lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kebakaran melanda Pondok Pesantren Nurul Huda di Desa Mekarjaya, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Dua bangunan asrama santri ludes terbakar dalam peristiwa tersebut. Kebakaran Ponpes Nurul Huda Tasikmalaya itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, seorang santri mengalami luka setelah nekat melompat ke kolam untuk menyelamatkan diri dari kobaran api.
Santri tersebut diketahui sedang berada di dalam asrama karena kondisi sakit ketika kebakaran terjadi. Sementara sebagian besar santri lainnya sedang mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah.
Terbangun Saat Api Mulai Membakar Asrama
Saat kebakaran terjadi, santri yang sedang sakit tersebut berada di dalam salah satu bangunan asrama. Ia kemudian terbangun dan menyadari adanya kebakaran.
Dalam kondisi panik, santri tersebut berupaya menyelamatkan diri dari kobaran api dengan cara melompat ke kolam.
Aksi tersebut membuatnya berhasil keluar dari situasi berbahaya, meski mengalami luka-luka.
Sementara itu, dua bangunan asrama yang terbakar mengalami kerusakan berat hingga ludes. Barang-barang milik santri yang masih berada di dalam bangunan juga ikut terbakar dan tidak tersisa.
Mayoritas Santri Sedang Berada di Sekolah
Peristiwa kebakaran terjadi ketika sebagian besar santri tidak berada di dalam asrama.
Mereka sedang mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah sehingga jumlah santri yang berada di kompleks asrama saat kejadian relatif sedikit.
Kondisi tersebut turut mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut.
Meski demikian, adanya seorang santri yang sedang sakit di dalam asrama membuat proses penyelamatan menjadi situasi yang cukup menegangkan.
Polisi Lakukan Olah TKP
Aparat kepolisian dan unsur terkait langsung melakukan penanganan setelah kebakaran terjadi.
Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api yang membakar dua bangunan asrama tersebut.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Begitu pula dengan jumlah kerugian materi. Total kerugian akibat kebakaran masih dalam proses penghitungan oleh pihak berwenang dan pengelola pesantren.
Santri Terdampak Dipindahkan ke Ruang Kelas
Kasi PD Pontren Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Fajri Adi Nugraha, menyampaikan bahwa para santri yang terdampak untuk sementara dipindahkan ke ruang kelas.
Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan para santri tetap dapat berjalan sekaligus menyediakan tempat sementara setelah bangunan asrama mereka terbakar.
Kebutuhan para santri juga menjadi perhatian setelah pakaian, Al-Qur’an, kitab-kitab pelajaran, serta sejumlah perlengkapan pribadi ikut terbakar.
Kemenag dan Baznas Siapkan Bantuan
Kementerian Agama bersama Baznas berkoordinasi untuk menyalurkan bantuan darurat kepada para santri terdampak.
Bantuan yang dipersiapkan antara lain pakaian, Al-Qur’an, kitab-kitab pelajaran, serta berbagai kebutuhan pribadi santri.
Selain bantuan darurat, dukungan untuk pemulihan bangunan pesantren juga dinilai diperlukan mengingat dua bangunan asrama mengalami kerusakan berat.
Masyarakat pun diajak untuk turut membantu proses pemulihan dan rekonstruksi bangunan Pondok Pesantren Nurul Huda.
Kebakaran Ponpes Nurul Huda Tasikmalaya menghanguskan dua asrama tersebut dan menyebabkan kerugian material, selain itu membuat para santri kehilangan tempat tinggal sementara serta berbagai perlengkapan yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari.
Karena itu, proses pemulihan membutuhkan dukungan berbagai pihak agar aktivitas pendidikan dan kehidupan para santri dapat kembali berjalan normal.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian masih menunggu hasil pemeriksaan serta pendataan lebih lanjut. (HS)







