lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Bupati Tasikmalaya Dr. Cecep Nurul Yakin melantik pengurus Asosiasi Keluarga Besar Puskesmas Indonesia atau Akselari Puskesmas Indonesia periode 2026-2029 di Pendopo Baru, Jalan Bojongkoneng, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu, 27 Juni 2026.
Pelantikan tersebut menjadi penegasan dukungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terhadap penguatan layanan kesehatan primer. Di tengah tantangan kesehatan masyarakat yang makin kompleks, Puskesmas dinilai harus tetap menjadi garda terdepan pelayanan yang paling dekat dengan warga.
Cecep Minta Akselari Jadi Jembatan Puskesmas dan Masyarakat
Dalam sambutannya, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyampaikan tiga pesan utama kepada jajaran pengurus Akselari Puskesmas Indonesia yang baru dilantik.
Pertama, Cecep meminta Akselari memperkuat kolaborasi antara Puskesmas, Pemerintah Daerah, dan masyarakat. Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Setiap program harus ditopang koordinasi yang kuat agar manfaatnya benar-benar sampai ke warga.
“Saya minta Akselari menjadi jembatan solid antara Puskesmas, Pemerintah Daerah, dan masyarakat. Tanpa kolaborasi, program kesehatan sulit berjalan optimal,” kata Cecep.
Pesan kedua, Cecep mendorong peningkatan mutu dan inovasi layanan. Ia menegaskan, Puskesmas tidak boleh hanya dipahami sebagai tempat pelayanan dasar. Lebih dari itu, Puskesmas harus mampu membaca masalah kesehatan masyarakat secara cepat, berbasis data, dan dekat dengan kondisi lapangan.
Menurut Cecep, tantangan kesehatan seperti stunting, tuberkulosis atau TB, serta penyakit tidak menular harus dihadapi dengan cara kerja yang lebih kreatif. Program kesehatan juga harus mudah diakses warga, termasuk masyarakat yang tinggal di wilayah pelosok Kabupaten Tasikmalaya.
“Hadapi tantangan stunting, TB, dan penyakit tidak menular dengan program yang kreatif, berbasis data, dan mudah diakses warga sampai pelosok,” ujarnya.
Puskesmas Diminta Jaga Integritas dan Mutu Pelayanan
Selain kolaborasi dan inovasi, Bupati Tasikmalaya juga menekankan pentingnya integritas serta profesionalitas para pengelola layanan kesehatan. Ia meminta Akselari menjadi ruang bersama bagi tenaga kesehatan untuk memperkuat semangat pengabdian.
Cecep mengingatkan, ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan bukan terletak pada seremonial, melainkan pada kepuasan dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, pengurus Akselari diminta bekerja dengan orientasi hasil.
“Akselari harus jadi rumah bagi para pejuang kesehatan yang berintegritas, militan, dan berorientasi pada hasil. Masyarakat menilai dari pelayanan, bukan dari seremonial,” tegasnya.
Cecep juga menyinggung besarnya tanggung jawab Puskesmas dalam melayani masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Menurutnya, lebih dari 164.000 kepala keluarga menggantungkan layanan kesehatan primer kepada Puskesmas.
Dengan beban pelayanan tersebut, Akselari diharapkan mampu mengorkestrasi gerak Puskesmas agar lebih solid, responsif, dan terarah. Terutama dalam menyukseskan program prioritas nasional dan daerah, termasuk penurunan angka stunting serta penguatan deteksi dini penyakit.
“Kabupaten Tasikmalaya punya 164.000 lebih kepala keluarga yang menggantungkan layanan primer. Beban besar itu ada di pundak Puskesmas. Saya percaya Akselari bisa mengorkestrasi itu,” ucap Cecep.
Di akhir sambutannya, Cecep berharap pengurus baru Akselari Puskesmas Indonesia periode 2026-2029 mampu membawa perubahan nyata bagi pelayanan kesehatan di Kabupaten Tasikmalaya.
Ia meminta semangat penguatan layanan tidak berhenti di tingkat organisasi, tetapi benar-benar terasa hingga desa-desa. Sebab, kesehatan masyarakat akan lebih kuat jika Puskesmas mampu bekerja lebih dekat, lebih cepat, dan lebih peka terhadap kebutuhan warga.
“Bekerjalah dengan hati. Bawa semangat Akselari sampai ke tiap desa. Insyaallah, Tasikmalaya sehat dimulai dari Puskesmas yang kuat,” pungkasnya. (KRS/AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

