lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Memasuki Senin, 24 Agustus 2026, Rektor ITG periode 2026–2031 Hilmi Aulawi mulai membawa agenda pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pengembangan Institut Teknologi Garut. Hilmi dilantik dua hari sebelumnya, Sabtu, 22 Agustus 2026, di Ballroom Al Musaddadiyah, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.
Dalam arah kepemimpinannya, Hilmi menempatkan AI sebagai salah satu teknologi yang perlu dimanfaatkan dalam pembelajaran, penelitian, pelayanan akademik, pengambilan keputusan, hingga pengembangan inovasi. Ia juga menekankan pemanfaatan teknologi tersebut tetap harus memperhatikan integritas akademik, etika, dan nilai kemanusiaan.
Rektor ITG Soroti Perubahan Akibat AI
Perkembangan AI menjadi salah satu isu yang disampaikan Rektor ITG setelah dipercaya memimpin kampus tersebut untuk periode lima tahun ke depan. Hilmi menilai perubahan teknologi telah memunculkan profesi-profesi baru sekaligus mengubah kebutuhan pembelajaran di perguruan tinggi.
Menurut dia, pola pembelajaran mahasiswa perlu semakin personal, fleksibel, kontekstual, dan berkaitan dengan persoalan nyata. Pemanfaatan AI diposisikan sebagai nilai tambah untuk mendukung perubahan tersebut, bukan menggantikan prinsip akademik yang berlaku.
Hilmi juga membawa orientasi agar ITG tidak hanya menjalankan fungsi pengajaran. Kampus, menurut arah yang disampaikannya, perlu tetap produktif dalam penelitian, menghasilkan inovasi dan kewirausahaan, serta memastikan pengetahuan yang dikembangkan memberikan dampak nyata.
Situs resmi ITG per 24 Agustus mencantumkan Prof. Dr. Hilmi Aulawi sebagai rektor, didampingi tiga wakil rektor yang menangani bidang akademik; keuangan, administrasi umum, perencanaan dan sumber daya manusia; serta kemahasiswaan dan kerja sama.
Pemkab Garut Dorong Sinergi dengan Kampus
Pelantikan Rektor ITG juga menjadi momentum penguatan hubungan antara perguruan tinggi tersebut dan Pemerintah Kabupaten Garut. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin yang menghadiri pelantikan menyoroti potensi pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pekerjaan publik maupun pemerintahan.
Pemkab Garut menyebut sejumlah alumni ITG telah berkiprah di lingkungan pemerintah kabupaten. Syakur berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat kontribusi kampus terhadap pembangunan daerah. Namun, sumber resmi yang tersedia belum merinci program baru, jadwal pelaksanaan, maupun bentuk kerja sama khusus Pemkab dan ITG dalam penerapan AI.
Kolaborasi kedua pihak sebelumnya juga terlihat dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata ITG. Pada Juli 2026, Pemkab Garut melepas 378 mahasiswa KKN ITG untuk menjalankan kegiatan di masyarakat.
Dengan pergantian kepemimpinan tersebut, pemanfaatan AI menjadi salah satu arah yang disampaikan ITG untuk periode 2026–2031. Implementasi konkretnya, termasuk apakah akan diwujudkan melalui program bersama Pemkab Garut, masih menunggu agenda dan kebijakan lanjutan dari kedua institusi. (NS/AS)







