lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Festival Lekker 2026 memasuki hari terakhir penyelenggaraan di Gelora Banjar Patroman, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Sabtu, 22 Agustus 2026. Agenda yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI itu berlangsung selama tiga hari sejak 20 Agustus.
Festival bertema Festival Budaya & Otomotif Nusantara “Harmoni Tradisi dan Inovasi dalam Kebhinekaan” tersebut mempertemukan sejumlah kegiatan dalam satu lokasi. Pemerintah Kota Banjar mencatat rangkaiannya meliputi seni budaya, festival kuliner Nusantara, olahraga, hingga pameran otomotif.
Budaya, Kuliner hingga Otomotif Bertemu di Langensari
Festival Lekker 2026 atau Langen Etnik Kuliner dibuka Wakil Wali Kota Banjar Supriana pada awal rangkaian kegiatan. Pembukaan berlangsung di kawasan Gelora Banjar Patroman, Langensari, yang menjadi pusat kegiatan sampai hari terakhir.
Berbeda dari agenda yang hanya berfokus pada pertunjukan seni, Lekker menggabungkan beberapa sektor dalam satu festival. Seni budaya dan kuliner Nusantara menjadi bagian yang mengangkat unsur tradisi, sedangkan kegiatan olahraga serta pameran otomotif memperluas jenis aktivitas yang dapat diikuti atau disaksikan pengunjung.
Penyelenggaraan pada 20–22 Agustus juga menempatkan kegiatan tersebut dalam rangkaian perayaan kemerdekaan di Kota Banjar. Pemerintah kota menyebut semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai konteks penyelenggaraan festival tahun ini.
Gelora Banjar Patroman berada di Kecamatan Langensari, sehingga penyelenggaraan festival juga membawa aktivitas perayaan kemerdekaan ke luar pusat pemerintahan Kota Banjar. Pada hari terakhir, Sabtu, rangkaian kegiatan masih menjadi agenda masyarakat yang ingin mendatangi kawasan festival.
Pemkot Banjar Dorong Ruang bagi Pelaku UMKM
Selain menampilkan budaya dan hiburan, Festival Lekker 2026 juga diarahkan untuk memberi ruang kepada pelaku usaha lokal. Pemerintah Kota Banjar menyatakan kegiatan tersebut diharapkan mendukung pelaku UMKM sekaligus memperkenalkan warisan Nusantara kepada masyarakat.
Keterlibatan unsur kuliner membuat aspek ekonomi menjadi salah satu bagian penting dari festival. Produk makanan dan kegiatan usaha dapat bertemu langsung dengan pengunjung yang datang mengikuti rangkaian acara, meski data mengenai jumlah tenant, nilai transaksi, maupun total pengunjung belum dicantumkan dalam informasi resmi yang tersedia.
Karena itu, dampak ekonomi Festival Lekker 2026 terhadap UMKM belum dapat diukur hanya dari pelaksanaan kegiatan. Data transaksi atau jumlah pelaku usaha yang terlibat akan diperlukan untuk melihat hasil kegiatan secara lebih konkret.
Dengan berakhirnya penyelenggaraan pada 22 Agustus, Festival Lekker menutup rangkaian tiga harinya setelah menghadirkan kombinasi seni budaya, kuliner Nusantara, olahraga, dan otomotif di Langensari. Pemerintah Kota Banjar menempatkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan sekaligus ruang promosi budaya dan pelaku usaha daerah. (NS/AS)







