Argentina vs Swiss: Messi Nyaris Pulang, Swiss Siap Mengejutkan

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Argentina vs Swiss menjadi salah satu laga paling menarik di perempat final Piala Dunia 2026.

Pertandingan ini bukan hanya mempertemukan juara bertahan dengan tim kuda hitam. Lebih dari itu, laga ini datang setelah dua cerita dramatis yang sama-sama membuat publik sepak bola menoleh.

Argentina lolos dengan cara yang benar-benar menegangkan. Tim Tango sempat berada di tepi jurang saat menghadapi Mesir pada babak 16 besar. Tertinggal 0-2, Argentina nyaris pulang lebih cepat dari Piala Dunia 2026.

Situasi semakin panas karena Lionel Messi sempat gagal mengeksekusi penalti pada babak pertama. Bagi pemain sebesar Messi, momen seperti itu tentu menjadi tekanan besar. Apalagi, Piala Dunia 2026 disebut-sebut bisa menjadi panggung terakhirnya bersama Argentina.

Namun Argentina belum habis. Saat waktu normal tinggal menyisakan beberapa menit, juara bertahan itu bangkit. Cristian Romero memperkecil ketertinggalan pada menit ke-79. Messi kemudian menebus kegagalan penaltinya dengan gol penyama kedudukan pada menit ke-83.

Drama akhirnya ditutup oleh Enzo Fernandez. Golnya pada masa tambahan waktu membawa Argentina menang 3-2 atas Mesir dan memastikan tiket ke perempat final.

Kemenangan itu membuat Argentina tetap hidup. Tetapi cara mereka lolos juga memberi pesan penting: tim asuhan Lionel Scaloni masih punya daya juang besar, namun tidak benar-benar kebal dari kepanikan.

Di sisi lain, Swiss datang dengan cerita yang tak kalah kuat. Mereka menyingkirkan Kolombia lewat adu penalti setelah bermain 0-0 sepanjang waktu normal dan tambahan waktu.

Swiss menang 4-3 dalam adu penalti. Ruben Vargas menjadi salah satu tokoh penting setelah mencetak penalti penentu. Kiper Gregor Kobel juga berperan besar karena mampu menggagalkan eksekusi Cucho Hernandez.

Hasil itu membawa Swiss ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954. Artinya, laga melawan Argentina bukan hanya pertandingan besar, tetapi juga kesempatan langka bagi Swiss untuk menulis sejarah baru.

Argentina tentu lebih difavoritkan. Mereka punya Messi, pengalaman besar, dan status sebagai juara bertahan. Namun Swiss punya modal yang tidak bisa diremehkan: organisasi permainan rapi, mental kuat dalam laga ketat, dan keberanian menghadapi tekanan.

Laga Argentina vs Swiss pun terasa seperti duel antara nama besar dan keberanian. Argentina membawa misi mempertahankan gelar. Swiss membawa ambisi membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tamu di delapan besar.

Bagi Messi, pertandingan ini bisa menjadi ujian besar berikutnya. Setelah nyaris tersingkir oleh Mesir, Argentina tidak boleh lagi memberi ruang bagi lawan untuk percaya diri terlalu lama.

Sebab Swiss sudah menunjukkan satu hal: mereka bisa bertahan dalam tekanan, menunggu momen, lalu menghukum lawan saat pertandingan masuk fase paling menegangkan.

Jika Argentina lengah, Swiss bisa menjadi cerita besar berikutnya di Piala Dunia 2026. Dan jika itu terjadi, judulnya akan sangat menyakitkan bagi publik Argentina: Messi selamat dari Mesir, tetapi terpeleset di hadapan Swiss. (NS/AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

SDN 1 Gerba Ciamis Terbakar, Api Muncul Saat Anak Bermain Layangan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Bangunan SDN 1 Gerba di Dusun...

Penetapan Calon Ketua KONI Banjar Dijadwalkan Hari Ini, 8 Bacalon Sebelumnya Ambil Formulir

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Tahapan pemilihan Ketua KONI Banjar periode 2026–2030...

Rektor ITG Baru Dorong Pemanfaatan AI untuk Pembelajaran dan Inovasi

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Memasuki Senin, 24 Agustus 2026, Rektor ITG periode...

Porseni Madrasah Jabar Masuki Hari Terakhir, 174 Siswa Kota Tasikmalaya Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Porseni Madrasah Jabar 2026 memasuki hari terakhir...

Gudang Miras di Ciamis Kembali Digerebek FPI, Puluhan Botol Dihancurkan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peredaran minuman keras (miras) di Kabupaten...

JAWA BARAT

Eagle Fight Championship Digelar di Cirebon 23 Agustus, 80 Petarung Dijadwalkan Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Eagle Fight Championship dijadwalkan digelar di Wahaha...

Sumedang Swimming Sprint Masuki Hari Terakhir 23 Agustus, 1.556 Atlet Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Sumedang Swimming Sprint KA IV dijadwalkan memasuki...

Pameran Alutsista Bekasi Berlanjut 23 Agustus, Panser Anoa Bisa Dilihat Warga

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pameran alutsista Bekasi masih dijadwalkan berlangsung di...

Bandung Art Month 9 Mulai 23 Agustus, Berlangsung Sebulan di Berbagai Ruang Seni

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Bandung Art Month 9 memasuki periode penyelenggaraan mulai...

Gempa M5,8 Guncang Sumur Banten, Disusul M3,8: Warga agar Waspada

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,8...

Bandung Great Sale Mulai 21 Agustus, Lebih dari 700 Pelaku Usaha Terlibat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Bandung Great Sale 2026 dijadwalkan mulai Jumat,...

Warga Perbatasan Kuningan-Cirebon Siaga Kebakaran Bentuk MPA

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Masyarakat di kawasan perbatasan Kabupaten Kuningan...

Pemuda Kabupaten Bogor Punya Usaha? Kesempatan Emas Program Inkubasi, Kuota Terbatas

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kabar baik bagi pemuda Kabupaten Bogor...

Olahraga

Popular Categories