lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabar duka datang dari dunia jurnalistik Tasikmalaya. Hendra Herdiana, kontributor Metro TV sekaligus Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Tasikmalaya, meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.
Hendra mengembuskan napas terakhir pada Minggu (27/9/2026) malam saat menjalani perawatan intensif. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga serta rekan-rekan seprofesi yang selama ini mengenalnya sebagai sosok periang, ramah dan memiliki solidaritas tinggi.
Kabar tersebut membuat jurnalistik Tasikmalaya berduka. Sejumlah wartawan dari berbagai media berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Hendra.
Rekan mengenang sosok Hendra
Di kalangan wartawan televisi Tasikmalaya, Hendra bukan nama baru.
Puluhan tahun menjalani profesi sebagai jurnalis membuatnya dikenal luas oleh rekan seprofesi maupun berbagai kalangan yang selama ini berinteraksi dengannya dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Ketua PWI Tasikmalaya Asep Juhariyono mengenang Hendra sebagai rekan seperjuangan ketika keduanya sama-sama mengawali karier sebagai kontributor televisi di Tasikmalaya.
Menurut Asep, Hendra merupakan sosok yang periang, aktif dan suka bercanda. Namun di balik pembawaannya yang santai, Hendra dikenal memiliki kepedulian kuat terhadap rekan-rekannya.
Ia disebut selalu hadir ketika ada wartawan yang mengalami musibah atau membutuhkan bantuan.
Kenangan tersebut menjadi bagian dari cerita para jurnalis Tasikmalaya yang kini kehilangan salah satu sosok senior di lingkungan mereka.
Hendra dipercaya memimpin IJTI Tasikmalaya
Selain menjalankan tugas sebagai kontributor Metro TV, Hendra juga dipercaya memimpin IJTI Korda Tasikmalaya.
Dalam Muskorda IJTI Korda Tasikmalaya pada Oktober 2023, Hendra terpilih secara aklamasi sebagai ketua untuk periode 2023-2026. 1
Saat itu, Hendra membawa semangat agar organisasi jurnalis televisi di Tasikmalaya ikut mendorong praktik jurnalistik yang positif dan profesional.
Ia juga pernah terlibat dalam berbagai kegiatan IJTI, termasuk program jurnalis mengajar yang memberikan pemahaman dasar jurnalistik kepada pelajar.
Bagi Hendra, tugas jurnalis tidak berhenti pada membuat berita. Literasi media dan kemampuan masyarakat memilah informasi juga menjadi bagian yang perlu diperkuat.
Jejak pengabdian di dunia pers
Selama menjalani profesinya, Hendra dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi kewartawanan.
Rekan-rekannya mengenang sosok yang tidak segan berbagi pengalaman kepada jurnalis yang lebih muda.
Sikap tersebut membuat Hendra tidak hanya dikenal sebagai seorang kontributor televisi, tetapi juga sebagai senior yang menjadi tempat bertanya bagi sejumlah wartawan.
Kepergiannya kemudian menyisakan banyak cerita di antara mereka yang pernah bekerja bersama maupun bertemu dengannya di lapangan.
Jurnalistik Tasikmalaya berduka bukan hanya karena kehilangan seorang pekerja pers, tetapi juga kehilangan sosok yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari perjalanan insan pers di daerah tersebut.
Dimakamkan di Sukaraja
Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Hendra rencananya dimakamkan di kampung halamannya di wilayah Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, pada Senin (28/9/2026) pagi.
Keluarga, kerabat, tetangga dan rekan-rekan jurnalis dijadwalkan mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.
Kepergian Hendra meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Bagi rekan-rekan seprofesi, kenangan tentang sosoknya sebagai pribadi yang humoris, ramah dan mudah membantu akan menjadi bagian dari perjalanan panjang mereka di dunia jurnalistik.
Keluarga juga memohon maaf kepada masyarakat dan seluruh rekan almarhum apabila selama hidupnya Hendra memiliki kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak.
Semoga almarhum Hendra Herdiana mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan seluruh amal ibadahnya diterima. (HS)







