lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Lintas Priangan menyiapkan program penayangan khusus bertajuk “27 Jejak Heroik Jabar”. Program ini akan menghadirkan 27 artikel sejarah yang mengangkat perjuangan dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Setiap artikel dirancang untuk membawa pembaca menelusuri keberanian tokoh, perlawanan rakyat, pergerakan pemuda, perjuangan ulama, hingga berbagai peristiwa lokal dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Pemimpin Redaksi Lintas Priangan, Hasan Soleh, mengatakan program tersebut berangkat dari keinginan untuk menghadirkan peringatan kemerdekaan yang tidak berhenti pada seremoni.
Menurutnya, Jawa Barat mempunyai jejak perjuangan yang sangat luas. Sebagian telah dikenal sebagai bagian penting dalam sejarah nasional, tetapi tidak sedikit yang masih tersimpan dalam ingatan masyarakat setempat.
“Perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya berlangsung di kota-kota besar. Ada keberanian yang tumbuh di pesantren, perkampungan, jalur kereta api, perkebunan, markas gerilya, hingga ruang-ruang perundingan. Jejak itulah yang ingin kami hadirkan kembali kepada pembaca,” kata Hasan Soleh.
Satu Daerah, Satu Pintu Masuk Sejarah
Program 27 Jejak Heroik Jabar akan menempatkan setiap kabupaten dan kota sebagai pintu masuk untuk membaca perjalanan kemerdekaan Indonesia.
Pendekatan tersebut dipilih agar sejarah tidak terasa jauh dari kehidupan masyarakat. Pembaca dapat mengenali bahwa daerah tempat mereka tinggal turut menyimpan tokoh, lokasi, maupun peristiwa yang berhubungan dengan perjuangan bangsa.
Lintas Priangan telah menyiapkan tema yang berbeda untuk setiap daerah. Di antaranya, Perlawanan Sukamanah di Kabupaten Tasikmalaya, keberanian Kapten Muslihat di Kota Bogor, Pertempuran Bojongkokosan di Kabupaten Sukabumi, Bandung Lautan Api, Peristiwa Rawagede di Kabupaten Karawang, hingga perjuangan Yang Chil-sung di Kabupaten Garut.
Kisah dari daerah lain juga disiapkan melalui momentum yang mempunyai keterkaitan dengan persiapan kemerdekaan, penyebaran berita Proklamasi, pembentukan kekuatan rakyat, perjuangan bersenjata, perundingan, logistik, serta upaya mempertahankan Republik.
“Sebagian wilayah administratif yang kita kenal sekarang memang belum berdiri pada 1945. Karena itu, penelusurannya menggunakan lokasi historis yang kini menjadi bagian dari kabupaten atau kota tersebut. Dengan cara ini, seluruh daerah tetap dapat ditempatkan secara bertanggung jawab dalam peta perjuangan Jawa Barat,” jelas Hasan.
Mendekatkan Sejarah kepada Generasi Baru
Hasan menuturkan, salah satu tujuan utama program tersebut adalah mendekatkan sejarah kepada generasi muda. Penulisan tidak akan disajikan seperti rangkaian tahun dan nama yang kaku, melainkan melalui pendekatan jurnalistik, naratif, dan mudah dipahami.
Setiap artikel akan mengajak pembaca melihat suasana zamannya, mengenal para pelaku sejarah, memahami pilihan-pilihan sulit yang mereka hadapi, serta menemukan nilai yang masih relevan bagi kehidupan saat ini.
“Generasi muda perlu mengetahui bahwa kemerdekaan hadir melalui keberanian manusia-manusia biasa yang memilih melakukan sesuatu untuk bangsanya. Mereka bergerak dengan kemampuan dan peran masing-masing,” ujarnya.
Penelusuran materi dilakukan dengan mengutamakan sumber yang dapat diperiksa kembali. Sumber tersebut mencakup arsip pemerintah, publikasi lembaga sejarah, catatan perjuangan daerah, dokumen kebudayaan, buku akademik, serta keterangan dari institusi yang memiliki hubungan dengan peristiwa terkait.
Menurut Hasan, kehati-hatian diperlukan karena program ini tidak hanya membawa nama tokoh, tetapi juga identitas sejarah 27 daerah di Jawa Barat.
“Kami ingin artikelnya enak dibaca, tetapi fondasinya harus tetap faktual. Narasi boleh menggugah, sedangkan fakta tidak boleh dikorbankan,” tegasnya.
Membuka Kolaborasi Kebangsaan
Dalam pelaksanaannya, Lintas Priangan membuka ruang kolaborasi kebangsaan bagi pemerintah daerah, dinas, badan, lembaga pendidikan, BUMD, perusahaan swasta, organisasi masyarakat, dan institusi lain yang mempunyai perhatian terhadap sejarah serta penguatan wawasan kebangsaan.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi bentuk partisipasi bersama dalam merawat ingatan kolektif masyarakat Jawa Barat.
Hasan menekankan bahwa kemerdekaan merupakan warisan bersama. Karena itu, upaya menghadirkan kembali kisah perjuangan juga membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
“Ini bukan sekadar rangkaian artikel untuk memperingati 17 Agustus. Kami ingin membangun ruang bersama agar sejarah daerah kembali dibaca, dibicarakan, dan diwariskan,” katanya.
Penayangan 27 artikel direncanakan berlangsung selama 27 hari pada Agustus 2026. Setiap hari, satu daerah akan hadir dengan cerita, tokoh, dan momentum perjuangannya sendiri.
Melalui 27 Jejak Heroik Jabar, Lintas Priangan berharap masyarakat dapat melihat Jawa Barat sebagai bentang besar perjuangan. Dari timur hingga barat, dari pesisir hingga pegunungan, setiap daerah memiliki jalan berbeda dalam menyambut, menjaga, dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Peringatan kemerdekaan akan terasa lebih bermakna ketika masyarakat mengetahui bahwa tanah yang mereka pijak juga menyimpan keberanian. Itulah semangat yang ingin kami hidupkan,” pungkas Hasan Soleh. (NS/AS)
