lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Prancis menjaga langkahnya di Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Maroko 2-0 pada laga perempat final, Jumat, 10 Juli 2026. Kemenangan ini membuat Prancis melaju ke semifinal dan kembali menunjukkan wajah sebagai tim besar yang tahu cara keluar dari tekanan.
Laga ini tidak langsung nyaman bagi Prancis. Mereka sempat dibuat kesal oleh pertahanan rapat Maroko dan aksi gemilang Yassine Bono. Bahkan, Kylian Mbappe sempat gagal mengeksekusi penalti pada babak pertama sebelum akhirnya bangkit dan menjadi pembeda pada babak kedua.
Bono Sempat Gagalkan Penalti, Prancis Dibuat Buntu
Prancis langsung mencoba menekan sejak awal pertandingan. Mereka berusaha menguasai area berbahaya Maroko dengan serangan cepat dari sisi sayap dan bola-bola menusuk ke kotak penalti.
Pada menit ke-4, Dayot Upamecano mendapat peluang lewat sundulan rendah setelah menyambut umpan silang. Namun, Bono tampil sigap dan berhasil melakukan penyelamatan penting. Momen ini menjadi tanda awal bahwa kiper Maroko tersebut tidak datang untuk sekadar jadi penonton.
Drama besar kemudian terjadi pada menit ke-25. Wasit Facundo Tello memberikan penalti untuk Prancis setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang Maroko. Para pemain Maroko sempat memprotes keputusan itu. Wasit lalu meninjau kejadian melalui VAR.
Setelah pengecekan, keputusan tidak berubah. Penalti tetap diberikan untuk Prancis.
Mbappe maju sebagai algojo pada menit ke-28. Situasinya terlihat ideal bagi Prancis untuk membuka skor lebih cepat. Namun, Bono membaca arah bola dengan sangat baik. Tendangan Mbappe ke sisi kanan bawah gawang berhasil digagalkan.
Maroko selamat dari kebobolan. Prancis harus menahan kecewa.
Gagal penalti itu membuat laga semakin hidup. Maroko seperti mendapat suntikan kepercayaan diri, sementara Prancis makin bernafsu memburu gol. Desire Doue sempat menusuk ke kotak penalti pada menit ke-35 dan melepas tembakan, tetapi Bono kembali mampu menggagalkan peluang itu.
Menjelang turun minum, Lucas Digne nyaris memecah kebuntuan lewat tembakan jarak jauh. Bola yang ia lepaskan mengarah berbahaya, tetapi hanya membentur mistar gawang. Prancis kembali gagal unggul.
Babak pertama pun selesai dengan skor 0-0. Prancis punya banyak peluang, tetapi Maroko masih bertahan. Bono benar-benar menjadi tembok. Kalau gawang bisa bicara, mungkin sudah minta istirahat lebih dulu.
Mbappe Bangkit, Dembele Kunci Kemenangan Prancis
Memasuki babak kedua, Prancis bermain dengan tempo lebih tajam. Mereka tidak membiarkan kegagalan penalti terus menghantui pertandingan. Tekanan demi tekanan kembali diarahkan ke pertahanan Maroko.
Gol yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-60. Mbappe menebus kegagalannya dengan cara paling meyakinkan. Menerima umpan dari Desire Doue, ia melepas tembakan dari jarak menengah. Bola meluncur masuk ke sisi kanan gawang Maroko.
Prancis unggul 1-0.
Gol itu menjadi titik balik. Mbappe yang sempat gagal dari titik putih berubah menjadi pemain yang membuka jalan kemenangan. Selebrasinya terasa seperti ledakan emosi setelah menahan beban sejak babak pertama.
Maroko mencoba merespons. Pelatih Mohamed Ouahbi memasukkan Sofyan Amrabat dan Soufiane Rahimi pada menit ke-62. Perubahan dilakukan untuk menambah tenaga dan keberanian di lini tengah serta depan.
Namun, Prancis justru kembali mencetak gol pada menit ke-66. Kali ini Mbappe menjadi pemberi umpan. Ia mengirim bola kepada Ousmane Dembele di sekitar kotak penalti. Dembele kemudian melepas tembakan yang membuat bola masuk ke sudut kanan bawah gawang.
Skor menjadi 2-0 untuk Prancis.
Dua gol dalam rentang enam menit membuat Maroko berada dalam situasi sulit. Mereka harus mengejar, tetapi serangan mereka tidak cukup tajam. Maroko memang berusaha memainkan bola, tetapi jarang benar-benar membuat pertahanan Prancis panik.
Data pertandingan juga memperlihatkan perbedaan itu. Prancis mencatat 22 tembakan, dengan 8 di antaranya mengarah ke gawang. Maroko hanya membuat 5 tembakan dan cuma 1 yang tepat sasaran. Sederhananya, Maroko cukup berani membawa bola, tetapi Prancis jauh lebih sering mengancam.
Pada menit ke-63, Issa Diop mendapat kartu kuning setelah melakukan tekel keras. Kartu itu membuatnya harus absen pada pertandingan berikutnya jika Maroko lolos. Namun, karena Maroko akhirnya kalah, catatan itu menjadi bagian dari malam yang pahit bagi mereka.
Prancis kemudian melakukan beberapa pergantian. Warren Zaire-Emery masuk menggantikan Manu Kone pada menit ke-71. Bradley Barcola masuk menggantikan Desire Doue pada menit ke-77. Di menit yang sama, Jean-Philippe Mateta juga masuk menggantikan Mbappe.
Pergantian Mbappe menjadi perhatian karena ia harus keluar lapangan akibat cedera. Ini menjadi catatan penting bagi Prancis. Kemenangan sudah di tangan, tetapi kondisi Mbappe bisa menjadi pertanyaan besar menjelang semifinal.
Pada menit-menit akhir, Prancis masih berpeluang menambah gol. Mateta mendapat peluang emas pada menit ke-88 setelah menyambut bola dari sepak pojok Dembele. Namun, sundulannya melambung. Pada menit ke-90+4, Mateta kembali mendapat kesempatan, tetapi Bono lagi-lagi membuat penyelamatan bagus.
Pertandingan akhirnya selesai dengan skor 2-0 untuk Prancis.
Maroko tersingkir setelah memberi perlawanan, tetapi gagal menemukan cara untuk merusak pertahanan Prancis. Sementara itu, Prancis melaju ke semifinal dengan cerita besar tentang Mbappe: gagal penalti, bangkit, mencetak gol, lalu memberi assist.
Malam itu, Mbappe bukan hanya menebus kesalahan. Ia mengubah rasa cemas Prancis menjadi tiket semifinal. (NS/AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
