lintaspriangan.com, BERITA BULU TANGKIS. Kejuaraan Dunia BWF 2026 memasuki hari final di New Delhi, India, Minggu, 23 Agustus 2026. Indonesia sudah dipastikan mengakhiri turnamen dengan medali perunggu dari ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah setelah langkah mereka terhenti di semifinal sehari sebelumnya.
Amri/Nita kalah dari unggulan pertama asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, melalui pertandingan tiga gim selama 97 menit pada Sabtu, 22 Agustus. Pasangan Indonesia memenangi gim pertama 22-20, kemudian kalah 14-21 dan 20-22 pada dua gim berikutnya.
Amri/Nita Sempat Paksa Gim Penentuan hingga 20-20
Pertandingan semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026 berlangsung ketat sejak gim pertama. Amri/Nita sempat tertinggal 18-20 sebelum merebut empat poin berturut-turut dan menutup gim pembuka dengan kemenangan 22-20.
Feng/Huang kemudian membalas pada gim kedua. Setelah persaingan relatif ketat hingga interval, pasangan China memperlebar keunggulan dan merebut gim tersebut 21-14 sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke gim penentuan.
Pada gim ketiga, Amri/Nita kembali memberikan perlawanan hingga fase akhir. Mereka mampu menyamakan kedudukan menjadi 20-20 setelah sebelumnya tertinggal, tetapi Feng/Huang merebut dua poin terakhir untuk menutup pertandingan dengan skor 22-20.
Kekalahan di semifinal membuat Amri/Nita memperoleh medali perunggu. Dalam Kejuaraan Dunia BWF, dua pasangan yang kalah pada semifinal sama-sama mendapatkan perunggu tanpa pertandingan perebutan tempat ketiga.
Hasil tersebut juga membuat Indonesia tidak memiliki wakil pada pertandingan final yang berlangsung Minggu. Amri/Nita menjadi wakil Indonesia yang melangkah paling jauh pada edisi tahun ini.
Perunggu Jadi Hasil Terbaik Indonesia
Perjalanan Amri/Nita di Kejuaraan Dunia BWF 2026 menjadi pencapaian penting setelah pasangan tersebut menjalani debut mereka di kejuaraan dunia. Pada babak 32 besar, keduanya mengalahkan pasangan Turki Emre Sonmez/Yasemen Bektas dengan skor 21-14, 21-10. Sebelum turnamen, Amri menyatakan target mereka adalah memaksimalkan kesempatan dan berusaha membawa pulang medali.
Target itu akhirnya tercapai melalui medali perunggu. Dalam keterangan setelah semifinal, Amri menyebut hasil tersebut sebagai pencapaian terbaik yang bisa mereka persembahkan untuk Indonesia dan berharap hasil di New Delhi menambah kepercayaan diri untuk tampil lebih konsisten pada turnamen berikutnya. Nita juga mendedikasikan medali tersebut kepada Indonesia serta pihak-pihak yang mendukung perjalanan mereka.
Sementara itu, pertandingan final Kejuaraan Dunia BWF 2026 tetap berlangsung pada 23 Agustus untuk menentukan juara pada lima sektor. Pada ganda campuran, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping dijadwalkan menghadapi pasangan Prancis Thom Gicquel/Delphine Delrue, yang sebelumnya menyingkirkan Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di semifinal.
Dengan tidak adanya wakil Indonesia di partai puncak, medali perunggu Amri/Nita menjadi hasil akhir Merah Putih pada kejuaraan dunia tahun ini. (NS/AS)







