Timnas Putri Indonesia vs Laos, Selangkah Lagi Pertahankan Gelar AFF

lintaspriangan.com, OLAHRAGA. Timnas Putri Indonesia vs Laos akan menentukan pemilik gelar AFF Women’s Cup 2026 di Kuala Lumpur Football Stadium, Malaysia, Rabu, 22 Juli 2026. Pertandingan final dijadwalkan mulai pukul 19.45 WIB.

Garuda Pertiwi datang bukan sekadar untuk melengkapi perjalanan turnamen. Tim asuhan Satoru Mochizuki membawa misi mempertahankan gelar yang direbut pada edisi 2024. Namun, Laos juga belum terkalahkan dan memiliki catatan historis lebih baik dalam pertemuan kedua negara.

Timnas Putri Indonesia Punya Modal Lebih Meyakinkan

Indonesia memasuki final dengan catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang. Garuda Pertiwi mengawali turnamen dengan menundukkan Timor-Leste 2-0 melalui gol Estella Loupatty dan Emily Nahon.

- Advertisement -

Perjalanan Indonesia sempat tertahan ketika bermain imbang 1-1 melawan Kamboja pada pertandingan terakhir Grup B. Sheva Imut membawa Indonesia unggul pada menit ke-42, tetapi keunggulan itu dibalas Serysitha Vibol dua menit setelah babak kedua dimulai.

Hasil tersebut membuat Indonesia menempati posisi kedua Grup B di bawah Kamboja. Garuda Pertiwi kemudian harus menghadapi juara Grup A, Singapura, pada semifinal.

Indonesia menjawab tantangan itu dengan kemenangan 2-0. Setelah pertandingan berjalan tanpa gol selama lebih dari satu jam, Gea Yumanda memecah kebuntuan pada menit ke-68. Remini Rumbewas menggandakan keunggulan sepuluh menit menjelang waktu normal berakhir.

Kemenangan tersebut tidak hanya mengantarkan Indonesia ke final. Garuda Pertiwi juga memastikan tempat dalam ASEAN Women’s Championship 2027 karena tiga tim terbaik AFF Women’s Cup memperoleh tiket ke kompetisi tingkat berikutnya.

Dari tiga pertandingan, Indonesia telah mencetak lima gol dan hanya kebobolan sekali. Dua kemenangan juga diraih tanpa kemasukan gol. Catatan itu menjadi modal penting untuk menghadapi Laos yang terbukti sulit ditaklukkan sepanjang turnamen.

Laos ke Final meski Hanya Sekali Menang

Perjalanan Laos memiliki corak berbeda. Mereka tidak pernah kalah, tetapi juga tidak memperoleh kemenangan dalam dua pertandingan Grup A.

Laos bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah Malaysia pada laga pertama. Hasil serupa kembali terjadi ketika menghadapi Singapura. Dua poin sudah cukup membawa Laos lolos sebagai runner-up grup setelah Singapura mengalahkan Malaysia 3-1.

Kemenangan pertama Laos baru datang pada semifinal. Mereka menjegal juara Grup B, Kamboja, dengan skor 1-0 berkat gol Anna Keo Onsy pada menit pertama.

Gol sangat cepat tersebut memperlihatkan kemampuan Laos memanfaatkan fase awal pertandingan. Setelah unggul, mereka mampu menjaga keunggulan sampai peluit akhir meskipun Kamboja berusaha mengejar.

Laos mengoleksi tiga gol dan kebobolan dua kali dalam tiga pertandingan. Angka itu berada di bawah produktivitas Indonesia, tetapi keberhasilan Laos mencapai final tanpa mengalami kekalahan menjadi peringatan bagi Garuda Pertiwi.

Indonesia perlu mewaspadai transisi dan konsentrasi pada awal pertandingan. Kebobolan cepat dapat mengubah pola laga final, terutama jika Laos kembali mampu mempertahankan keunggulan seperti ketika menghadapi Kamboja.

Kesempatan Mengakhiri Catatan Buruk Melawan Laos

Final ini juga menawarkan kesempatan bagi Timnas Putri Indonesia untuk memperbaiki catatan pertemuan dengan Laos. Dalam empat perjumpaan sebelumnya di kompetisi AFF pada periode 2008 hingga 2015, Indonesia selalu kalah.

Laos menang 1-0 pada 2008, kemudian mencatat kemenangan besar 11-0 pada 2011. Dua pertemuan berikutnya kembali berakhir untuk Laos dengan skor 2-1 pada 2013 dan 2-0 pada 2015. Indonesia hanya mencetak satu gol dalam empat laga tersebut.

Meski demikian, catatan lama itu tidak sepenuhnya mencerminkan kekuatan kedua tim saat ini. Pertemuan terakhir berlangsung lebih dari satu dekade lalu, sedangkan Indonesia kini berstatus juara bertahan dan diperkuat komposisi pemain berbeda.

Garuda Pertiwi juga memperlihatkan kematangan ketika menghadapi Singapura. Indonesia tidak kehilangan kesabaran saat gol belum tercipta hingga pertengahan babak kedua. Tekanan akhirnya menghasilkan dua gol dan satu tiket final.

Secara performa selama turnamen, Indonesia mempunyai produktivitas lebih tinggi dan pertahanan lebih rapat. Laos, di sisi lain, menunjukkan daya tahan serta kemampuan mempertahankan hasil dalam pertandingan ketat.

Pertarungan tersebut membuat final berpotensi ditentukan oleh efektivitas. Indonesia perlu mengubah penguasaan permainan menjadi peluang bersih, sementara Laos dapat kembali mengandalkan kedisiplinan dan serangan pada momen ketika pertahanan Garuda Pertiwi belum tertata.

Kemenangan akan menjadikan Indonesia juara dalam dua penyelenggaraan AFF Women’s Cup secara beruntun. Setelah mengalahkan Kamboja 3-1 pada final 2024, satu kemenangan atas Laos akan menegaskan posisi Garuda Pertiwi sebagai tim tersukses dalam turnamen yang baru digelar sejak dua tahun lalu.

Untuk siaran, AstroGO tercatat menayangkan pertandingan bagi pengguna dengan akses Malaysia. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat pengumuman terverifikasi mengenai siaran langsung melalui stasiun televisi atau platform resmi di Indonesia. (AS)

Abiba Guard
Produk Digital

Abiba Guard

Abiba Guard adalah plugin keamanan WordPress yang menggabungkan pembatasan percobaan login, kendali mode darurat Cloudflare, perlindungan konten premium,…

Rp198.999Beli Sekarang
Abiba Booster
Produk Digital

Abiba Booster

Abiba Booster adalah plugin optimasi WordPress yang membantu mengelola cache halaman, mengonversi gambar JPG dan PNG ke WebP,…

Rp199.000Beli Sekarang
WAStore
Produk Digital

WAStore

WASTore – Bikin Toko Online Profesional, Terima Pesanan Langsung via WhatsApp! Punya produk tapi belum punya toko online…

Rp240.000Beli Sekarang

PRIANGAN TIMUR

Wisata Onthel Basadjan Banjar Singgahi UMKM Balokang, Dampak Ekonominya Perlu Diukur

lintaspriangan.com, BERITA KOTA BANJAR. Kegiatan Wisata Onthel Basadjan Banjar...

65 Pramuka Ikuti Dianpinsat Kota Banjar, Tindak Lanjut Pembinaan Jadi Sorotan

lintaspriangan.com, BERITA KOTA BANJAR. Sebanyak 65 anggota Pramuka Penegak...

Dandim Cup 2026 Kota Banjar Berakhir, Pembinaan Pemain Perlu Dipastikan

lintaspriangan.com, BERITA KOTA BANJAR. Turnamen sepak bola Dandim Cup...

Penanganan Keluarga Korban Rumah Ambruk di Banjarsari Ciamis Perlu Dipastikan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Penanganan keluarga Dadan Heryaman, warga Dusun...

Unggahan Warga di TikTok Keluhkan Sejumlah Persoalan di Perum Kota Galuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sebuah unggahan di TikTok berisi keluhan...

JAWA BARAT

Berulangnya Insiden Gas Pindo Deli Karawang, Sejauh Mana Pengawasan Keselamatan Industri?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Insiden paparan bahan kimia di PT...

BMKG Perbarui Peringatan Cuaca Cianjur, Pasirkuda Masuk Wilayah Waspada Hujan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Pemulihan Pascabencana Kuningan, Delapan Rumah Rusak Berat dan Dua Keluarga Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pemulihan pascabencana Kuningan menjadi perhatian setelah...

Tanggul Sungai Cikalintu Jebol, BPBD Soroti Belum Adanya Saluran Pengalihan Air di Hulu

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Tanggul Sungai Cikalintu di Kelurahan Cipaganti,...

Pohon Tumbang di Bandung Timpa Kendaraan di Jalan Mohammad Toha

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. BANDUNG – Pohon tumbang di Bandung...

Penghargaan Digital Sumedang Jadi Momentum Uji Keamanan e-Voting Pilkades di 92 Desa

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Kabupaten Sumedang menerima penghargaan transformasi digital...

Monyet Liar Masuk Permukiman Desa Bunder Purwakarta, Warga Khawatirkan Keselamatan Anak

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Kawanan monyet liar dilaporkan masuk ke...

Central Medical Unit Ujungberung Ditargetkan Beroperasi pada 2028, Ini Fasilitas yang Direncanakan

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung bersama Kementerian Kesehatan...

Olahraga

Kategori Populer