 Juli 2026 atau sebelum video penangkapan itu menjadi viral.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui laman resmi Bapenda Jabar menyebutkan hadiah yang disiapkan berkisar Rp5 juta hingga Rp50 juta. Hadiah ditujukan kepada warga yang berhasil melumpuhkan pelaku pencurian, pencopetan, penjambretan, begal, atau perampokan, kemudian menyerahkannya dalam keadaan hidup kepada polisi.

Samurai Tidak Ditemukan Polisi

Kapolsek Baleendah AKP Hendri Noki Nurmansyah membenarkan empat pemuda tersebut dibawa oleh rombongan ojol ke kantornya. Namun, polisi tidak menemukan samurai maupun senjata tajam seperti yang dituduhkan dalam video.

Menurut keterangan pengemudi ojol, samurai yang diduga dibawa para pemuda telah dibuang ketika pengejaran. Akan tetapi, senjata tersebut juga tidak berhasil ditemukan.

Hendri menilai benda yang diklaim sebagai samurai semestinya dicari dan diserahkan kepada polisi. Tanpa barang bukti, polisi tidak mempunyai dasar untuk memproses empat pemuda yang terkena salah tangkap begal tersebut.

Karena lokasi dugaan kejadian awal berada di Bojongsoang, keempat pemuda kemudian diserahkan kepada Polsek Bojongsoang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi Pastikan Tidak Ada Tindak Pidana

Kapolsek Bojongsoang Kompol Undi Kurnia memastikan pemeriksaan tidak menemukan unsur tindak pidana. Keempat pemuda tidak ditahan dan telah diserahkan kembali kepada keluarga masing-masing.

“Jadi enggak ada apa-apa, itu mah bukan kejadian pidana. Enggak ada yang ditahan, dikembalikan lagi,” kata Undi.

Kepolisian kemudian memfasilitasi musyawarah yang melibatkan perwakilan ojol, empat pemuda, serta orang tua mereka. Para pengemudi ojol juga diminta memberikan klarifikasi atas tuduhan yang telanjur tersebar.

Keluarga empat pemuda menyatakan keberatan karena anak-anak mereka telah dicap sebagai pelaku kejahatan di ruang publik. Wajah mereka juga diperlihatkan tanpa penyamaran dalam video yang beredar luas.

Polisi mengingatkan penyebaran tuduhan tanpa bukti dapat menimbulkan konsekuensi hukum, termasuk apabila keluarga memilih menempuh jalur hukum terkait pencemaran nama baik.

Pengunggah Video Sulit Dihubungi

Tim Dedi Mulyadi bersama kepolisian berupaya menghadirkan seluruh pihak dalam forum klarifikasi. Namun, pengemudi ojol yang pertama kali menyebarkan narasi tersebut dikabarkan sulit dihubungi.

Pengemudi bernama Yoga itu disebut mengalami kerusakan ponsel. Polisi juga memperoleh informasi bahwa ia kemungkinan sedang berada di rumah istrinya di Cililin. Karena itu, informasi bahwa pengemudi tersebut sengaja melarikan diri belum dapat dipastikan.

Kasus ini memperlihatkan sisi lain Sayembara KDM. Ajakan masyarakat membantu melawan kejahatan tetap harus disertai kehati-hatian, kecukupan barang bukti, dan penyerahan proses hukum sepenuhnya kepada kepolisian.

Keberanian warga memang dibutuhkan untuk menghadapi pelaku kejahatan. Namun, semangat memburu hadiah tidak boleh berubah menjadi penghakiman terhadap orang yang belum terbukti bersalah. (AS)

magang Jepang Tasikmalaya

Pendaftaran Magang Jepang Tasikmalaya Ditutup 14 September 2026

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pendaftaran magang Jepang Tasikmalaya melalui program IM Japan diperpanjang hingga Senin, 14 September 2026. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya membuka kesempatan tersebut bagi pencari...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Hari Kunjung Perpustakaan, Tasikmalaya Buka Bimtek Naskah Lokal 2026

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Momentum Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati Senin,...

Pendaftaran Magang Jepang Tasikmalaya Ditutup 14 September 2026

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pendaftaran magang Jepang Tasikmalaya melalui program IM...

Domba Garut Dikembangkan Jadi Penggerak Ekonomi, 631 Ternak Ikuti Dua Kompetisi

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Sebanyak 631 ternak mengikuti dua kompetisi Domba...

Karhutla Ciamis Capai 34 Kejadian, Terbanyak Kedua di Jawa Barat

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Karhutla Ciamis tercatat mencapai 34 kejadian sepanjang...

Kekeringan Priangan Timur, Tiga Daerah Masuk Lima Besar Distribusi Air Bersih Jabar

lintaspriangan.com, BERITA PRIANGAN TIMUR. Kekeringan Priangan Timur menempatkan Kabupaten Pangandaran, Kabupaten...

JAWA BARAT

Festival Tari Tradisional Jawa Barat Dijadwalkan Berlangsung 9 Jam Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Festival Tari Tradisional Jawa Barat dijadwalkan...

Jambore Relawan Kebencanaan 2026 Dijadwalkan Dibuka di Cimenyan Pagi Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Jambore Relawan Kebencanaan 2026 dijadwalkan dibuka di...

KPK Geledah Rumah Anggota Polri, Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Suap Bupati Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penyidikan...

GIIAS Education Day di Bandung Masuki Hari Kedua, Pelajar Diajak Kenali Industri Otomotif

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. GIIAS Education Day memasuki hari kedua di...

PPAN Jawa Barat 2026 Dijadwalkan Umumkan Peserta Lolos Tahap Provinsi Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT.  Peserta PPAN Jawa Barat 2026 dijadwalkan...

1,96 Ton Beras Bantuan Pangan Cirebon Malah Menumpuk di Rumah Warga, Bantuan buat Siapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Beras bantuan pangan yang seharusnya berada...

Drama Sunda Palagan Bubat Tampil Lima Sesi di Bandung Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Drama Sunda Palagan Bubat dijadwalkan tampil dalam lima...

Sukabumi Expo 2026 Mulai 10 September, Job Fair Jadi Salah Satu Agenda

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Sukabumi Expo 2026 dijadwalkan mulai berlangsung di Kabupaten...

Olahraga

Popular Categories