lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Otoritas Ukraina menyatakan serangan drone Rusia menghantam Pos Perbatasan Starokazacie di wilayah Odesa, dekat perbatasan Moldova, pada Rabu, 9 September 2026. Dua warga sipil dilaporkan meninggal dunia dan sedikitnya dua lainnya terluka dalam serangan tersebut.
Polisi Perbatasan Moldova menyebut serangan berlangsung pada rentang pukul 23.35 hingga 00.05 waktu setempat di kawasan perlintasan Tudora, Moldova–Starokazacie, Ukraina. Infrastruktur di sisi Ukraina mengalami kerusakan sehingga aktivitas penyeberangan antara kedua negara dihentikan sementara.
Tiga Drone Terdeteksi di Sekitar Perlintasan
Menurut informasi yang diterima Moldova dari Dinas Penjaga Perbatasan Negara Ukraina, satu pesawat nirawak menghantam Pos Starokazacie. Dua drone lainnya jatuh di dekat fasilitas tersebut, seluruhnya berada di wilayah Ukraina.
Seluruh orang yang berada di pos perbatasan telah dievakuasi sekitar pukul 23.35. Lima menit kemudian, patroli bergerak Polisi Perbatasan Moldova mendengar empat ledakan dan melihat kilatan dari arah wilayah Ukraina. Saat itu, peringatan serangan udara sedang berlaku di Ukraina.
Sekitar pukul 01.45, pihak Ukraina kemudian memberi tahu otoritas Moldova bahwa dua warga sipil meninggal akibat serangan tersebut dan dua orang lainnya terluka. Identitas kewarganegaraan para korban belum ditetapkan dalam pembaruan awal itu.
Serangan drone Rusia tersebut juga menyebabkan Pos Starokazacie tidak dapat beroperasi. Penghentian aktivitas berdampak pada pasangan perlintasan Starokazacie di Ukraina dan Tudora di Moldova yang menghubungkan lalu lintas kedua negara.
Otoritas Moldova terus berkoordinasi dengan pihak Ukraina untuk memantau perkembangan situasi dan menentukan langkah pengamanan di kawasan perbatasan.
Moldova Tak Temukan Pecahan Drone di Wilayahnya
Polisi Perbatasan Moldova menyatakan hingga pembaruan pada 9 September tidak ditemukan pecahan drone maupun benda lain yang dinilai membahayakan penduduk di wilayah Moldova. Seluruh pesawat nirawak yang dilaporkan jatuh dalam insiden tersebut berada di sisi Ukraina.
Moldova tetap meningkatkan pemantauan di wilayah perbatasan. Warga diminta berlindung di tempat aman jika mendengar suara drone atau ledakan dan mengikuti informasi yang dikeluarkan pemerintah.
Otoritas juga meminta masyarakat tidak mendekati serpihan pesawat nirawak, amunisi, atau benda mencurigakan apabila ditemukan. Temuan semacam itu diminta segera dilaporkan kepada layanan darurat.
Insiden pada 9 September menambah risiko keamanan di wilayah yang berbatasan langsung dengan Ukraina. Pada akhir Agustus, Moldova juga melaporkan sejumlah drone melintasi wilayah udara dekat perbatasan saat serangan berlangsung di Ukraina.
Untuk insiden terbaru, Moldova belum menyatakan adanya drone yang jatuh di wilayahnya. Dampak langsung serangan drone Rusia yang dilaporkan pada pagi 9 September terpusat di sisi Ukraina, sementara Pos Starokazacie masih dinyatakan tidak beroperasi dalam pembaruan resmi terakhir. (NS/AS)







