KPK Selidiki Dugaan Korupsi PMT Bayi dan Ibu Hamil

KPK hampir rampungkan penyelidikan dugaan korupsi PMT. Sprindik umum akan diterbitkan untuk mengusut tuntas kasus penyimpangan makanan tambahan.

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan penyelidikan dugaan korupsi PMT (Program Makanan Tambahan) untuk bayi dan ibu hamil di Kementerian Kesehatan hampir tuntas. Lembaga antirasuah itu siap meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan dengan menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) umum.

Fokus KPK pada Dugaan Korupsi PMT

Pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya melakukan pengecekan akhir untuk memastikan tidak ada tumpang tindih penanganan perkara dengan lembaga penegak hukum lain. “Kami akan cek apakah dugaan korupsi PMT ini tengah ditangani oleh aparat lain. Ini penting agar tidak ada duplikasi penanganan seperti kasus Chromebook yang ditangani Kejaksaan Agung,” kata Asep, Kamis (25/9/2025).

Jika hasil verifikasi selesai, KPK akan mengeluarkan sprindik umum sebagai langkah awal penyidikan. Sprindik umum adalah surat perintah dimulainya penyidikan tanpa mencantumkan identitas tersangka. Langkah ini memungkinkan KPK memperdalam peran calon tersangka dan mengumpulkan alat bukti lebih lengkap sebelum menetapkan tersangka secara resmi.

“Penggunaan sprindik umum membuat kami memiliki dasar hukum untuk melakukan penggeledahan dan penyitaan. Hal itu tidak dapat dilakukan pada tahap penyelidikan,” lanjut Asep. Ia menegaskan, walaupun Pasal 44 Undang-Undang KPK mengizinkan penetapan tersangka langsung, KPK memilih hati-hati agar tidak digugat praperadilan karena kurangnya pemeriksaan terhadap calon tersangka.

Modus Dugaan Penyimpangan Program

Program Makanan Tambahan (PMT) dilaksanakan pada era Presiden Joko Widodo melalui Menteri Kesehatan 2014–2019 Nila Moeloek dan Menteri Kesehatan 2019–2020 Terawan Agus Putranto. Tujuannya adalah memberikan nutrisi tambahan berupa biskuit dan premiks bagi bayi dan ibu hamil untuk mencegah stunting.

Namun, KPK menduga ada penyimpangan serius dalam pelaksanaannya. “Kami menemukan indikasi pengurangan nutrisi pada biskuit dan jumlah premiks yang diberikan. Akibatnya, penerima bantuan tidak memperoleh gizi yang memadai,” ungkap Asep. Dugaan penyimpangan ini berdampak pada turunnya biaya produksi, sehingga harga paket PMT lebih murah, tetapi kualitasnya jauh dari standar.

Asep menambahkan, hasil penelusuran menunjukkan makanan tambahan yang dibagikan hanya berupa campuran tepung dan gula. Kondisi ini memicu kegagalan program menekan angka stunting, bahkan menimbulkan masalah kesehatan bagi sebagian ibu hamil menjelang persalinan.

Harapan Publik dan Langkah Berikutnya

Masyarakat menaruh harapan besar agar KPK segera menuntaskan kasus korupsi PMT ini. Transparansi dan ketegasan dalam menetapkan tersangka dinilai penting agar ada efek jera. KPK memastikan fokus pada pengumpulan bukti yang kuat sehingga keputusan yang diambil tidak menimbulkan celah hukum.

“Keselamatan generasi mendatang menjadi prioritas. Kasus ini harus diusut sampai tuntas karena menyangkut masa depan bayi, balita, dan ibu hamil di Indonesia,” ujar Asep.

Dengan sprindik umum, KPK memiliki ruang lebih luas untuk menelusuri keterlibatan pihak-pihak yang diduga mengambil keuntungan dari pengadaan makanan tambahan tersebut. Langkah ini diharapkan membuka jalan bagi reformasi pengelolaan program gizi agar tepat sasaran dan efektif menekan angka stunting. (Lintas Priangan/Arrian)

Gabung Channel WhatsApp Lintas Priangan
Dapatkan update berita terbaru, isu lokal penting, dan informasi pilihan langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Channel WhatsApp

Berita lainnya:

5 Kasus Baru di DPR RI yang Bisa Menyeret Sejumlah Pihak Masuk Jeruji Besi

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Kasus baru di DPR RI kembali menjadi setelah data yang mengemuka menunjukkan sejumlah persoalan serius dalam pengelolaan belanja...

KPK OTT ASN BPK, Dugaan Suap Temuan Audit Disorot

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan lanjutan dalam perkara yang menjerat Bupati Muara Enim...

Pertamax Naik, Kendaraan Plat Merah Semakin Menjerit

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Kenaikan harga Pertamax mulai Rabu, 10 Juni 2026, tidak hanya membuat pemilik kendaraan pribadi menghitung ulang biaya...

Terbaru

Apresiasi Melalui Seni, Dani Priyanto Persembahkan Lukisan untuk Bupati Herdiat

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Perayaan Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis di...

HUT Ciamis ke-384: Harmoni Tanpa Batas Satukan Warga

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Ribuan masyarakat memadati Taman Lokasana Ciamis dalam...

Honor Pendamping Ohan Hafidz Mangkrak, Kas Pemkot Tasikmalaya Diduga Seret

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kas Pemerintah Kota Tasikmalaya diduga sedang tidak...

Semarak 1 Muharram, Ribuan Warga Padati Islamic Center Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Ribuan warga dari 10 kecamatan di Kabupaten...

Haru, 400 Jamaah Haji Kota Tasikmalaya Tiba di Gedung Dakwah

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tangis haru pecah saat ratusan jamaah haji...

Piala Dunia 2026

Hasil Argentina vs Aljazair 3-0: VAR Padamkan Kejutan, Messi Menggila

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Argentina mengawali laga babak pertama Piala Dunia 2026...

Inggris vs Kroasia: Meski Inggris Favorit, Kroasia Tetap Berbahaya

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA.   Inggris vs Kroasia menjadi salah satu laga...

Portugal vs Kongo DR: Penyerang Tajam Lawan Pengunci Rapat

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA.   Portugal vs Kongo DR menjadi salah satu...

Hasil Perancis vs Senegal 3-1: Mbappe Menggila, Senegal Runtuh!

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA.  Perancis membuka perjalanan di Grup I Piala...

Prediksi Skor Piala Dunia 2026: 4 Laga Hari Ini, Rabu (17/06)

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA.  Prediksi skor Piala Dunia 2026 hari ini,...

Daerah lainnya

Indikasi Korupsi Kesbangpol Jabar Bagian 1: Makan Minum Tak Dikerjakan tapi Dibayar

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Temuan BPK atas kegiatan di Badan Kesatuan Bangsa...

Indikasi Korupsi Bank bjb, Nilai Bermasalah Tembus Rp1,178 Triliun

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG.  Indikasi korupsi Bank bjb mulai membuka ruang...

Ditanya Indikasi Korupsi, Kesbangpol Cirebon Berdalih Ini Ranah APIP

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atau Kesbangpol...

Hampir Rp900 Miliar Anggaran Jabar Bermasalah, KDM Diminta Bongkar Praktik Nakal

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi...

Perspektif

Popular Categories