lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Nama Lisa BLACKPINK kembali menyeruak ke panggung global. Kali ini bukan hanya karena aksi panggung, gaya fesyen, atau gerak tari yang kerap membuat penggemarnya riuh, melainkan karena keterlibatannya dalam proyek musik besar untuk Piala Dunia 2026.
Lisa BLACKPINK Piala Dunia 2026 menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan setelah penyanyi asal Thailand itu terlibat dalam lagu “Goals” bersama Anitta dan Rema. Lagu tersebut menjadi bagian dari proyek musik resmi FIFA World Cup 2026 dan langsung menarik perhatian publik lintas negara.
FIFA sebelumnya memperkenalkan “Goals” sebagai rilisan terbaru dari Official FIFA World Cup 2026 Album. Lagu ini mempertemukan tiga nama besar dari tiga lanskap musik berbeda: Lisa BLACKPINK yang lekat dengan kultur K-pop global, Anitta dari Brasil dengan warna Latin pop, serta Rema dari Nigeria yang dikenal melalui sentuhan Afrobeats.
Kolaborasi Lisa BLACKPINK Anitta Rema itu membuat lagu “Goals” terasa seperti panggung kecil dari wajah Piala Dunia 2026 yang sesungguhnya: lintas benua, lintas budaya, dan lintas basis penggemar. Dari Asia, Amerika Latin, hingga Afrika, semuanya dipertemukan dalam satu irama yang dibungkus FIFA Sound.
Lagu Goals Lisa BLACKPINK Jadi Sorotan Global
Kehadiran Lisa dalam lagu tersebut langsung menjadi magnet. Wajar saja, basis penggemar BLACKPINK dikenal sangat besar dan militan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Begitu nama Lisa muncul dalam proyek Piala Dunia 2026, perhatian publik tidak lagi hanya datang dari pencinta sepak bola, tetapi juga dari penggemar K-pop dan musik populer dunia.
Frasa Lisa BLACKPINK lagu Piala Dunia 2026 pun berpotensi menjadi salah satu kata kunci yang banyak dicari. Sebab, bagi sebagian pembaca awam, keterlibatan Lisa di panggung sepak bola dunia terasa sebagai persilangan menarik antara industri hiburan Korea, bintang asal Thailand, dan turnamen olahraga paling bergengsi di planet ini.
Video musik “Goals” juga menampilkan visual penuh energi. Ada nuansa stadion, koreografi, atmosfer kompetisi, dan simbol kemenangan yang dikemas dengan gaya pop modern. Dalam konteks promosi global, lagu ini tidak hanya menjual musik, tetapi juga menjual rasa penasaran menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
FIFA World Cup 2026 sendiri menjadi turnamen bersejarah karena untuk pertama kalinya digelar dengan format 48 tim dan melibatkan tiga negara tuan rumah. Karena itu, proyek musiknya pun tampak diarahkan untuk menjangkau audiens seluas mungkin. Di titik inilah Lisa, Anitta, dan Rema menjadi pilihan yang masuk akal secara industri.
Labubu Lisa BLACKPINK Bikin Warganet Salfok
Namun, bukan hanya Lisa yang mencuri perhatian. Dalam video musik tersebut, kemunculan Labubu ikut membuat warganet salfok. Boneka karakter yang belakangan populer di kalangan pencinta fashion toy itu muncul sebagai elemen visual yang membuat video “Goals” terasa semakin mudah dibicarakan.
Fenomena Labubu Lisa BLACKPINK menjadi bumbu viral tersendiri. Lisa sebelumnya memang beberapa kali dikaitkan dengan tren Labubu melalui gaya dan barang-barang yang ia gunakan. Karena itu, saat Labubu muncul dalam video musik “Goals”, banyak penggemar langsung menangkapnya sebagai detail kecil yang punya efek besar.
Di sinilah daya tarik berita ini menjadi lebih kuat. Soundtrack Piala Dunia 2026 tidak hanya dibicarakan karena nama besar FIFA atau kolaborasi tiga artis global, tetapi juga karena ada simbol pop culture yang dekat dengan tren anak muda. Sepak bola, K-pop, Afrobeats, Latin pop, fesyen, dan Labubu bertemu dalam satu pusaran perhatian.
Bagi pembaca Indonesia, kabar ini punya dua pintu masuk. Pertama, dari sisi hiburan: Lisa BLACKPINK kembali masuk proyek internasional besar. Kedua, dari sisi sepak bola: Piala Dunia 2026 mulai memanaskan atmosfernya bukan hanya lewat stadion dan jadwal pertandingan, tetapi juga lewat musik dan budaya populer.
Dengan kombinasi itu, “Goals” berpotensi terus dibicarakan. Entah karena lagunya, karena nama Lisa, karena kolaborasi Anitta dan Rema, atau karena Labubu yang tiba-tiba ikut nimbrung dalam gegap Piala Dunia. Kadang memang begitu dunia pop bekerja: bola belum ditendang, tapi warganet sudah lebih dulu bikin stadion komentar. (AS/AS)





















