lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. IPHI tidak cukup hanya menjadi tempat berkumpulnya para alumni haji. Setelah pulang dari Tanah Suci, tantangan berikutnya justru bagaimana pengalaman spiritual tersebut diterjemahkan menjadi keteladanan dan manfaat nyata bagi masyarakat melalui wadah IPHI Kabupaten Ciamis.
Predikat haji mabrur tidak semestinya berhenti setelah seorang jamaah kembali dari Tanah Suci. Justru, nilai kemabruran itu dituntut terlihat dalam kehidupan sehari-hari dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka dalam pengukuhan Pengurus Daerah (PD) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) dan Majelis Taklim Perempuan (MTP) IPHI Kabupaten Ciamis periode 2026–2031 di Gedung KH Irfan Hielmy Islamic Center Ciamis, Rabu (19/8/2026).
Sebanyak 63 pengurus IPHI dan 23 pengurus MTP IPHI resmi dikukuhkan. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 1.200 undangan dari unsur pemerintah daerah, tokoh agama, organisasi keagamaan serta keluarga besar IPHI.
Pengukuhan mengusung tema “Perkuat Peran dan Fungsi Organisasi IPHI untuk Mewujudkan Haji Mabrur Sepanjang Hayat”.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan, kepengurusan baru IPHI diharapkan tidak hanya menjalankan tugas organisasi, tetapi juga mampu memperkuat kontribusi bagi masyarakat.
Bupati Herdiat: Ujian Haji Mabrur Justru Setelah Pulang
Menurut Herdiat, IPHI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah, khususnya dalam membantu pembinaan dan pelayanan kepada jamaah haji.
Karena itu, komunikasi dan kolaborasi antara IPHI dengan pemerintah daerah perlu terus diperkuat.
“IPHI adalah mitra pemerintah. Karena itu, kolaborasi dan komunikasi harus terus diperkuat, terutama dalam rangka menjamin terlaksananya ibadah haji dengan baik serta mewujudkan jamaah yang benar-benar memperoleh kemabruran,” ujar Herdiat.
Ia menilai predikat haji mabrur bukan sekadar status yang diperoleh setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Menurutnya, tantangan sebenarnya justru muncul ketika jamaah kembali ke Indonesia dan menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
“Yang paling berat adalah setelah kita kembali ke Tanah Air, bagaimana menjaga predikat haji itu. Jangan sampai setelah menunggu lama, mengeluarkan biaya besar, kemudian pulang ke Tanah Air, tetapi predikat hajinya tidak tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Herdiat juga mengapresiasi pengurus IPHI periode sebelumnya yang telah mendampingi jamaah sejak persiapan keberangkatan hingga kembali ke daerah.
Ia berharap kepengurusan periode 2026–2031 dapat meningkatkan pelayanan sekaligus memperluas kontribusi organisasi di Kabupaten Ciamis.
IPHI Bukan Hanya Jadi Wadah Alumni Haji
Ketua IPHI Jawa Barat Ijang Faisal mengatakan, pengukuhan pengurus bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
Menurutnya, para anggota IPHI memiliki pengalaman menjalankan salah satu rukun Islam yang seharusnya menjadi modal untuk menghadirkan keteladanan di tengah masyarakat.
“Perjalanan kita tidak berhenti setelah pulang dari Tanah Suci. Justru setelah kembali ke masyarakat, dimulailah tugas yang sangat penting, yaitu bagaimana menjaga kemabruran haji sepanjang hayat,” ungkap Ijang.
Ia mendorong IPHI Ciamis membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.
Program organisasi, kata dia, dapat dikembangkan melalui bidang sosial, pendidikan, keagamaan maupun pemberdayaan masyarakat.
“Saya titip kepada seluruh pengurus agar komunikasi dan kolaborasi dengan semua unsur di Kabupaten Ciamis terus dijaga, khususnya dengan Bupati Ciamis. Dengan jamaah yang kompak dan niat yang baik, saya yakin IPHI Ciamis akan semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih luas,” tuturnya.
Pengurus Baru Ingin Hadirkan Kontribusi Nyata
Ketua IPHI Kabupaten Ciamis Syarief Hidayat menegaskan, IPHI tidak ingin hanya menjadi wadah silaturahmi bagi para alumni haji.
Organisasi tersebut diharapkan mampu mengambil peran dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kami berharap bapak dan ibu haji yang tergabung dalam IPHI dapat menjadi cahaya penerang di tengah masyarakat. Akhlaknya semakin baik, menjadi teladan, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan sosial,” kata Syarief.
Ia mengatakan seluruh program kerja IPHI Ciamis periode 2026–2031 akan diarahkan untuk mendukung semangat haji mabrur sepanjang hayat.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Syarief meminta dukungan berbagai pihak agar program yang disusun tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pengukuhan Dirangkaikan dengan Sejumlah Agenda
Kegiatan pengukuhan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan tasyakuran HUT ke-81 Republik Indonesia, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Milad ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ketua pelaksana kegiatan, Ihsan Rasyad, mengatakan rangkaian agenda tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi keluarga besar IPHI.
“Pelantikan hari ini bukan hanya pengukuhan kepengurusan IPHI dan MTP IPHI periode 2026–2031, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi melalui tasyakuran HUT ke-81 RI, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Milad ke-51 MUI,” jelasnya.
Menurut Ihsan, pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pengurus IPHI, Pemerintah Kabupaten Ciamis, Forum Komunikasi KBIH Kabupaten Ciamis, sponsor dan para donatur.
Setelah prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan KH Nonop Hanafi.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, IPHI Kabupaten Ciamis diharapkan tidak hanya aktif membina para alumni haji, tetapi juga mampu memperluas peran sosial dan keagamaan.
Sebab, semangat haji mabrur pada akhirnya tidak hanya diukur dari ibadah yang telah dilakukan di Tanah Suci, tetapi juga dari akhlak, kepedulian dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat setelah kembali ke Tanah Air. (FSL/HS)







