lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mencatat kebakaran lahan Cibenda seluas sekitar satu hektare di Dusun Budiasih dan Dusun Cibenda, Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, dalam laporan harian Senin, 24 Agustus 2026. Laporan tersebut menjadi perkembangan kebencanaan terbaru yang tersedia menjelang Selasa, 25 Agustus 2026.
BPBD mencantumkan lokasi kebakaran di Dusun Budiasih RT 02/RW 020 dan Dusun Cibenda RT 01/RW 014. Namun, laporan harian itu belum merinci waktu awal kebakaran, penyebab, jenis lahan atau vegetasi yang terbakar, maupun kondisi penanganan di lokasi.
Dua Dusun Masuk Laporan Kebakaran Lahan Cibenda
Catatan kebakaran lahan Cibenda muncul setelah sehari sebelumnya BPBD Pangandaran melaporkan tidak ada kejadian bencana dalam laporan harian Minggu, 23 Agustus 2026. Dengan demikian, kebakaran lahan menjadi salah satu kejadian baru yang masuk dalam pemantauan Pusdalops BPBD pada laporan berikutnya.
Luas lahan yang terbakar ditulis sekitar satu hektare. BPBD tidak memberikan rincian pembagian luas kebakaran antara Dusun Budiasih dan Dusun Cibenda sehingga angka tersebut tidak dapat dipisahkan untuk masing-masing lokasi berdasarkan laporan yang tersedia.
Laporan BPBD tertanggal 24 Agustus juga mencatat kegiatan penyaluran 5.000 liter air bersih ke Dusun Nagrog, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang. Bantuan tersebut ditujukan kepada 25 kepala keluarga atau 75 jiwa. Penyaluran air itu merupakan kejadian terpisah dan laporan BPBD tidak mengaitkannya sebagai penyebab maupun dampak langsung kebakaran di Desa Cibenda.
Selain mencatat kejadian, Pusdalops BPBD Pangandaran melakukan pemantauan terhadap 10 kecamatan dan 93 desa melalui WhatsApp, call center, serta media sosial. Informasi dari BNPB, BPBD Jawa Barat, dan BMKG juga masuk dalam pemantauan harian.
Penyebab dan Penanganan Belum Dirinci
Untuk wilayah Parigi, laporan BPBD mencantumkan prakiraan cuaca berawan dengan suhu 23–26 derajat Celsius dan kelembapan 73–96 persen. Arah angin secara umum tercatat dari barat dengan kecepatan 14–16 kilometer per jam. Data cuaca tersebut merupakan bagian dari laporan harian dan tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan penyebab kebakaran lahan Cibenda tanpa hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Sampai laporan itu diterbitkan, BPBD juga belum mencantumkan informasi mengenai korban, kerusakan bangunan, sumber api, ataupun luas tambahan di luar perkiraan satu hektare. Karena itu, belum ada dasar dari laporan resmi tersebut untuk menyimpulkan apakah kebakaran dipicu aktivitas manusia, kondisi cuaca, atau faktor lainnya.
Informasi mengenai apakah api telah sepenuhnya dipadamkan juga tidak tercantum dalam laporan yang tersedia. Perkembangan penanganan dan perubahan luas area terbakar masih perlu merujuk pada pembaruan resmi berikutnya dari BPBD Kabupaten Pangandaran. (NS/AS)







