lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Dampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Pangandaran terus mendapat penanganan. Hingga Senin (17/8/2026) malam, Tagana Kabupaten Pangandaran mencatat sebanyak 130.000 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat di empat kecamatan.
Distribusi air bersih tersebut dilakukan secara bertahap sejak 12 Agustus 2026 untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di wilayah yang terdampak kekeringan.
Pada Senin (17/8/2026) saja, sebanyak 30.000 liter air bersih kembali disalurkan ke dua desa.
30 Ribu Liter Disalurkan dalam Sehari
Distribusi terbaru dilakukan ke Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, sebanyak 25.000 liter air bersih.
Sementara itu, Desa Sukajaya, Kecamatan Cimerak, mendapat pasokan sebanyak 5.000 liter.
Dengan demikian, total air bersih yang tersalurkan pada Senin mencapai 30.000 liter.
Penyaluran tersebut menjadi bagian dari respons terhadap kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Pangandaran.
Empat Kecamatan Terima Bantuan Air Bersih
Berdasarkan rekap Tagana Kabupaten Pangandaran, distribusi air bersih sejak 12 hingga 17 Agustus 2026 telah menjangkau empat kecamatan.
Di Kecamatan Cimerak, distribusi dilakukan ke beberapa desa. Desa Limusgede mendapat 10.000 liter, Desa Batumalang 15.000 liter, Desa Sukajaya 15.000 liter dan Desa Kertamukti sebanyak 15.000 liter.
Selanjutnya di Kecamatan Cijulang, air bersih disalurkan ke Desa Margacinta sebanyak 10.000 liter, Desa Kondangjajar 10.000 liter dan Desa Batukaras sebanyak 25.000 liter.
Untuk Kecamatan Cigugur, distribusi dilakukan ke Desa Cimindi dengan jumlah 20.000 liter.
Sementara di Kecamatan Sidamulih, Desa Sidamulih mendapat suplai sebanyak 10.000 liter.
Jika seluruh distribusi tersebut dijumlahkan, total suplai air bersih yang tercatat mencapai 130.000 liter.
Distribusi Dilakukan Bertahap
Penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan wilayah yang terdampak.
Dengan adanya distribusi tersebut, masyarakat di sejumlah desa diharapkan tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar air bersih selama kondisi kekeringan berlangsung.
Tagana Kabupaten Pangandaran terus melakukan pendataan terhadap kebutuhan di lapangan sebagai bagian dari penanganan dampak kekeringan.
Distribusi air bersih ini juga menunjukkan bahwa kebutuhan air menjadi salah satu persoalan yang harus mendapat perhatian selama musim kemarau, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
Hingga Senin malam (17/8/2026), total 130.000 liter air bersih telah disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Pangandaran. (HS)







