Perairan Indramayu 20–22 Juli, Hembusan Angin Capai 35 Knot

lintaspriangan.comBERITA INDRAMAYU. Perairan Indramayu diprakirakan mengalami gelombang setinggi 0,7 hingga 1,2 meter selama 20–22 Juli 2026. Kecepatan angin berkisar 8–16 knot, sedangkan hembusan sesaat atau wind gust berpotensi mencapai 35 knot pada Rabu malam, 22 Juli.

Data tersebut tercantum dalam prakiraan cuaca maritim BMKG untuk Perairan Indramayu yang diterbitkan Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Tanjung Priok. Informasi ini penting diperhatikan nelayan, operator kapal kecil dan masyarakat yang beraktivitas di pesisir Indramayu.

Kondisi gelombang secara umum masih berada di bawah kategori sedang yang dimulai pada ketinggian 1,25 meter. Namun, peningkatan angin dan hembusan sesaat dapat mengubah kondisi permukaan laut dengan cepat, terutama bagi perahu berukuran kecil.

Gelombang Naik Bertahap hingga 1,2 Meter

BMKG memprakirakan tinggi gelombang signifikan di Perairan Indramayu berada di kisaran 0,7 meter sepanjang Senin, 20 Juli, hingga sebagian besar Selasa, 21 Juli 2026.

Gelombang kemudian diperkirakan meningkat menjadi 0,8 meter pada Selasa malam. Memasuki Rabu dini hari, 22 Juli, tinggi gelombang bergerak ke kisaran 0,9 meter.

Pada Rabu pagi hingga sore, gelombang diprakirakan berada antara 0,8 dan 0,9 meter. Kenaikan lebih jelas diproyeksikan terjadi pada malam hari. Gelombang signifikan mencapai sekitar 1,1 meter pada pukul 19.00 WIB dan 1,2 meter pada pukul 22.00 WIB.

Angka tersebut menggambarkan tinggi rata-rata dari sepertiga gelombang tertinggi yang terbentuk pada suatu periode. Gelombang individual yang ditemui kapal di lapangan dapat berbeda karena dipengaruhi angin, arus, kondisi pesisir dan perubahan cuaca lokal.

BMKG juga memprakirakan arah arus permukaan berubah-ubah selama periode tersebut. Arus bergerak ke sejumlah arah, antara lain tenggara, barat, barat laut, timur dan barat daya, dengan kecepatan sekitar 0,65 hingga 1,17 knot pada 20 Juli.

Pada 21–22 Juli, kecepatan arus permukaan diperkirakan berada di kisaran 0,69 sampai 1,11 knot. Perubahan arah arus perlu diperhatikan nelayan karena dapat memengaruhi jalur perahu, penggunaan bahan bakar dan penempatan alat tangkap.

Hembusan Angin 35 Knot Diprakirakan 22 Juli

Kecepatan angin pada Senin, 20 Juli, diprakirakan berkisar 8–11 knot. Angin bergerak dari tenggara, timur dan timur laut, kemudian berubah dari barat laut hingga utara menjelang Selasa pagi.

Hembusan sesaat pada periode tersebut dapat mencapai 23 knot. Kecepatan wind gust lebih tinggi daripada angin rata-rata karena menggambarkan lonjakan angin dalam waktu singkat.

Pada Selasa, 21 Juli, kecepatan angin berada pada kisaran 8–11 knot dengan hembusan sesaat antara 18–28 knot. Arah angin pada hari itu didominasi dari utara dan timur.

Kondisi diprakirakan menguat pada Rabu, 22 Juli. Angin rata-rata bergerak antara 10–16 knot, sementara hembusan sesaat meningkat hingga 35 knot pada pukul 19.00 dan 22.00 WIB.

Dalam peringatan dini gelombang tinggi BMKG, kecepatan angin maksimum untuk Perairan Indramayu juga diproyeksikan dapat mencapai 20 knot. Peringatan tersebut berlaku sampai Rabu, 22 Juli 2026, pukul 07.00 WIB.

Angka 20 knot pada peringatan dini dan wind gust 35 knot pada tabel prakiraan tidak menunjukkan data yang sama. Kecepatan angin menggambarkan kondisi angin utama, sedangkan wind gust merupakan hembusan sesaat yang dapat muncul jauh lebih kuat.

Perahu Nelayan Perlu Mencermati Waktu Melaut

Perahu nelayan merupakan kelompok yang paling perlu mencermati peningkatan angin di Perairan Indramayu. BMKG menyebut angin di atas 15 knot dan gelombang lebih dari 1,25 meter berisiko terhadap keselamatan perahu nelayan.

Dalam prakiraan 22 Juli, gelombang tertinggi memang masih berada sedikit di bawah ambang 1,25 meter. Namun, kecepatan angin diproyeksikan mencapai 16 knot pada malam hari, disertai hembusan sesaat hingga 35 knot.

Kombinasi tersebut dapat membuat perahu kecil lebih sulit dikendalikan. Risiko juga meningkat ketika kapal membawa muatan, alat tangkap atau hasil laut dalam jumlah besar.

Nelayan sebaiknya memeriksa pembaruan BMKG sebelum berangkat, terutama jika merencanakan perjalanan pada Rabu sore hingga malam. Jadwal melaut perlu disesuaikan dengan ukuran kapal, kemampuan mesin, jarak daerah penangkapan dan pengalaman awak.

Perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung, alat komunikasi, penerangan dan cadangan bahan bakar perlu dipastikan tersedia dan berfungsi. Nelayan juga disarankan menyampaikan rencana perjalanan kepada keluarga atau pengelola tempat pelelangan ikan.

Prakiraan maritim dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer dan kondisi laut. Karena itu, masyarakat pesisir Indramayu tidak cukup hanya berpatokan pada prakiraan yang diterbitkan sekali, tetapi perlu memeriksa pembaruan melalui kanal resmi BMKG selama 20–22 Juli 2026. (NS/AS)

Sukabumi Expo 2026

Sukabumi Expo 2026 Mulai 10 September, Job Fair Jadi Salah Satu...

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Sukabumi Expo 2026 dijadwalkan mulai berlangsung di Kabupaten Sukabumi pada Kamis, 10 September 2026, dan berlanjut hingga 13 September. Agenda tersebut masuk dalam...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Gelombang Tinggi Jabar 2,5–4 Meter Berlaku di Lima Perairan Selatan hingga Pukul 07.00

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Peringatan gelombang tinggi Jabar dengan ketinggian...

Jembatan Gantung Mertajaya Capai 82 Persen, Ditargetkan Rampung 3 November

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pembangunan Jembatan Gantung Mertajaya di Kabupaten Tasikmalaya telah...

Voli Putri Desa Pasawahan Juara Liga Desa Piala Bupati Garut 2026

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Voli putri Desa Pasawahan dari Kecamatan Tarogong Kaler...

RSUD Pameungpeuk Garut Bahas Kesiapsiagaan Bencana Hari Ini, Simulasi Lapangan 15 September

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. RSUD Pameungpeuk Garut dijadwalkan membahas kesiapsiagaan dan penanggulangan...

Pohon Tumbang Rusak Rumah Warga di Sukadana Ciamis, Kerugian Capai Rp5 Juta

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Angin cukup kencang memicu pohon tumbang...

JAWA BARAT

Drama Sunda Palagan Bubat Tampil Lima Sesi di Bandung Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Drama Sunda Palagan Bubat dijadwalkan tampil dalam lima...

Sukabumi Expo 2026 Mulai 10 September, Job Fair Jadi Salah Satu Agenda

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Sukabumi Expo 2026 dijadwalkan mulai berlangsung di Kabupaten...

Gelombang Tinggi Jabar 2,5–4 Meter Berlaku di Lima Perairan Selatan hingga Pukul 07.00

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Peringatan gelombang tinggi Jabar dengan ketinggian...

Dugaan Pencabulan oleh Guru SMAN 1 Pamanukan Subang, Siswa Sempat Gelar Aksi

lintaspriangan.com, BERITA SUBANG. Kasus dugaan pencabulan oleh guru...

Kebakaran TPA Galuga Terkendali, Pendinginan Jadi Fokus Penanganan

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Penanganan kebakaran TPA Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten...

Data Bencana Jawa Barat: 863 Ribu Jiwa Terdampak hingga 9 September 2026

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Data bencana Jawa Barat hingga Rabu,...

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Sampai Bandung, Pemkot Siapkan Mitigasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan langkah...

Surat Edaran Gubernur Jabar, Siaga Abu Vulkanik

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan...

Olahraga

Popular Categories