lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tanah longsor di Kampung Warung Peuteuy, Dusun Ngamplang, Desa Margalaksana, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, memutus saluran irigasi Cibiuk dan berdampak pada lahan warga. Longsor Salawu Tasikmalaya itu terjadi pada Minggu, 27 September 2026, sekitar pukul 00.30 WIB.
Material longsor menyebabkan aliran air menuju sejumlah lahan pertanian terganggu. Selain sawah dan kolam, kebun warga di sekitar lokasi juga terdampak. Sejumlah rumah yang berada di bagian atas lokasi longsor dinilai berisiko sehingga kondisi tanah masih terus dipantau.
Irigasi Cibiuk Terputus
Hasil asesmen sementara Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan salah satu dampak utama longsor Salawu Tasikmalaya adalah terputusnya saluran irigasi Cibiuk.
Saluran tersebut selama ini mengalirkan air ke lahan milik warga. Terputusnya irigasi membuat pasokan air ke area persawahan dan kolam di sekitar titik longsor terganggu. Material longsoran juga mengenai sejumlah lahan produktif warga.
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya Jembar Adisetya mengatakan tim melakukan asesmen dan pemantauan untuk mengetahui dampak kejadian serta kondisi tanah di lokasi.
Menurut Jembar, pemantauan diperlukan karena masih ada kemungkinan pergerakan tanah lanjutan. FK Tagana bersama unsur terkait juga berkoordinasi untuk menentukan penanganan berikutnya dan menjaga keselamatan masyarakat di sekitar lokasi terdampak.
Informasi dari lokasi menyebut lahan terdampak antara lain berupa sawah, kolam atau tambak, serta kebun milik warga. Hingga asesmen awal dilakukan, belum tersedia angka terverifikasi mengenai luas keseluruhan lahan yang terdampak maupun jumlah pasti rumah yang berada dalam zona berisiko.
Rumah di Atas Tebing Dipantau
Ancaman tidak hanya menyangkut irigasi dan lahan pertanian. Kondisi sejumlah rumah di bagian atas lokasi longsor juga menjadi perhatian karena tanah di kawasan tersebut masih perlu dipantau.
Warga yang tinggal di sekitar titik rawan telah mendapat imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan. Rencana evakuasi juga disiapkan sebagai langkah antisipasi bagi penghuni rumah yang berada di area berisiko apabila kondisi tanah memburuk.
FK Tagana masih melakukan pemantauan terhadap longsor Salawu Tasikmalaya dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk menentukan penanganan darurat berikutnya. Informasi mengenai perkembangan pergerakan tanah menjadi penting karena kondisi di sekitar permukiman belum dinyatakan sepenuhnya aman.
Situs BPBD Kabupaten Tasikmalaya yang terindeks saat pengecekan belum memuat laporan khusus mengenai kejadian di Margalaksana tersebut. Karena itu, data dampak dalam berita ini mengacu pada keterangan FK Tagana yang diberitakan dari hasil asesmen lapangan dan belum mencakup angka kerusakan final. (NS/AS)







