Supertega! 45 Domba Kurban Palestina Milik Penggembala di Tepi Barat Dicuri Pemukim Yahudi

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Kabar pilu datang dari Tepi Barat menjelang Idul Adha. Seorang penggembala Palestina harus menelan kenyataan pahit setelah puluhan ternak yang disiapkan untuk kebutuhan hari raya dan sumber nafkah keluarga raib dicuri. Peristiwa ini membuat isu domba kurban Palestina kembali menjadi sorotan dunia, terutama karena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dan kekerasan terhadap warga sipil di wilayah pendudukan.

Laporan Reuters menyebut, seorang penggembala Palestina bernama Sameeha Rasheed kehilangan sekitar 45 ekor domba dari rumahnya di Masafer Yatta, kawasan dekat Hebron, Tepi Barat. Domba-domba itu disebut dicuri dalam serangan menjelang fajar pada 21 Mei 2026. Bagi keluarga Rasheed, kehilangan tersebut bukan hanya soal hewan kurban yang raib, melainkan juga pukulan telak terhadap sumber penghidupan mereka. Idul Adha yang semestinya menjadi momentum ibadah dan kebahagiaan berubah menjadi hari penuh luka.

45 Domba Kurban Dicuri Jelang Idul Adha

Kasus ini menyita perhatian karena menyentuh sisi paling dasar dari kehidupan warga Palestina di Tepi Barat: tanah, ternak, keluarga, dan ibadah. Sameeha Rasheed menyebut domba-domba itu dicuri dari rumahnya di Masafer Yatta, sebuah wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan dalam sengkarut konflik lahan dan permukiman.

- Advertisement -

Menurut laporan Reuters, pencurian itu diduga dilakukan oleh pemukim Yahudi di Tepi Barat. Peristiwa tersebut disebut terjadi sebelum matahari terbit, saat sebagian besar warga masih berada di rumah. Rekaman kamera pengawas atau CCTV dilaporkan menunjukkan adanya penyerang bertopeng yang mengambil ternak tersebut.

Sebelum pencurian terjadi, anjing penjaga milik keluarga Rasheed disebut lebih dulu hilang. Kondisi itu diduga membuat para pelaku lebih leluasa masuk dan membawa kabur ternak tanpa menimbulkan peringatan dari hewan penjaga. Detail ini membuat kasus tersebut terasa semakin dingin dan terencana. Bukan sekadar pencurian biasa, tetapi seperti serangan yang menghantam langsung denyut hidup keluarga penggembala.

Rasheed juga menghadapi beban keluarga yang berat. Suaminya dilaporkan sedang berjuang melawan kanker. Karena itu, 45 domba kurban dicuri bukan hanya berarti hilangnya persiapan Idul Adha, tetapi juga hilangnya modal ekonomi keluarga. Di wilayah seperti Masafer Yatta, ternak bukan sekadar aset. Ia adalah tabungan hidup, sumber pangan, sumber pendapatan, dan penopang martabat keluarga.

Dalam konteks Idul Adha di Palestina, kehilangan ternak kurban milik warga Palestina membawa makna yang jauh lebih dalam. Domba yang seharusnya menjadi bagian dari ibadah dan berbagi justru berubah menjadi simbol rapuhnya kehidupan warga kecil di tengah pusaran konflik. Bagi keluarga Rasheed, hari raya bukan datang dengan aroma masakan dan pembagian daging, melainkan dengan kabar kandang yang kosong.

Pencurian Ternak Jadi Bagian dari Tekanan di Tepi Barat

Kasus domba kurban Palestina ini tidak berdiri sendiri. Reuters melaporkan bahwa otoritas Palestina menyebut lebih dari 4.000 ternak telah dicuri sepanjang 2026, dengan nilai kerugian lebih dari 5 juta dolar Amerika Serikat. Angka tersebut menunjukkan bahwa pencurian ternak di Tepi Barat bukan lagi insiden kecil yang terpisah, melainkan bagian dari tekanan ekonomi yang terus dialami komunitas penggembala Palestina.

Badan kemanusiaan PBB, OCHA, juga beberapa kali mencatat laporan pencurian ternak milik warga Palestina oleh pemukim Israel di sejumlah wilayah Tepi Barat. Dalam salah satu laporan pada April 2026, OCHA menyebut sedikitnya 170 ternak milik warga Palestina dilaporkan dicuri dari dua komunitas di Ramallah Governorate. Laporan lain juga menyoroti intimidasi, ancaman kekerasan, pencurian ternak, serta pembatasan akses air yang membuat keluarga-keluarga penggembala makin terdesak.

Masafer Yatta sendiri sudah lama menjadi wilayah sensitif. Komunitas penggembala dan warga Palestina di kawasan ini hidup dalam tekanan panjang akibat konflik lahan, perluasan permukiman, dan ancaman pemindahan. Amnesty International sebelumnya juga menyoroti Masafer Yatta sebagai wilayah yang menghadapi risiko pemindahan paksa, disertai pola pelecehan, perusakan, pencurian properti, dan kekerasan fisik oleh pemukim.

Di tengah situasi itu, pencurian 45 domba milik Sameeha Rasheed menjadi potret kecil dari persoalan besar. Ia bukan hanya berita tentang kandang yang dibobol. Ia adalah cerita tentang keluarga yang kehilangan sandaran hidup menjelang hari raya. Ia juga menjadi tengara bahwa konflik di Tepi Barat tidak hanya berlangsung dalam bentuk bentrokan bersenjata atau sengketa politik tingkat tinggi, tetapi juga menyusup ke dapur, kandang, ladang, dan meja makan warga biasa.

Pihak militer Israel dilaporkan sempat dikerahkan setelah kejadian, namun tidak menemukan tersangka. Kasus tersebut kemudian disebut berada dalam penanganan kepolisian Israel. Hingga kini, belum ada laporan terbuka mengenai pemulihan seluruh ternak yang hilang atau penindakan terhadap para pelaku.

Bagi publik internasional, kisah ini kembali membuka pertanyaan tentang perlindungan warga sipil di Tepi Barat. Bagi umat Islam, ia menyayat karena terjadi menjelang Idul Adha, momentum ketika kurban seharusnya mengajarkan solidaritas, keikhlasan, dan kepedulian kepada sesama.

Namun bagi Sameeha Rasheed dan keluarganya, makna peristiwa itu jauh lebih sederhana sekaligus lebih pedih: 45 domba yang hilang adalah 45 harapan yang dirampas. Hari raya belum tiba sepenuhnya, tetapi kehilangan sudah lebih dulu mengetuk pintu rumah mereka. (AS)


Sumber:

PRIANGAN TIMUR

Aksi Solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya, Ketua MUI Ajak Kota Santri Bergerak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ajakan aksi solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya...

Tiang WiFi Roboh Timpa Kabel Listrik di Ciamis, Tiga Pekerja Tersengat

LintasPriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemasangan tiang jaringan internet di...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis Berubah, Kick-off Jam Berapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

JAWA BARAT

Atlet Muaythai Kota Cirebon Dilaporkan Raih Emas Perdana Porprov Jabar 2026

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Muaythai Kota Cirebon dilaporkan menyumbangkan medali...

Nasib Pedagang Bundaran Cibiru Usai 48 Bangunan Ditertibkan, Boleh Jualan tetapi Tanpa Relokasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penertiban 48 bangunan di kawasan Bundaran...

Banjir dan Longsor Jawa Barat: 197 Kejadian Tercatat hingga November 2026

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ancaman banjir dan longsor Jawa Barat...

Hujan Es di Kuningan Terjang Luragung, Angin Kencang Rusak Sejumlah Bangunan

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Hujan es di Kuningan disertai angin...

Video Viral Puskesmas Bantarujeg, Bupati Majalengka Datangi Pasien dan Siapkan Evaluasi

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Video viral Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka,...

Berulangnya Insiden Gas Pindo Deli Karawang, Sejauh Mana Pengawasan Keselamatan Industri?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Insiden paparan bahan kimia di PT...

BMKG Perbarui Peringatan Cuaca Cianjur, Pasirkuda Masuk Wilayah Waspada Hujan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Pemulihan Pascabencana Kuningan, Delapan Rumah Rusak Berat dan Dua Keluarga Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pemulihan pascabencana Kuningan menjadi perhatian setelah...

Olahraga

Kategori Populer