lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. BMKG memperbarui potensi cuaca ekstrem Indonesia untuk Rabu, 19 Agustus 2026. Dalam tabel potensi cuaca ekstrem tiga harian yang ditampilkan BMKG, enam provinsi tercantum berpotensi mengalami angin kencang, sementara enam provinsi lainnya masuk kategori waspada hujan sedang hingga lebat.
Potensi angin kencang pada 19 Agustus tercantum untuk Aceh, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Aceh juga masuk kategori waspada hujan sedang hingga lebat bersama Banten, Jawa Barat, Kalimantan Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Prakiraan Papua Pegunungan Berubah dari Prospek Sebelumnya
Daftar terbaru tersebut berbeda dengan prospek mingguan BMKG yang diperbarui pada 17 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB. Dalam dokumen itu, Papua Pegunungan masih ditempatkan pada kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk periode 17–19 Agustus.
Dokumen yang sama sebelumnya mencantumkan sembilan provinsi berpotensi angin kencang pada periode 17–19 Agustus, yakni Aceh, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Namun, pada tabel potensi cuaca ekstrem Indonesia tiga harian yang berlaku untuk 19 Agustus, Papua Pegunungan tidak lagi tercantum. Kepulauan Riau, Maluku Utara, dan Papua Barat juga tidak tercantum sebagai wilayah berpotensi angin kencang pada tanggal tersebut. Daftar yang lebih mutakhir perlu menjadi rujukan karena informasi cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer.
BMKG juga menerbitkan peringatan dini jangka sangat pendek atau nowcasting yang dapat diperbarui dalam hitungan jam. Produk ini menggambarkan kondisi cuaca saat ini serta potensi cuaca ekstrem dalam rentang sekitar 0–6 jam, sehingga masyarakat perlu memeriksa peringatan terbaru untuk wilayah masing-masing.
Kemarau Dominan, Hujan Lokal Tetap Berpotensi
Potensi cuaca ekstrem Indonesia muncul ketika sebagian besar wilayah justru telah memasuki musim kemarau. BMKG mencatat pada Dasarian I Agustus 2026 sebanyak 535 zona musim atau 76,5 persen wilayah telah memasuki musim kemarau. Curah hujan kategori rendah mendominasi 90,79 persen wilayah Indonesia.
BMKG menjelaskan kondisi kering secara umum dipengaruhi El Niño dengan intensitas sangat kuat dan IOD positif yang cenderung mengurangi suplai uap air. Meski demikian, dinamika atmosfer regional dan lokal masih dapat mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.
Karena itu, BMKG mengingatkan hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang masih bisa terjadi secara lokal. Masyarakat diminta mewaspadai pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, serta sambaran petir dan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh ketika cuaca memburuk.
Informasi prakiraan dan peringatan dini dapat berubah. BMKG meminta masyarakat memantau pembaruan melalui kanal resmi dan aplikasi InfoBMKG, terutama sebelum melakukan perjalanan atau kegiatan di luar ruangan pada 19 Agustus 2026. (NS/AS)







