ART di Tasikmalaya Mengaku Dianiaya Majikan yang Bekerja sebagai Pegawai Bank

lintaspriangan.comBERITA TASIKMALAYA. Sebuah video pendek kembali menyeret perkara lama ke ruang publik. Dalam rekaman yang beredar, seorang perempuan tampak berada dalam posisi tertekan di sebuah ruangan rumah. Perempuan itu disebut bernama Yani Rahmawati, mantan asisten rumah tangga atau ART di Tasikmalaya, yang mengaku mengalami penganiayaan setelah dituduh mencuri uang Rp900 ribu dan tiga pasang sepatu.

Video Beredar, Kasus Lama Kembali Terbuka

Video viral ART di Tasikmalaya itu menyebar di media sosial dengan cepat. Rekamannya tidak panjang. Namun, cukup untuk memantik pertanyaan: apa yang sebenarnya terjadi di balik ruangan itu?

Dalam video tersebut, seorang perempuan berkerudung tampak berada dalam posisi duduk rendah. Di sekitarnya, beberapa orang terlihat berdiri dan duduk. Suasana yang terekam tampak tegang. Narasi yang menyertai unggahan menyebut perempuan itu adalah mantan ART yang dituduh mencuri, lalu diduga mengalami intimidasi dan penganiayaan.

Perempuan itu disebut bernama Yani Rahmawati. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Yani pernah bekerja sebagai ART di Tasikmalaya selama sekitar dua tahun dua bulan di rumah mantan majikannya.

Mantan majikan Yani disebut bekerja sebagai pegawai bank. Namun, status pekerjaan pihak tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait. Dalam perkara ini, identitas pihak yang disebut belum dibuka karena kasusnya masih berada dalam ranah hukum dan membutuhkan konfirmasi dari semua pihak.

Kasus ini bukan perkara yang baru muncul setelah video beredar. Jejak hukumnya sudah ada sejak Januari 2026.

Berdasarkan surat Bidpropam Polda Jawa Barat tertanggal 26 Mei 2026, Yani Rahmawati tercatat mengajukan pengaduan melalui website Yanduan Propam Polri pada 20 Mei 2026. Pengaduan itu berkaitan dengan permohonan tindak lanjut atas laporan polisi yang ia buat di Polres Tasikmalaya Kota.

Dalam surat tersebut, laporan polisi Yani tercatat dengan Nomor: LP/B/47/I/2026/SPKT/POLRES TASIKMALAYA KOTA/POLDA JAWA BARAT, tertanggal 22 Januari 2026. Perkara yang dilaporkan berkaitan dengan dugaan tindak pidana penganiayaan berat.

Dengan dokumen itu, video yang beredar tidak lagi berdiri sebagai potongan peristiwa media sosial semata. Ia menjadi pintu masuk untuk menelusuri perkara yang sudah berjalan berbulan-bulan.

Pertanyaannya kemudian bukan hanya siapa perempuan dalam video itu. Pertanyaan yang lebih penting: mengapa laporan yang dibuat sejak Januari masih membuat korban merasa perlu mengadu ke Propam pada Mei?

Halaman selanjutnya: dari Keinginan Berhenti ke Tuduhan Mencuri

Abu Vulkanik anak Krakatau - lintas priangan

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Sampai Bandung, Pemkot Siapkan Mitigasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan sebaran abu vulkanik Anak Krakatau mencapai wilayah Kota Bandung. Wali Kota Bandung...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Santri Tarbiyatul Ummah Tasikmalaya Ditempa Jadi Pemilih Cerdas

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. “Mengapa dalam setiap pemilu sering terjadi bagi-bagi uang...

Sumur Bor Setiamulya Mulai Dikerjakan untuk Pasok Air Bersih Warga

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sumur bor Setiamulya mulai dikerjakan di Kelurahan...

Persikotas Nusantara Belum Tentukan Kandang Liga 3, Banjar-Ciamis Dijajaki

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Persikotas Nusantara belum menentukan stadion kandang untuk...

Garut Plaza Diaktifkan Kembali, Pemkab Bidik Perdagangan dan UMKM

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Garut Plaza kembali didorong menjadi pusat aktivitas...

Kebakaran Gunung Guntur dan Cikuray Tak Masuk Cagar Alam

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Kebakaran Gunung Guntur dan Gunung Cikuray di...

JAWA BARAT

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Sampai Bandung, Pemkot Siapkan Mitigasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan langkah...

Surat Edaran Gubernur Jabar, Siaga Abu Vulkanik

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan...

Bandara Husein Sastranegara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau, Estimasi hingga Pukul 16.00 WIB

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Operasional Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung...

200 Becak Listrik Cirebon Dibagikan, Pemkot Siapkan Dukungan Pengisian Daya

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Sebanyak 200 unit becak listrik Cirebon telah...

Kebakaran Lahan Jawa Barat Capai 228,07 Hektare, Sukabumi Terluas

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Luas kebakaran lahan Jawa Barat mencapai 228,07...

Persib vs PSM di GBLA, 2.505 Personel Disiagakan dan Tiga Titik Disekat

lintaspriangan.com, BERITA PERSIB. Sebanyak 2.505 personel disiagakan untuk mengamankan pertandingan...

Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Mulai 6 September untuk Cegah Karhutla

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai di wilayah...

Dentuman Misterius Bandung, Badan Geologi Kaitkan Anak Krakatau, BMKG Sebut Skyquake

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Misteri suara dentuman misterius Bandung yang...

Olahraga

Popular Categories