lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi gelombang tinggi mencapai 2,5–4 meter di Samudra Hindia selatan Jawa Barat pada Rabu, 22 Juli 2026. Kondisi tersebut perlu diwaspadai oleh nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di perairan selatan provinsi ini.
Peringatan dini BMKG berlaku mulai Senin, 20 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga Kamis, 23 Juli 2026 pukul 07.00 WIB. Dengan demikian, potensi gelombang tinggi masih berlangsung sepanjang Rabu hingga Kamis pagi.
Berdasarkan peringatan dini gelombang tinggi BMKG, Samudra Hindia selatan Jawa Barat masuk kategori gelombang tinggi bersama sejumlah wilayah lain, termasuk Samudra Hindia selatan Banten.
Kategori gelombang tinggi yang digunakan BMKG berada pada kisaran 2,5–4 meter. Sementara itu, gelombang kategori sedang berkisar 1,25–2,5 meter.
Gelombang Tinggi Terjadi di Laut Lepas Selatan Jawa Barat
Prakiraan tersebut perlu dibaca dengan membedakan Samudra Hindia selatan Jawa Barat dan perairan yang lebih dekat dengan garis pantai.
BMKG memprakirakan gelombang 2,5–4 meter terjadi di wilayah laut lepas Samudra Hindia selatan Jawa Barat. Adapun perairan selatan Jawa Barat diperkirakan mengalami gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter.
Artinya, angka maksimum 4 meter tidak menggambarkan tinggi gelombang secara merata di setiap pantai selatan Jawa Barat. Kondisi aktual di dekat pantai dapat berbeda-beda, bergantung pada lokasi, arah angin, bentuk garis pantai, dan kondisi cuaca setempat.
Informasi tersebut relevan bagi kawasan pesisir yang berhadapan dengan Samudra Hindia, mulai dari selatan Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, hingga Pangandaran.
Dalam dokumen prakiraan tinggi gelombang tujuh hari, BMKG juga mencantumkan potensi hujan di perairan selatan Jawa Barat pada 22 Juli 2026.
BMKG mengingatkan keberadaan awan gelap atau cumulonimbus dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang. Karena itu, kondisi laut dapat berubah ketika terbentuk awan tersebut.
Gelombang Pangandaran Diprakirakan Mencapai 2,1 Meter
Prakiraan lebih terperinci untuk Perairan Pangandaran menunjukkan gelombang berada pada kisaran 1,9–2,1 meter sepanjang Rabu. Ketinggian itu termasuk kategori sedang.
Pada pukul 00.00 WIB, gelombang Pangandaran diprakirakan setinggi 1,9 meter. Tingginya meningkat menjadi 2 meter pada pukul 03.00 WIB dan sekitar 2,1 meter mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Pada pukul 21.00 WIB, gelombang diperkirakan turun menjadi 2 meter.
Angin diprakirakan bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 13–15 knot. Hembusan angin sesaat dapat mencapai 19–24 knot. Arus laut bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 1,5–1,6 knot.
Cuaca di Perairan Pangandaran diperkirakan berawan pada dini hari, kemudian berawan tebal dari pagi hingga siang. Kondisinya kembali berawan pada sore dan malam hari sebelum berubah menjadi cerah berawan pada pukul 21.00 WIB.
Data tersebut menunjukkan gelombang di Perairan Pangandaran tidak diprakirakan mencapai 4 meter. Angka 2,5–4 meter merujuk pada kategori gelombang tinggi di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Barat yang berada lebih jauh dari pantai.
Nelayan dan Wisatawan Perlu Memantau Pembaruan BMKG
Peringatan gelombang tinggi penting diperhatikan oleh pengguna perairan, terutama nelayan dan operator kapal yang akan menuju laut lepas. Wisatawan juga perlu mengikuti arahan petugas sebelum berenang, menaiki perahu, atau melakukan aktivitas air di pantai selatan Jawa Barat.
BMKG meminta masyarakat berhati-hati dan mengikuti arahan otoritas setempat. Prakiraan dapat diperbarui mengikuti perkembangan angin, awan, dan kondisi laut.
Masyarakat sebaiknya memeriksa informasi terbaru dari BMKG Maritim, syahbandar, Satpolairud, pengelola pantai, atau petugas penyelamat sebelum beraktivitas. Pemantauan penting dilakukan terutama apabila muncul awan gelap, angin menguat, atau terdapat pembatasan kegiatan di laut. (NS/AS)
