lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kebakaran SDN Citapen Tasikmalaya terjadi ketika ruang-ruang kelas telah ditinggalkan siswa. Selasa sore, 21 Juli 2026, sekitar pukul 15.55 WIB, api muncul dari area selasar lantai dua yang digunakan sebagai gudang sementara.
Tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun, ada pertanyaan yang tak kalah genting dari kobaran api sore itu: bagaimana jika kebakaran terjadi beberapa jam lebih awal, ketika ratusan anak masih belajar?
Guru yang masih menyelesaikan pekerjaan administrasi menjadi orang pertama yang mengetahui kebakaran. Api kemudian membesar dengan cepat karena area tersebut menyimpan meja, kursi, lemari bekas, berkas kertas, serta hasil karya siswa yang mudah terbakar.
Laporan kepada Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya diterima sekitar pukul 16.01 WIB. Dua armada Damkar Kota Tasikmalaya diterjunkan, kemudian diperkuat dua armada dari Kabupaten Tasikmalaya. Sekitar 10 menit setelah laporan diterima, petugas sudah tiba di lokasi.
Api dapat dikendalikan dalam waktu sekitar 30 menit sebelum menjalar lebih jauh ke bangunan utama sekolah. Area terdampak kemudian dipasangi garis polisi untuk kepentingan pemeriksaan.
Gudang dan bagian selasar mengalami kerusakan. Plafon, atap baja ringan, serta struktur di sekitar titik kebakaran juga perlu diperiksa. Dua rombongan belajar, yakni kelas 3C dan 4B, sementara dialihkan ke pembelajaran daring hingga kondisi bangunan dinyatakan aman.
Kerugian awal diperkirakan berada pada kisaran Rp40 juta hingga Rp50 juta. Angka itu masih bersifat sementara karena Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya masih mendata kerusakan.
Kebakaran telah padam. Akan tetapi, alarm yang ditinggalkannya justru baru mulai berbunyi.
