Pasir Bokor Tasikmalaya Meledak, Ribuan Santri Hadiri Haol Akbar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pasir Bokor Tasikmalaya berubah menjadi lautan santri, alumni, jemaah, dan tamu undangan saat Pondok Pesantren Al Munawwar Jarnauziyyah menggelar Haol Akbar dan Harlah ke-96, Sabtu, 27 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pasir Bokor, Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya itu menjadi momentum besar untuk mengenang para masyayikh, merawat tradisi pesantren, sekaligus meneguhkan kembali nilai keilmuan dan akhlak santri.

Doa untuk para masyayikh mengalun khidmat. Ribuan santri dan alumni hadir memenuhi majelis. Suasana religius terasa kuat sejak awal acara. Bukan hanya seremoni tahunan, Haol Akbar dan Harlah ke-96 ini menjadi ruang pulang bagi keluarga besar pesantren untuk menengok akar keilmuan yang telah diwariskan hampir satu abad.

- Advertisement -

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim, S.H., Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Hilman Wiranata, serta tamu undangan dari berbagai daerah.

Jejak Panjang Ulama Pasir Bokor

Dalam kesempatan itu, KH Dadang Toha Muslim mengurai sejarah panjang Pondok Pesantren Al Munawwar Jarnauziyyah. Ia menyampaikan bahwa pesantren tersebut tidak bisa dilepaskan dari sosok pendirinya, KH Muhammad Jarnuzi.

KH Muhammad Jarnuzi lahir di Tasikmalaya pada 1875 dan wafat pada 1980. Ia merupakan putra dari Mbah Madrai dan Ibu Mak Iyut. Dalam tradisi pesantren, sosok KH Jarnuzi dikenal sebagai ulama yang wara, zuhud, tekun beribadah, dan kuat dalam menjaga adab keilmuan.

Sebelum mendirikan pesantren di Pasir Bokor, KH Muhammad Jarnuzi menempuh perjalanan panjang mencari ilmu. Selama puluhan tahun, ia berguru di sejumlah pesantren tua, mulai dari Mama Kudang, Gunung Kawung, hingga Gunung Puyuh Sukabumi.

Sekitar 35 tahun perjalanan ilmu itu menjadi fondasi besar. Setelah kembali ke Tasikmalaya, KH Jarnuzi mendirikan pesantren salafiyah. Dari tempat inilah para santri belajar kitab tauhid, fiqih, mantik, akhlak, dan berbagai disiplin keilmuan Islam klasik.

Tongkat kepemimpinan pesantren kemudian diteruskan oleh putranya, KH Anas Muhazir. Di bawah kepemimpinan beliau, pesantren berkembang dan dikenal dengan nama Pondok Pesantren Al Munawwar Jarnauziyyah.

Meski zaman terus berubah, ciri utama pesantren tetap dijaga. Ilmu salafiyah menjadi ruh pendidikan. Tradisi ngaji kitab, penghormatan kepada guru, kesederhanaan hidup, dan pengabdian kepada masyarakat tetap menjadi nafas utama pesantren.

Keluarga besar KH Muhammad Jarnuzi juga menjadi bagian penting dari perjalanan pesantren. Dari silsilah keluarga tersebut lahir sejumlah tokoh yang meneruskan jejak keilmuan dan pengabdian, di antaranya H. Abas, Abah Entoh, KH Mustofa Karanganyar, KH Didi Darul Fadli, dan Hj. Komariah.

Haol Jadi Muhasabah Santri dan Alumni

Salah seorang alumni, KH Yanyan Bustomi, menyampaikan pesan mendalam tentang akhlak dan keteladanan Mama Pasir Bokor. Ia mengingatkan bahwa kebesaran seorang guru tidak hanya diukur dari luasnya ilmu, tetapi juga dari kerendahan hati dalam menjalani hidup.

“Mama Pasir Bokor sederhana. Tidak gengsi berguru meski gurunya lebih muda. Gemar menolong, zuhud, rajin ibadah. Itu warisan, jangan mati di kita,” tegasnya.

Pesan itu menggugah jamaah. Bagi para alumni, Haol Akbar di Pasir Bokor Tasikmalaya bukan sekadar mengenang nama besar pendiri pesantren. Lebih dari itu, haol menjadi ruang muhasabah untuk menimbang kembali sejauh mana ilmu telah diamalkan, akhlak telah dijaga, dan pengabdian telah diteruskan.

Haol juga menjadi pengingat bahwa pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama. Pesantren adalah benteng nilai. Di dalamnya ada sanad ilmu, keteladanan hidup, kedisiplinan adab, dan semangat membangun masyarakat dari akar rumput.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara menyampaikan rasa syukurnya dapat hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai keberadaan ulama dan pesantren merupakan kekayaan besar bagi Kota Tasikmalaya.

“Saya bangga Tasik punya ulama jumhur. Ilmunya luas, akhlaknya teladan. Ini kekayaan kota yang wajib kita rawat,” ujarnya.

Diky juga berharap Haol Akbar dan Harlah ke-96 Pondok Pesantren Al Munawwar Jarnauziyyah membawa keberkahan bagi masyarakat Kota Tasikmalaya. Menurutnya, doa para masyayikh, santri, dan alumni menjadi kekuatan moral dalam membangun daerah.

“Semoga Haol dan Harlah ini jadi keberkahan. Doa para masyayikh dan santri jadi energi kemajuan. Tasikmalaya butuh generasi cerdas, beradab, cinta tanah air,” paparnya.

Kegiatan Haol Akbar dan Harlah ke-96 ini akhirnya bukan hanya menjadi pertemuan besar keluarga pesantren. Di Pasir Bokor Tasikmalaya, ribuan santri seperti mengirim pesan yang sama: ilmu boleh diwariskan lewat kitab, tetapi keteladanan harus hidup dalam laku sehari-hari. Sebab kalau santri hanya pulang membawa kantong plastik konsumsi, itu namanya pulang acara; kalau pulang membawa tekad memperbaiki diri, itu baru pulang dari haol. (KRS/AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

PEPATAH MANIS Ciamis Hadirkan 58 Layanan di Sukamantri, Warga Bisa Urus Dokumen hingga Beli Pangan Murah

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis menghadirkan 58 jenis...

Hari Santri 2026 Pangandaran, PCNU dan Pemkab Rencanakan Upacara Bersama serta Berbagai Perlombaan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten...

Upacara Hari Jadi Pangandaran ke-14 Digelar 24 Oktober di Lapangan Parigi, Ini Rangkaian Acaranya

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pemerintah Kabupaten Pangandaran menjadwalkan upacara Hari...

Pangandaran Fest 2026 Berlangsung hingga 24 Oktober, Puluhan Stan UMKM Disiapkan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pangandaran Fest 2026 dijadwalkan berlangsung hingga...

Musabaqah Hari Santri 2026 Kota Tasikmalaya Jadi Ajang Pengembangan Kemampuan Santri

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Musabaqah Hari...

JAWA BARAT

BMKG Peringatkan Banjir Rob Jawa Barat hingga Awal November 2026, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Motor Trail di Lahan Kosong Bekasi Bikin Heboh, Siapa Pemilik Sebenarnya?

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Deretan sepeda motor trail yang terparkir...

103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan, Orang Tua Menanti Kepastian Penyebabnya

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kekhawatiran menyelimuti keluarga siswa SMP Negeri...

BPKH Bahas Dana Haji di Bandung, Kelolaan Capai Rp185,72 Triliun

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membahas...

Angkot Bandung Diusulkan Tanpa Setoran, Sopir Didorong Jadi Pemilik Kendaraan Sendiri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan...

Wakil Bupati Indramayu Ditahan, Terungkap Dugaan Rekayasa Tunjangan DPRD Rp18,79 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. BANDUNG – Wakil Bupati Indramayu ditahan...

Pinjaman Pemprov Jabar Tak Direstui Kemendagri, Pemborong Pekerjaan 2026 Siap-Siap Gigit Jari

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Rencana pinjaman Pemprov Jabar sebesar Rp3,4...

Insentif Rp100 Ribu Sebulan, Ribuan Guru PAUD Indramayu Menanti

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Ribuan guru Pendidikan Anak Usia Dini...

Olahraga

Kategori Populer