Refleksi HPN Ciamis 2026: Pers Ciamis Lahir dari Rahim Perjuangan

lintaspriangan.com, TAJUK LINTAS. HPN Ciamis tahun ini lewat dengan cara yang agak berbeda. Tidak terlalu riuh, tapi justru terasa lebih dekat. Di tengah arus informasi yang makin cepat, peringatan ini seperti memberi jeda, mengajak untuk melihat ke belakang, sebelum esok melangkah lagi ke depan.

Di titik itu, HPN Ciamis bukan lagi sekadar agenda tahunan. Ia berubah jadi ruang untuk mengingat: dari mana sebenarnya sikap pers di daerah ini terbentuk?

Kalau ditarik ke belakang, jawabannya tidak sederhana. Ia tidak lahir dari ruang kerja yang nyaman atau rutinitas yang rapi. Ia tumbuh dari pilihan-pilihan yang tidak mudah, bahkan sejak usia yang masih sangat muda.

Di Ciamis, jejak itu bisa ditelusuri pada sosok bernama Iwa Koesoema Soemantri. Pada 1915, saat usianya baru belasan tahun, ia mengambil keputusan yang tidak lazim. Ia keluar dari OSVIA, sebuah sekolah milik Belanda yang saat itu dianggap sebagai jalan aman menuju masa depan. Pilihan itu bukan soal pendidikan semata. ini bukti ia menolak arah yang menurutnya keliru .

Keputusan itu jelas bukan tanpa risiko. Di masa ketika banyak orang justru berlomba masuk ke dalam sistem kolonial, ia memilih berdiri di luar. Tidak ikut arus, tidak menunggu aman. Dari sana, jalan panjangnya terbentuk. Masa remajanya dipenuhi dengan belajar, berdebat, hingga terlibat dalam pergerakan.

Cerita itu mungkin terasa jauh. Tapi kalau dicermati, ada garis yang masih bisa ditarik ke hari ini.

Pers, pada dasarnya, berdiri di tempat yang tidak selalu nyaman. Ia berada di antara kepentingan, di tengah tekanan, dan sering kali harus mengambil posisi. Tidak selalu hitam-putih, tapi tetap butuh arah yang jelas.

Di situ relevansi HPN Ciamis terasa. Bukan pada seremoninya, tetapi pada upaya mengingat kembali sikap dasar itu. Bahwa sejak awal, dari tanah Galuh ini, sudah ada keberanian untuk tidak sekadar ikut arus.

Dalam praktik sehari-hari, tantangannya tentu berbeda. Pers hari ini berhadapan dengan kecepatan, algoritma, dan tuntutan publik yang terus berubah. Informasi datang dalam hitungan detik, sementara ruang untuk memverifikasi sering kali makin sempit.

Baca berita terkait: Di Usia Belia, Pahlawan Asal Ciamis Ini Sudah Terang-Terangan Anti Penjajah

Di tengah situasi seperti itu, pilihan tetap ada. Mau sekadar cepat, atau tetap cermat. Mau sekadar menyampaikan, atau benar-benar memahami.

Beberapa kegiatan dalam rangkaian HPN Ciamis 2026, mulai dari aksi bersih sungai Ciamis hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat, memberi gambaran kecil tentang upaya itu. Pers tidak hanya hadir sebagai pengamat, tapi juga siap terlibat.

Tentu, itu bukan jawaban atas semua hal. Tapi setidaknya ada usaha untuk kembali mendekat, tidak hanya lewat tulisan, tetapi juga lewat tindakan.

Namun yang lebih penting justru apa yang terjadi setelahnya.

Karena refleksi tidak berhenti di acara. Ia baru terasa ketika kembali ke rutinitas. Ketika harus memutuskan apa yang layak ditulis, bagaimana menuliskannya, dan sejauh mana berani mempertahankannya.

HPN Ciamis memberi kesempatan untuk melihat ulang posisi itu. Apakah pers masih menjaga jarak yang sehat dengan kekuasaan, atau justru terlalu dekat. Apakah masih menyisakan ruang kritis, atau mulai kehilangan ketajaman dan daya analis.

Jawaban atas pertanyaan itu tidak selalu mudah. Tapi justru di situlah makna “perjuangan” menemukan tempatnya.

Baca berita terkait: Di Usia Belia, Pahlawan Asal Ciamis Ini Sudah Terang-Terangan Anti Penjajah

Ia bukan lagi soal melawan dalam arti besar seperti masa lalu. Ia hadir dalam hal-hal kecil: ketelitian memilih fakta, keberanian mengoreksi, atau konsistensi menjaga akurasi.

Di Ciamis, warisan itu masih ada. Tidak selalu tampak di permukaan, tapi bisa dikenali dari cara sebagian jurnalis bekerja. Mereka dikenal tenang, tapi tidak asal. Dekat, tapi tetap menjaga batas.

Maka HPN Ciamis kali ini layak dilihat lebih dari sekadar peringatan. Ia seperti cermin yang diletakkan di depan wajah sendiri.

Tidak untuk menghakimi, tapi untuk memastikan satu hal sederhana: apakah arah yang diambil hari ini masih sejalan dengan nilai yang dulu dibangun?

Karena kalau melihat ke belakang, satu hal cukup jelas. Apa yang ada hari ini tidak muncul begitu saja. Ia lahir dari proses panjang, dari pilihan-pilihan yang tidak mudah, dari keberanian untuk tidak selalu sepakat.

Dan mungkin, itu yang perlu terus diingat. Setiap hari, para jurnalis datang, singgah dan pulang melalui Jalan Iwa Koesoema Soemantri. Sebuah nama yang bukan sekadar penanda lokasi, tetapi jejak sejarah tentang keberanian untuk tetap memiliki sikap. (HS)

tarif Bandros dan TMB

Tarif Bandros dan TMB Rp216 Berlaku 25–27 September 2026

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung memberlakukan tarif Bandros dan TMB sebesar Rp216 per perjalanan mulai Jumat, 25 September hingga Minggu, 27 September 2026. Tarif...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

437.793 Keluarga Terima Bantuan Beras Garut, Distribusi Ditarget Tuntas September

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Sebanyak 437.793 keluarga menjadi penerima bantuan beras Garut...

Anggap Desil Bansos Banjar Bermasalah, PPDI Sambangi BPS

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Sejumlah penyandang disabilitas di Kota Banjar...

907 Paket Pembangunan Kota Tasikmalaya Rp121,882 Miliar Diresmikan

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Sebanyak 907 paket pembangunan Kota Tasikmalaya tahun...

Kebakaran Lahan di Hegarsari Banjar, Api Berhasil Dipadamkan

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Kebakaran terjadi di lahan kebun milik...

Larangan Merokok Pangandaran, Dinkes Tegaskan Perokok Tak Langsung Didenda Rp50 Juta

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pemasangan papan larangan merokok Pangandaran di kawasan Pantai...

JAWA BARAT

Tarif Bandros dan TMB Rp216 Berlaku 25–27 September 2026

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung memberlakukan tarif Bandros dan...

Hibar Budaya Saung Kopi Hawwu Dimulai Hari Ini, Berlangsung Lima Hari di Kuningan

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Hibar Budaya Saung Kopi Hawwu mulai digelar...

Nikah Massal Kota Bandung Hari Ini, 10 Pasangan Dijadwalkan Akad di MPP

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sebanyak 10 pasangan dijadwalkan mengikuti nikah...

Job Fair Online Depok Digelar Hari Ini, Sekitar 15 Perusahaan Ikut

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Job fair online Depok digelar...

5 Peristiwa Jawa Barat: King Kobra, Temuan Kerangka di Kuningan hingga Duka Sepak Bola

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Sejumlah peristiwa Jawa Barat terjadi...

Demplot Ubi Jalar Kuningan Naikkan Panen dari 3,5 Ton Jadi 6,3 Ton per 100 Bata

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Penerapan demplot ubi jalar di Desa Linggamekar,...

Lulusan SMK Jabar Didorong Terhubung Langsung ke Perusahaan

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong...

Sumur Bor Majalengka Layani 3.599 Warga di Empat Desa Saat Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Empat sumur bor Majalengka kini melayani...

Olahraga

Popular Categories