Kasus Salah Sasaran Iuran Kesehatan, Peran Kadinkes Ciamis Layak Jadi Sorotan

lintaspriangan.comBERITA CIAMIS. Kasus salah sasaran iuran kesehatan di Kabupaten Ciamis tidak cukup dibaca sebagai persoalan data penerima bantuan yang keliru. Setelah angka Rp160,57 juta mencuat dalam temuan BPK, pertanyaan berikutnya justru bergerak ke titik yang lebih tajam: bagaimana data yang dinilai tidak layak bisa tetap lolos sampai menjadi dasar pembayaran APBD?

Dalam konteks ini, peran Kadinkes Ciamis layak menjadi sorotan. Sebab, berdasarkan alur yang dikutip BPK, Dinas Kesehatan bukan sekadar penerima data dari bawah. Dinas Kesehatan berada pada jalur akhir sebelum data peserta PBPU/BP ditetapkan melalui Keputusan Bupati dan diserahkan kepada BPJS Kesehatan. :contentReference[oaicite:0]{index=0}

Dinkes Bukan Sekadar Penerima Data

PBPU/BP adalah singkatan dari Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja. Dalam kasus ini, yang dimaksud adalah peserta jaminan kesehatan yang iurannya ditanggung pemerintah daerah melalui APBD.

Dalam LHP atas LKPD Kabupaten Ciamis Tahun 2025, BPK menjelaskan mekanisme perubahan peserta PBPU/BP. Masyarakat mengusulkan pendaftaran atau pemberhentian kepesertaan ke desa atau kelurahan. Pemerintah desa/kelurahan kemudian menyampaikan usulan penghapusan atau penambahan peserta ke Dinas Sosial melalui SLRT.

Setelah itu, SLRT melakukan verifikasi dan validasi peserta PBPU/BP, lalu menyerahkannya ke Dinas Sosial. Dinas Sosial kemudian menyampaikan data tersebut kepada Dinas Kesehatan.

Namun, alur tidak berhenti di sana. BPK mencatat, Dinas Kesehatan mengusulkan data perubahan peserta PBPU/BP untuk ditetapkan dengan Keputusan Bupati. Setelah ditetapkan, Dinas Kesehatan menyerahkan data peserta PBPU/BP kepada BPJS Kesehatan.

Di titik ini, posisi Dinas Kesehatan menjadi sangat krusial. Jika ada data keliru dari desa, kelurahan, SLRT, atau Dinas Sosial, seharusnya data itu masih bisa disaring sebelum berubah menjadi keputusan resmi dan dasar pembayaran.

Dengan kata lain, Dinas Kesehatan adalah pagar akhir. Kalau pagar akhir ikut terbuka, data yang salah bisa melenggang seperti tamu undangan. Bedanya, yang dibayar bukan konsumsi hajatan, melainkan uang APBD.

Pagar Akhir Verifikasi yang Jebol

BPK menyebut pembayaran PBPU/BP sebesar Rp160.574.400 tidak tepat sasaran. BPK juga mencatat data penerima iuran tidak mutakhir sesuai kondisi sebenarnya. Lebih jauh, tujuan Pemkab Ciamis atas pembayaran bantuan jaminan kesehatan bagi penduduk miskin dan/atau tidak mampu dinilai belum sepenuhnya tercapai. :contentReference[oaicite:2]{index=2}

Yang membuat temuan ini lebih tajam, BPK secara jelas menyebut salah satu penyebabnya. Dalam laporan itu, BPK menulis bahwa Kepala Dinas Kesehatan selaku Pengguna Anggaran atau PA tidak melakukan verifikasi dan validasi atas data peserta yang akan ditetapkan sebagai penerima iuran.

Artinya, sorotan terhadap Kadinkes Ciamis tidak berdiri di ruang kosong. Sorotan itu muncul karena jabatan Kadinkes melekat dengan kewenangan anggaran dan proses administrasi sebelum pembayaran dilakukan.

Dalam kajian unsur korupsi, temuan ini memang belum dapat langsung disimpulkan sebagai tindak pidana. Namun, red flag-nya patut dibaca serius. Ada uang daerah. Ada pembayaran yang tidak tepat sasaran. Ada kewenangan jabatan. Ada pihak yang menerima manfaat meski dinilai tidak layak.

Unsur yang masih harus didalami adalah apakah kegagalan verifikasi itu hanya kelalaian administratif, atau ada bentuk pembiaran sadar. Pertanyaan ini penting karena data yang keliru tidak berhenti sebagai angka di tabel. Data itu berubah menjadi pembayaran yang benar-benar keluar.

BPK juga merekomendasikan agar Kepala Dinas Kesehatan melakukan verifikasi dan validasi atas data peserta yang akan ditetapkan sebagai penerima iuran. Selain itu, BPK merekomendasikan koordinasi dengan BPJS serta pemrosesan pemberian bantuan yang tidak tepat sasaran pada 354 orang penerima bantuan.

Maka, pertanyaan publik menjadi sederhana: apakah setelah temuan BPK, Dinas Kesehatan sudah membersihkan data peserta? Apakah 354 penerima yang dinilai tidak layak sudah diproses? Apakah uang Rp160,57 juta itu dikompensasikan, dikoreksi, atau dibiarkan menjadi catatan pemeriksaan semata?

Peran Kadinkes Ciamis menjadi penting dijelaskan secara terbuka. Bukan untuk menghakimi sebelum ada proses hukum, tetapi untuk memastikan bahwa bantuan iuran kesehatan benar-benar sampai kepada warga yang berhak.

Sebab, dalam program bantuan kesehatan, data bukan sekadar daftar nama. Di balik data itu ada uang publik, ada warga miskin yang seharusnya dilindungi, dan ada tanggung jawab pejabat yang diberi kewenangan untuk memastikan bantuan tidak salah alamat. (NS/AS)

🏆 Tebak Final 2026 • Masih dibuka

Kuis Piala Dunia 2026

Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

⏱️ Deadline: 2026-07-19 23:59:00 WIB 🛡️ Anti duplikat 📊 Ranking otomatis
Gabung Channel WhatsApp Lintas Priangan
Dapatkan update berita terbaru, isu lokal penting, dan informasi pilihan langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Channel WhatsApp

Berita lainnya:

Saka Bhayangkara Ciamis Cetak Calon Pemimpin Muda, Kontingen Banjarsari Siap Ikuti Perjusami Akbar

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pembinaan karakter generasi muda terus menjadi perhatian jajaran Polri. Melalui Gerakan Pramuka, Saka Bhayangkara Ciamis kembali mengirimkan...

Pesan Dandim Ciamis untuk Prajurit: Tubuh Sehat, Tugas Berat Bisa Dihadapi

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pesan Dandim Ciamis kepada seluruh prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kodim 0613/Ciamis tidak...

Santunan Kematian Kelurahan Maleber Ciamis, Warga Berduka Kini Dapat Bantuan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Santunan Kematian Kelurahan Maleber resmi diluncurkan sebagai program sosial baru yang digagas Paguyuban Ketua RT Kelurahan...

Terbaru

Pesta Rakyat Brimob Tasikmalaya Diserbu Ribuan Warga, Mako yang Biasanya Tertutup Berubah Jadi Panggung Kebersamaan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemandangan yang jarang terjadi terlihat di Mako...

Terungkap! Dana BUMDes Sukamukti Rp134 Juta Belum Kembali, Jalur Hukum Menanti

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Polemik dugaan penyalahgunaan Dana BUMDes Sukamukti...

Perangkat Desa Waringinsari Resmi Dipecat Usai Kasus Dugaan Asusila Viral

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Gelombang protes yang dilakukan ratusan warga...

Detik-Detik Fortuner Hantam 5 Motor di Kawalu Tasikmalaya, Polisi Selidiki Penyebabnya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Suasana sore di kawasan Kawalu, Kota...

Patroli Malam Langensari, Polisi Jaga Objek Vital dan Cegah Kejahatan Sejak Dini

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Saat sebagian besar warga mulai beristirahat, aktivitas anggota...

Piala Dunia 2026

Prediksi Norwegia vs Inggris: Haaland Ancam Pertahanan Rapuh Inggris

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Prediksi Norwegia vs Inggris pada perempat...

Hasil Spanyol vs Belgia 2-1, Gol Merino Antar La Roja ke Semifinal

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Spanyol harus menunggu hingga dua menit...

Prediksi Spanyol vs Belgia: Tembok La Roja Ditantang 13 Gol

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Prediksi Spanyol vs Belgia menjadi salah...

Prancis ke Semifinal, Mbappe Tebus Penalti Gagal Saat Bungkam Maroko

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Prancis menjaga langkahnya di Piala Dunia...

Prediksi Prancis vs Maroko: Lawan Favorit Juara, Maroko Tanpa Mesin Gol

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Prediksi Prancis vs Maroko menjadi salah...

Daerah lainnya

Penertiban Knalpot Brong Bandung Digencarkan, Polisi Ingin Warga Kembali Nikmati Lingkungan yang Tenang

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Suara bising knalpot brong yang selama ini...

Bandara Husein Bandung Dilirik 6 Maskapai, Rute Bali-Malaysia Dibahas

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Bandara Husein Sastranegara Bandung kembali masuk radar...

Bocah Kecanduan Hirup Bensin di Sukabumi Viral, Fakta Pilunya Bikin Hati Terenyuh

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah...

Kekeringan Jabar Meluas, Ribuan Warga Krisis Air Bersih

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kekeringan mulai menekan kehidupan warga di sejumlah daerah...

Perspektif

Popular Categories