lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pendaftaran Mojang Jajaka Kuningan 2026 resmi dibuka mulai Senin, 20 Juli 2026. Pemuda dan pemudi Kabupaten Kuningan memiliki waktu hingga 13 Agustus untuk mengikuti ajang pencarian duta budaya dan pariwisata tersebut.
Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Kuningan 2026 diselenggarakan Paguyuban Mojang Jajaka bersama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini tidak hanya mencari figur yang akan mewakili daerah, tetapi juga menjadi ruang pengembangan karakter, kepemimpinan dan wawasan generasi muda.
Informasi pembukaan pendaftaran telah disampaikan melalui akun resmi Mojang Jajaka Kabupaten Kuningan. Calon peserta disarankan mengikuti perkembangan informasi pada kanal tersebut untuk memperoleh ketentuan, formulir serta tahapan seleksi yang diumumkan panitia.
Pendaftaran Mojang Jajaka Kuningan Dibuka Hampir Sebulan
Masa pendaftaran Pasanggiri Mojang Jajaka Kuningan 2026 berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 20 Juli sampai 13 Agustus. Rentang waktu tersebut dapat dimanfaatkan calon peserta untuk menyiapkan diri dan melengkapi kebutuhan administrasi sesuai pengumuman panitia.
Ajang ini dibuka sebagai wadah bagi generasi muda Kabupaten Kuningan yang ingin mengembangkan kemampuan sekaligus memperdalam pengetahuan mengenai budaya dan pariwisata daerah.
Mojang dan Jajaka yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi representasi Kabupaten Kuningan dalam berbagai kegiatan. Peran tersebut membutuhkan kemampuan komunikasi, pengetahuan daerah, kepercayaan diri serta kesediaan terlibat dalam promosi budaya dan pariwisata.
Karena persyaratan terperinci dan tautan pendaftaran dapat diperbarui selama periode penerimaan, calon peserta perlu mengacu pada pengumuman terbaru penyelenggara. Langkah ini penting agar peserta tidak menggunakan formulir lama atau memperoleh informasi dari akun yang tidak berkaitan dengan panitia.
Pendaftar juga perlu memperhatikan batas akhir pada 13 Agustus 2026. Berkas dan formulir sebaiknya tidak dikirim mendekati penutupan untuk menghindari kendala teknis maupun kekurangan dokumen yang baru diketahui pada saat terakhir.
Bukan Sekadar Ajang Mencari Pemenang
Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Kabupaten Kuningan Joehan Moeres mengatakan pasanggiri bukan sekadar ajang untuk mencari juara. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang bagi anak muda untuk berkembang, menghasilkan karya dan memberikan manfaat kepada daerah.
“Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Kuningan adalah ruang untuk bertumbuh, berkarya, dan mengabdi. Menang bukanlah tujuan utama, tetapi bagaimana kita mampu menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi daerah,” kata Joehan, dikutip dari Kuningan Mass.
Ia berharap semakin banyak anak muda Kuningan yang memiliki kebanggaan terhadap budaya daerah. Peserta juga diharapkan berani menggali potensi diri dan siap menjadi representasi Kabupaten Kuningan pada berbagai kesempatan di tingkat daerah maupun nasional.
Penekanan tersebut membuat proses pemilihan Mojang Jajaka tidak berhenti pada penampilan. Peserta dituntut memiliki pengetahuan, karakter, kemampuan berbicara di depan publik serta kepekaan terhadap potensi dan persoalan daerah.
Kuningan memiliki kekayaan budaya, sejarah dan destinasi wisata yang memerlukan dukungan promosi berkelanjutan. Duta daerah dapat mengambil peran dengan menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui kegiatan langsung maupun kanal digital.
Kemampuan memproduksi dan menyampaikan konten yang akurat juga menjadi semakin relevan. Generasi muda yang memahami media sosial dapat membantu mengenalkan daya tarik Kuningan kepada kelompok pembaca dan wisatawan yang lebih luas.
Pengalaman, Relasi dan Kemampuan Komunikasi
Ketua Pelaksana Pasanggiri Mojang Jajaka Kuningan 2026 Kayla Al-Ghifari mengajak pemuda dan pemudi Kuningan tidak ragu mengambil kesempatan tersebut. Menurut dia, keikutsertaan dalam pasanggiri dapat menjadi awal pengalaman yang bernilai bagi masa depan peserta.
Kayla mengatakan pengalamannya bersama Mojang Jajaka telah membuka kesempatan untuk memperluas relasi, memahami budaya daerah serta meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan komunikasi.
“Melalui Moka saya justru mendapatkan pengalaman berharga, memperluas relasi, memahami budaya daerah, sekaligus mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan komunikasi,” ujarnya.
Pengalaman itu menunjukkan bahwa manfaat pasanggiri tidak hanya diterima oleh peserta yang meraih gelar utama. Seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk mengenali kekuatan dan kekurangan dirinya.
Peserta juga berkesempatan bertemu anak muda dari berbagai wilayah Kabupaten Kuningan. Pertemuan tersebut dapat memperluas jaringan sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam kegiatan budaya, pariwisata, pendidikan maupun sosial.
Masyarakat yang berminat mengikuti Pendaftaran Mojang Jajaka Kuningan 2026 perlu memastikan informasi diperoleh melalui Paguyuban Mojang Jajaka dan Disporapar Kabupaten Kuningan. Calon peserta sebaiknya mencermati seluruh ketentuan sebelum mengirim formulir serta tidak menyerahkan data pribadi melalui akun yang tidak dapat diverifikasi. (NS/AS)
