lintaspriangan.com, BERITA KOTA BANJAR. Sebanyak 65 anggota Pramuka Penegak dari tujuh pangkalan mengikuti kegiatan Gladian Pimpinan Satuan (Dianpinsat) di Taman Pusdai, Kota Banjar, pada 30 Oktober hingga 1 November 2026. Setelah kegiatan berakhir, penerapan materi kepemimpinan di masing-masing pangkalan menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Dianpinsat Pramuka Kota Banjar merupakan kegiatan pembekalan bagi anggota yang memiliki peran dalam kepemimpinan satuan. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memperoleh bekal untuk menjalankan tugas organisasi dan menggerakkan kegiatan kepramukaan di pangkalannya.
Namun, keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang hadir. Penerapan materi setelah kegiatan, keterlibatan peserta dalam aktivitas gugus depan, serta evaluasi pembinaan menjadi bagian penting untuk melihat manfaat kegiatan tersebut.
TUJUH PANGKALAN KIRIMKAN PESERTA
Kegiatan Dianpinsat berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat, 30 Oktober, hingga Minggu, 1 November 2026, di Taman Pusdai Kota Banjar.
Sebanyak 65 anggota Pramuka Penegak tercatat mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari tujuh pangkalan yang berada di lingkungan Gerakan Pramuka Kota Banjar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kepemimpinan anggota Pramuka Penegak. Peserta mendapatkan pembekalan yang berkaitan dengan peran pimpinan satuan dalam mengelola kegiatan kepramukaan.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Banjar, Hetti Sudarsono, tercatat sebagai salah satu tokoh yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Pelaksanaan Dianpinsat juga menjadi kesempatan bagi anggota dari berbagai pangkalan untuk mengikuti pembinaan dalam satu kegiatan bersama.
Meski demikian, jumlah peserta dan pangkalan yang terlibat belum dapat dijadikan ukuran keberhasilan pembinaan secara keseluruhan. Diperlukan informasi mengenai materi yang diberikan, metode pelatihan, serta hasil evaluasi untuk mengetahui capaian kegiatan.
PENERAPAN MATERI MENJADI TANTANGAN SETELAH PELATIHAN
Setelah Dianpinsat Pramuka Kota Banjar berakhir, perhatian berikutnya tertuju pada penerapan pembekalan di masing-masing pangkalan.
Peserta yang mengikuti pelatihan diharapkan dapat membawa pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh untuk mendukung kegiatan kepramukaan di lingkungan satuannya.
Namun, belum tersedia keterangan terverifikasi mengenai rencana tindak lanjut dari tujuh pangkalan, termasuk program yang akan dijalankan peserta setelah kembali ke gugus depan.
Begitu pula dengan mekanisme evaluasi Kwarcab untuk mengukur penerapan materi kepemimpinan setelah kegiatan selesai.
Informasi tersebut penting untuk mengetahui apakah pembekalan selama tiga hari menghasilkan perubahan dalam pengelolaan kegiatan Pramuka di tingkat pangkalan.
Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Banjar juga perlu menjelaskan bagaimana pendampingan terhadap peserta dilakukan setelah pelatihan, sehingga pembinaan tidak berhenti pada kegiatan terjadwal.
Dengan demikian, tindak lanjut Dianpinsat Pramuka Kota Banjar menjadi aspek yang perlu dipantau. Penerapan materi, aktivitas peserta di pangkalan, dan evaluasi berkala dapat menjadi indikator untuk menilai manfaat pembinaan kepemimpinan tersebut. (NS/AS)







