lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Mantan pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts akhirnya buka suara mengenai persoalan pembayaran haknya yang berujung pada sanksi FIFA terhadap Maung Bandung.
Robert mengaku selama ini memilih diam karena tidak ingin membawa persoalan pribadi dengan Persib ke ruang publik. Namun, sikap tersebut berubah setelah muncul komentar dari sejumlah pihak yang menurutnya tidak mengetahui cerita sebenarnya.
Ia bahkan menyebut dirinya dan keluarga mulai disalahkan atas persoalan tersebut.
Menurut Robert, kondisi itu membuatnya merasa perlu menjelaskan kronologi perkara berdasarkan proses yang telah ditempuhnya, termasuk ketika persoalan tersebut akhirnya ditangani melalui mekanisme FIFA.
Robert Alberts Pilih Diam dan Serahkan Persoalan ke FIFA
Robert mengatakan dirinya sejak awal tidak memiliki keinginan untuk memperbesar persoalan dengan membawa sengketa ke ruang publik.
Ia memilih mengikuti prosedur yang dianggap tepat dan menyerahkan penanganan perkara kepada FIFA.
Namun, belakangan Robert mengaku mendengar sejumlah komentar yang dinilainya tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.
Ia juga menilai dirinya bersama keluarga mulai menjadi sasaran tudingan dari pihak-pihak yang tidak mengetahui duduk perkara secara utuh.
Karena alasan tersebut, Robert akhirnya memberikan penjelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi dalam persoalan pembayaran haknya bersama Persib.
Berawal dari Perpisahan pada 2022
Robert diketahui pernah menjadi pelatih Persib Bandung. Kerja sama keduanya berakhir pada Agustus 2022, setelah kompetisi musim 2022/2023 baru berjalan beberapa pekan.
Saat berpisah, masih terdapat sisa masa kontrak yang menurut Robert seharusnya berlangsung hingga 2025.
Persoalan kemudian muncul terkait pembayaran hak berdasarkan klausul kontrak tersebut.
Robert mengatakan dirinya bersama manajemen Persib pada masa itu sebenarnya telah berusaha mencari penyelesaian secara baik-baik.
Ia memilih menunggu dan memberikan kesempatan kepada klub untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.
Pergantian Manajemen, Pembayaran Masih Dibahas
Persoalan tersebut kemudian berlanjut ketika terjadi pergantian manajemen di tubuh Persib.
Robert mengaku tetap berupaya membicarakan skema pembayaran atau payment plan atas sisa hak yang belum diselesaikan.
Pada Januari 2025, ia bahkan bertemu langsung dengan perwakilan manajemen baru Persib untuk mencari solusi yang dapat diterima kedua belah pihak.
Dalam proses tersebut, Robert menyebut telah ada pembahasan mengenai skema pembayaran secara bertahap.
Pembayaran tersebut direncanakan dilakukan melalui sejumlah angsuran hingga Desember 2025.
Robert juga menyatakan dirinya bersedia melakukan kompromi dengan mengurangi sebagian nilai hak berdasarkan kontrak awal sebagai bentuk itikad baik dan untuk membantu klub menyelesaikan persoalan tersebut.
Namun, menurut Robert, masih terdapat kewajiban yang belum terselesaikan sesuai kesepakatan.
Robert Tegaskan Tak Pernah Menuntut Berlebihan
Robert menegaskan dirinya tidak pernah bermaksud menuntut sesuatu yang tidak masuk akal dari Persib.
Menurutnya, yang diharapkan sejak awal hanyalah penghormatan terhadap kesepakatan pembayaran yang telah dibuat bersama.
Ia juga mengaku telah memberikan waktu dan kesempatan kepada klub untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara langsung sebelum akhirnya proses berlanjut melalui FIFA.
Robert menilai dirinya memilih jalur tersebut karena ingin persoalan diselesaikan berdasarkan fakta dan mekanisme resmi.
Persib Sempat Masuk FIFA Registration Ban
Persoalan tersebut kemudian mencapai tahap yang membuat Persib Bandung dikenai FIFA Registration Ban.
Sanksi tersebut membuat Persib sempat menghadapi larangan mendaftarkan pemain baru.
Namun, manajemen Persib kemudian mengambil langkah untuk menyelesaikan kewajiban yang menjadi dasar perkara tersebut.
Pada 11 Agustus 2026, FIFA melalui surat dengan Ref. No. FDD-28859 menyatakan proses perkara terhadap Persib telah ditutup setelah menerima konfirmasi bahwa kewajiban pembayaran kepada Robert Rene Alberts telah diselesaikan.
FIFA selanjutnya mencabut larangan pendaftaran pemain baru terhadap Persib secara permanen.
Persib Kini Bebas dari Sanksi FIFA
Dengan selesainya kewajiban tersebut, Persib Bandung kembali terbebas dari FIFA Registration Ban.
Manajemen Persib memastikan penyelesaian perkara dilakukan sebagai bagian dari komitmen klub untuk memenuhi kewajiban serta mematuhi regulasi sepak bola yang berlaku.
Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, sebelumnya menyampaikan bahwa manajemen langsung mengambil langkah setelah mengetahui keputusan FIFA terkait perkara lama yang berkaitan dengan periode 2022.
Persib kemudian menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai mekanisme yang berlaku.
Penyelesaian perkara tersebut membuat Maung Bandung kembali tidak memiliki hambatan berupa FIFA Registration Ban dalam proses pendaftaran pemain.
Bagi Robert Alberts, persoalan tersebut kini juga telah berakhir setelah seluruh kewajiban yang menjadi dasar perkara diselesaikan.
Ia menegaskan sejak awal dirinya hanya menginginkan hak yang telah disepakati bersama dapat dihormati dan diselesaikan dengan baik.
Pada akhirnya, persoalan yang sempat menjadi perhatian besar Bobotoh itu berujung pada penyelesaian melalui mekanisme resmi FIFA. Persib telah menyelesaikan kewajibannya, sementara Robert memilih menjelaskan versinya setelah merasa dirinya dan keluarganya ikut disalahkan atas perkara tersebut. (HS)







