Home Dunia Idih! Utang AS Bengkak, Ujung-Ujungnya Minta Warga Patungan

Idih! Utang AS Bengkak, Ujung-Ujungnya Minta Warga Patungan

utang AS

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Minggu, 3 Mei 2026, lonjakan utang AS kembali menjadi sorotan setelah nilainya mendekati US$39 triliun, menandai tekanan fiskal yang semakin berat bagi Amerika Serikat di tengah dinamika ekonomi global.

Dalam perkembangan terbaru yang mengemuka pada awal Mei ini, posisi utang AS bahkan telah melampaui ukuran ekonomi negara tersebut. Rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) tercatat menembus 100%, sebuah level yang terakhir kali terjadi pada periode setelah Perang Dunia II.

Kondisi tersebut mencerminkan akumulasi defisit anggaran yang terus berlangsung selama bertahun-tahun. Pemerintah federal tercatat membelanjakan lebih banyak dibandingkan pendapatannya, dengan defisit tahunan yang mendekati US$1,9 triliun.

Tekanan juga datang dari meningkatnya beban bunga utang. Seiring membengkaknya utang AS, porsi anggaran yang digunakan untuk membayar bunga ikut meningkat. Bahkan, perubahan kecil pada suku bunga dapat berdampak besar terhadap beban fiskal dalam jangka panjang.

Di tengah situasi tersebut, proyeksi tambahan tekanan muncul dari potensi berkurangnya pendapatan negara. Sejumlah analisis memperkirakan kebijakan terkait tarif perdagangan dapat mengurangi pemasukan pemerintah hingga US$1,7 triliun dalam beberapa tahun ke depan, yang berpotensi mempercepat pertumbuhan utang AS.

Para ekonom menilai, rasio utang AS terhadap PDB menjadi indikator utama dalam melihat kesehatan fiskal negara. Semakin tinggi rasio tersebut, semakin besar pula risiko bahwa sumber daya negara akan terserap untuk membayar utang, bukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Meski demikian, Amerika Serikat masih memiliki posisi strategis sebagai penerbit mata uang cadangan dunia, yang membuatnya tetap memiliki ruang untuk membiayai utang, meskipun tekanan jangka panjang semakin terlihat.

Halaman selanjutnya: AS Minta Warga Patuhan untuk Bayar Utang