lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemuda Blitar Tenggelam di Sungai Ciwulan Tasikmalaya pada Sabtu (27/6/2026). Korban bernama Yushak Ababil Shabililah, 21 tahun, warga Jalan H.M. Tamrin RT 02 RW 05, Desa Beru, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Jauh dari kampung halaman, korban meregang nyawa setelah terseret arus di Sungai Ciwulan, tepatnya di Kampung Borosole RT 02 RW 04, Desa Cikalong, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya. Jenazah korban ditemukan menjelang magrib setelah sempat hilang di pusaran arus sungai.
Datang untuk Menikmati Alam, Pulang Tinggal Nama
Kasat Polairud Polres Tasikmalaya, AKP Dian Susila, membeberkan kronologi peristiwa tersebut. Sekitar pukul 15.00 WIB, korban datang ke kawasan Sungai Ciwulan bersama dua orang saksi.
Mereka awalnya hanya berniat menikmati suasana alam. Tidak ada tanda bahaya yang langsung terlihat. Sungai tampak biasa dari permukaan. Namun, arus bawah Ciwulan menyimpan ancaman yang tidak mudah dibaca mata.
Korban bersama dua saksi diketahui turun dari arah Kampung Jodang, Desa Cidadap, Kecamatan Karangnunggal. Mereka kemudian menyeberang sungai menuju Kampung Borosole, Desa Cikalong.
Petaka terjadi saat mereka hendak kembali. Korban dan rekannya memutuskan menyeberangi sungai dengan cara berenang. Keputusan itu diambil karena korban dan adik kandungnya disebut bisa berenang.
Namun kemampuan berenang ternyata tidak cukup untuk melawan karakter Sungai Ciwulan. Lebar sungai sekitar 15 meter dengan kedalaman mencapai 3 meter. Di bagian tengah, arus bawah diduga jauh lebih kuat dari yang tampak di permukaan.
Saat berada di tengah sungai, korban diduga terseret pusaran arus bawah. Dalam hitungan cepat, tubuh korban kehilangan kendali. Arus menariknya ke bawah hingga korban tidak mampu kembali ke tepian.
Saksi bernama Riki, 18 tahun, warga Kampung Jodang, Desa Cidadap, sempat berupaya menolong. Ia berusaha menjangkau dan menarik tubuh korban. Namun upaya itu gagal karena arus Sungai Ciwulan terlalu kuat.
Adik kandung korban, Yushak Yusron Rezaky, 19 tahun, hanya bisa menyaksikan kakaknya terseret arus. Ia berada di tepian sungai saat korban mulai tenggelam. Teriakan minta tolong pun memecah suasana sore di kawasan tersebut.
Jenazah Ditemukan Jauh dari Titik Tenggelam
Warga bersama tim gabungan kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi. Penyisiran dilakukan menyusuri aliran Sungai Ciwulan, terutama di sekitar titik korban terakhir terlihat.
Hampir dua jam pencarian, harapan menemukan korban dalam kondisi selamat kian menipis. Sekitar pukul 17.30 WIB, jenazah korban akhirnya ditemukan mengambang oleh warga. Lokasinya sudah cukup jauh dari titik awal korban tenggelam.
Jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas Cikalong untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh tenaga medis. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
Penyebab kematian korban dinyatakan murni akibat tenggelam. Setelah proses pemeriksaan selesai, pihak keluarga datang ke Tasikmalaya. Jenazah korban dimandikan sebelum diberangkatkan menuju Kabupaten Blitar untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.
Peristiwa Pemuda Blitar Tenggelam di Sungai Ciwulan ini kembali menjadi peringatan keras bagi warga maupun wisatawan yang datang ke kawasan sungai. Sungai yang terlihat tenang dari permukaan belum tentu aman untuk diseberangi.
AKP Dian Susila mengimbau masyarakat agar tidak meremehkan arus sungai, terutama Sungai Ciwulan yang memiliki arus bawah kuat di sejumlah titik.
“Jangan remehkan sungai. Arus bawah Ciwulan tidak kelihatan dari permukaan. Bisa berenang bukan jaminan selamat,” imbau AKP Dian Susila. (KRS/AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

