lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pementasan Rahasia Wawangi Situ Gede dari Kota Tasikmalaya dijadwalkan tampil di Taman Budaya Jawa Barat, Bandung, Kamis, 20 Agustus 2026. Pertunjukan itu menjadi bagian dari Festival Kreasi Pagelaran Seni Jawa Barat Agustus 2026 dan akan digelar di Teater Tertutup mulai pukul 15.30 WIB.
Agenda Rahasia Wawangi Situ Gede diumumkan UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat melalui laman resmi Jagabudaya. Penonton dapat menyaksikan pertunjukan secara gratis dengan registrasi tiket melalui kode QR yang dibagikan lewat akun Instagram @tamanbudayajabar. Panitia menjadwalkan pintu masuk dibuka mulai pukul 14.00 WIB.
Kota Tasikmalaya Tampil dalam Festival Seni Jabar
Dalam informasi resmi festival, Rahasia Wawangi Situ Gede tercatat sebagai pementasan asal Kota Tasikmalaya. Penampilan ini masuk dalam rangkaian program pagelaran seni yang disusun Taman Budaya Jawa Barat sepanjang Agustus 2026. Pada pekan berikutnya, festival yang sama juga dijadwalkan menghadirkan pementasan lain dari daerah berbeda, yakni “Nawa Karsa ing Wanodya” asal Kota Indramayu pada 27 Agustus 2026.
Dengan jadwal tersebut, pementasan dari Tasikmalaya menjadi salah satu agenda seni budaya tingkat provinsi yang tayang pada 20 Agustus. Dari sisi layanan bagi penonton, informasi yang disediakan panitia relatif langsung, yakni lokasi acara di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, waktu pertunjukan pukul 15.30 WIB, serta registrasi tanpa biaya.
Bagi publik yang hendak menonton, kepastian jam buka pintu pada pukul 14.00 WIB memberi jeda sekitar satu setengah jam sebelum pertunjukan dimulai. Informasi ini penting karena acara ditampilkan dalam format panggung tertutup, sehingga penonton perlu menyesuaikan waktu kedatangan dengan mekanisme registrasi yang telah disediakan panitia.
Mengangkat Cerita yang Dikaitkan dengan Situ Gede
Dalam deskripsi yang dipublikasikan penyelenggara, Rahasia Wawangi Situ Gede mengangkat kisah tentang Nyai Raden Dewi Kondang Hafa, Prabu Dilaya, dan Dewi Cahya Karembong. Alur cerita tersebut berujung pada kematian Prabu Dilaya, pencarian oleh sang ibu, hingga munculnya kisah terbentuknya danau dan pulau yang kemudian dikaitkan dengan Situ Gede. Penjelasan itu ditampilkan sebagai sinopsis pementasan, bukan keterangan sejarah yang diverifikasi dalam pengumuman acara.
Sinopsis resmi juga menyebut makam tokoh dalam cerita itu sampai sekarang banyak didatangi penziarah. Unsur inilah yang menjadi bagian dari narasi panggung yang dibawa kelompok seni dari Kota Tasikmalaya dalam festival tingkat Jawa Barat tersebut.
Dengan tampilnya Rahasia Wawangi Situ Gede di Bandung, cerita yang lekat dengan nama Situ Gede Tasikmalaya mendapat panggung di level provinsi. Agenda ini sekaligus menjadi ruang promosi kesenian daerah dan pengenalan cerita lokal kepada penonton yang lebih luas di Jawa Barat. (NS/AS)







