lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Dinamika penyampaian aspirasi yang kembali mengemuka dari Pati pada bulan kemerdekaan menjadi pengingat bagi generasi muda untuk menjaga kejernihan sikap di ruang publik. Ketua KNPI Kota Tasikmalaya Dani Tardiwanur mengatakan pemuda harus berani menyuarakan kepentingan masyarakat, sekaligus memastikan keberaniannya tidak dimanfaatkan untuk memperbesar ketegangan, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Dani, posisi pemuda sangat strategis karena memiliki energi, jejaring, dan kemampuan menggerakkan opini dengan cepat. Kekuatan itu dapat menjadi modal besar bagi demokrasi, tetapi juga menuntut kedewasaan agar pemuda tidak mudah terpancing oleh informasi sepotong, ajakan emosional, atau kepentingan yang tidak dipahami secara utuh.
Kritik Harus Dibangun di Atas Pengetahuan
Dani menilai keberanian pemuda tidak cukup hanya ditopang semangat. Sebelum mengambil sikap, generasi muda perlu memahami duduk persoalan, memeriksa fakta, mempelajari regulasi, serta membaca latar sejarah dari isu yang dihadapinya.
Pemahaman terhadap regulasi, menurut dia, bukan untuk melemahkan daya kritis. Pengetahuan hukum justru membantu pemuda menyampaikan aspirasi secara tepat, melindungi haknya sendiri, sekaligus menghormati hak masyarakat lain.
Sejarah Indonesia menunjukkan pemuda selalu hadir dalam berbagai momentum penting perubahan bangsa. Namun, sejarah juga mengajarkan bahwa keberanian yang bernilai bukanlah keberanian yang bergerak tanpa arah, melainkan keberanian yang memiliki tujuan, disiplin, dan tanggung jawab.
Karena itu, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton ketika terdapat persoalan publik. Pada saat yang sama, mereka juga tidak boleh berubah menjadi bahan bakar konflik akibat mempercayai informasi yang belum terverifikasi atau mengikuti arus tanpa memahami siapa dan apa yang sedang diperjuangkan.
Bagi Dani, bersikap kritis berarti mampu mengajukan pertanyaan, menguji informasi, dan menawarkan jalan keluar. Kritik bukan sekadar meninggikan suara, tetapi memastikan suara tersebut memiliki dasar serta sampai kepada pihak yang berwenang.
Dialog Tidak Menghilangkan Ketegasan
Dinamika yang berkembang di Pati patut dibaca sebagai pelajaran bahwa aspirasi membutuhkan saluran yang terbuka dan respons yang sungguh-sungguh. Namun, penyampaian pendapat juga perlu dijaga agar tidak bergeser dari tujuan awal atau dimanfaatkan untuk kepentingan provokasi.
Dani menekankan bahwa dialog tidak identik dengan kompromi terhadap kepentingan masyarakat. Dialog merupakan cara untuk menjaga agar tuntutan tetap fokus, perbedaan tidak berubah menjadi permusuhan, serta penyelesaian dapat dicari tanpa menimbulkan kerugian baru.
KNPI, lanjut dia, mempunyai tanggung jawab membangun ruang diskusi di kalangan pemuda, memperkuat literasi kebangsaan dan digital, serta menjembatani gagasan generasi muda dengan pemerintah maupun elemen masyarakat lainnya.
Ia mengajak pemuda menjadi kekuatan yang menenangkan tanpa kehilangan keberanian. Kondusivitas Kota Tasikmalaya, menurut Dani, bukan berarti kota tanpa kritik, melainkan keadaan ketika kritik dapat disampaikan secara terbuka, didengar secara dewasa, dan diperjuangkan tanpa kekerasan. (AR/HS)







