lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pembangunan Jembatan Gantung Mertajaya di Kabupaten Tasikmalaya telah mencapai 82 persen berdasarkan pembaruan resmi yang dipublikasikan 9 September dan menjadi data terbaru yang tersedia hingga Kamis, 10 September 2026. Jembatan tersebut ditargetkan selesai pada 3 November 2026.
Jembatan sepanjang 80 meter itu dibangun melintasi Sungai Cilangla untuk menghubungkan Desa Mertajaya, Kecamatan Bojongasih, dengan Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong. Pekerjaan kini memasuki tahap akhir dengan fokus pada pemasangan struktur rangka baja dan pembangunan jalan pendekat.
Pekerjaan Masuk Tahap Akhir
Progres Jembatan Gantung Mertajaya diketahui setelah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat melakukan pemantauan dan evaluasi pembangunan pada 3 September 2026.
Plt. Kepala BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat Ibnu Kurniawan memantau langsung pekerjaan tersebut. Berdasarkan hasil monitoring, pembangunan telah mencapai 82 persen dan pekerjaan tersisa diarahkan pada penyelesaian sejumlah bagian utama sebelum jembatan dapat digunakan masyarakat.
Selain rangka baja, jalan pendekat menjadi salah satu pekerjaan yang mendapat perhatian pada tahap akhir. Pejabat Pembuat Komitmen 3.2 Provinsi Jawa Barat Arianto menyatakan pengawasan terus dilakukan pada bagian-bagian yang masih dikerjakan agar seluruh komponen dapat berfungsi ketika jembatan dibuka.
Target penyelesaian pada 3 November membuat pelaksana masih memiliki waktu sekitar dua bulan sejak pemantauan awal September untuk menuntaskan sisa pekerjaan. Target tersebut merupakan jadwal penyelesaian, bukan berarti jembatan sudah dapat digunakan sebelum seluruh tahapan pekerjaan selesai.
Pembangunan Jembatan Gantung Mertajaya termasuk paket konstruksi yang kontraknya ditandatangani BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat pada 8 April 2026. Paket pembangunan jembatan itu ditandatangani bersama sejumlah pekerjaan konstruksi dan preservasi jalan serta jembatan lainnya di Jawa Barat.
Hubungkan Bojongasih dan Bantarkalong
Setelah selesai, Jembatan Gantung Mertajaya akan menyediakan jalur penghubung antara dua desa yang berada di kecamatan berbeda. Dari sisi Bojongasih, jembatan terhubung dengan Desa Mertajaya, sedangkan pada sisi Bantarkalong akses mengarah ke Desa Pamijahan.
BBPJN menyatakan keberadaan jembatan diharapkan memberi alternatif akses yang lebih langsung bagi warga kedua wilayah untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Pemerintah juga mengharapkan konektivitas tersebut mendukung kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Pernyataan mengenai manfaat itu masih berupa target setelah jembatan beroperasi, karena pembangunan hingga pembaruan terakhir belum selesai.
Desa Pamijahan juga dikenal sebagai salah satu kawasan tujuan wisata religi di Kabupaten Tasikmalaya. BBPJN berharap akses baru tersebut nantinya ikut menunjang konektivitas menuju kawasan itu.
Dengan progres 82 persen, fokus pembangunan saat ini tetap pada penyelesaian struktur dan jalan pendekat sebelum target 3 November 2026. Belum ada keterangan resmi dalam pembaruan tersebut mengenai tanggal jembatan mulai dibuka bagi masyarakat setelah pekerjaan dinyatakan rampung. (NS/AS)







