lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Ruang kelas itu tak hanya diisi catatan, tapi juga simulasi liputan. Di tempat tersebut para pewarta Pramuka Ciamis ditempa.
Puluhan anggota Pramuka duduk berkelompok, sebagian sibuk merangkai kalimat, lainnya mencoba mengambil gambar dengan ponsel.
Di sanalah Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kwartir Cabang (Kwarcab) Ciamis menggelar pelatihan jurnalistik bagi Tim Pewarta Pramuka, Rabu (29/4/2026).
Pelatihan ini menjadi pintu masuk bagi Kwarcab Ciamis untuk menata ulang cara mereka hadir di ruang publik bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan narasi yang terkelola.Sebanyak 30 peserta terlibat.
Mereka berasal dari Pramuka Penegak tingkat SLTA perwakilan 27 kwartir ranting, unsur Dewan Kerja Cabang (DKC), hingga komunitas jurnalis lokal.
Pelatihan dibuka Sekretaris Kwarcab Ciamis, Candra Utama, dengan dihadiri jajaran pengurus, di antaranya Wakil Ketua Bidang Kerja Sama, Humas, dan Media Informasi Jujang, Wakil Ketua Saka Sako Kurniawan, Kepala Pusdatin Sarif Hidayat serta Kepala Pusdiklatcab Helmi Maulana
Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi dasar jurnalistik, tetapi juga diajak praktik langsung menyusun berita, melakukan wawancara, hingga mengemas konten video.
Ketua panitia, Fany Rahman, menyebut pelatihan ini sebagai langkah awal membangun ekosistem pewarta di internal Pramuka.
“Kegiatan Pramuka itu banyak, tapi belum semuanya terdokumentasikan dengan baik. Kami ingin itu berubah,” katanya.
Materi disampaikan praktisi media dari HarapanRakyat.com. Mereka membedah cara kerja redaksi, dari menentukan sudut pandang berita hingga menjaga akurasi di tengah kecepatan informasi.
Di sisi lain, Kwarcab Ciamis melihat perubahan lanskap media sebagai tantangan sekaligus peluang.
Wakil Ketua Bidang Kerja Sama, Humas, dan Media Informasi, Jujang, menilai peran pewarta kini tak bisa lagi dipandang sebagai pelengkap.
“Informasi bergerak cepat. Kalau tidak dikelola, kegiatan Pramuka bisa hilang begitu saja. Pewarta harus bisa menangkap momen, lalu mengolahnya jadi informasi yang layak dibaca,” ujarnya.
Untuk itu, peserta didorong memanfaatkan platform digital AyoPramuka sebagai kanal distribusi.
Di sana, hasil liputan diharapkan tak berhenti sebagai laporan internal, tetapi menjadi konsumsi publik.
Baca Juga : Hilang Kendali Angkot Cigalontang – Singaparna Terjun ke Jurang
Pelatihan ini, menurut Jujang, bukan agenda sesaat.usdatin Kwarcab Ciamis menyiapkan tindak lanjut berupa penguatan kapasitas di bidang pengelolaan media sosial dan produksi konten kreatif.
Targetnya sederhana, tapi tak ringan melahirkan pewarta Pramuka yang tak hanya mampu menulis, melainkan juga memahami bagaimana informasi bekerja dan bagaimana ia bisa mempengaruhi cara publik melihat Gerakan Pramuka. (NID)
