Mata Rakyat Bongkar 5 Kejanggalan Belanja Dinsos Kota Tasikmalaya

lintaspriangan.com,ย TAJUK LINTAS. Mata Rakyat, aplikasi pemantau belanja Pemerintah Kota Tasikmalaya berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menemukan sejumlah kejanggalan dalam perencanaan dan jejak realisasi belanja Dinsos Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2025.

Mesin analitik Mata Rakyat bekerja dengan menyilangkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) dalam SiRUP, data Tender, Non-Tender dan Pencatatan Non-Tender dalam SPSE, serta data realisasi pengadaan yang tersedia di INAPROC.

Dari ratusan paket yang dianalisis, terdapat sejumlah pola yang membutuhkan penjelasan. Editorial ini mengambil lima kejanggalan utama yang paling mudah diuji dengan dokumen.

- Advertisement -

1. Sebanyak 174 Pengadaan Langsung Rp1,68 Miliar Tidak Memiliki Jejak Realisasi SPSE

SiRUP Dinsos Kota Tasikmalaya tahun 2025 mencatat total 186 paket penyedia senilai sekitar Rp5,99 miliar.

Dari jumlah itu, sebanyak 174 paket senilai Rp1.682.207.690 direncanakan menggunakan metode Pengadaan Langsung. Namun ketika Mata Rakyat menyisir database SPSE Kota Tasikmalaya tahun 2025โ€”mulai Non-Tender hingga Pencatatan Non-Tenderโ€”jejak realisasi 174 Kode RUP tersebut tidak ditemukan.

Yang membuatnya lebih menarik, kondisi itu bukan fenomena umum SPSE Kota Tasikmalaya tahun 2025. Data satker dan OPD lain muncul normal dalam sistem. Artinya, absennya Dinsos tidak serta-merta dapat dijelaskan dengan dalih bahwa database SPSE tahun tersebut memang kosong atau tidak berfungsi.

INAPROC memberikan sinyal yang sama: pada sisi perencanaan terbaca 174 Pengadaan Langsung senilai Rp1,68 miliar, sedangkan realisasi Pengadaan Langsung tercatat nol.

Regulasi LKPP mengatur bahwa Pengadaan Langsung/Penunjukan Langsung yang tidak dilakukan secara transaksional melalui SPSE tetap dicatat nilai realisasinya oleh PPK melalui fitur Pencatatan Non-Tender pada SPSE.

Maka pertanyaannya sederhana tetapi berat:

Jika 174 paket itu dilaksanakan, di mana jejak pencatatan realisasinya?

Sebaliknya, jika memang tidak dilaksanakan, bagaimana menjelaskan 174 paket yang sebelumnya telah direncanakan dengan nilai gabungan lebih dari Rp1,68 miliar?

Ketiadaan jejak sebanyak itu terlalu besar untuk dipandang sebagai persoalan satu atau dua paket yang tercecer.

2. Makan-Minum Rp419,5 Juta Dipasang sebagai Pengadaan Langsung

Kejanggalan berikutnya terdapat pada RUP 57001142, Belanja Makanan dan Minuman Rapat dengan pagu Rp419.500.000.

SiRUP mencatat metode pengadaannya: Pengadaan Langsung.

Padahal Perpres Nomor 12 Tahun 2021 mengatur Pengadaan Langsung Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya untuk nilai paling banyak Rp200 juta.

Persoalannya tidak selesai hanya dengan mengatakan bahwa konsumsi rapat tentu dibeli berkali-kali sepanjang tahun.

Sebab jika sejak awal ditetapkan sebagai satu paket senilai Rp419,5 juta, pengiriman yang dilakukan 10 kali, 20 kali, bahkan 50 kali tidak dengan sendirinya mengubah nilai paket menjadi di bawah Rp200 juta. Begitu pula pembayaran dengan beberapa termin tidak mengubah satu paket Rp419,5 juta menjadi puluhan paket kecil.

Jika kebutuhan makan-minum tersebut memang terdiri atas kegiatan-kegiatan yang secara objektif berdiri sendiri, maka pemaketannya semestinya tergambar dalam RUP atau perubahan RUP.

Regulasi juga secara tegas melarang memecah Pengadaan Barang/Jasa menjadi beberapa paket dengan maksud menghindari Tender/Seleksi.

Karena itu dokumen pelaksanaan menjadi kunci:

Apakah RUP Rp419,5 juta tersebut kemudian diubah? Apakah dibuat RUP-RUP baru? Atau satu paket besar itu sekadar dibelanjakan dalam transaksi-transaksi kecil?

Jawabannya tidak membutuhkan pidato panjang. Cukup tunjukkan perubahan RUP, dokumen pemilihan, SPK, kuitansi, dan pencatatan SPSE-nya.

3. Sebanyak 51 RUP: Rencana Kontrak Lebih Dulu, Pengumuman RUP Belakangan

Mata Rakyat juga menemukan 51 RUP dengan nilai sekitar Rp4,31 miliar yang memiliki pola waktu janggal: bulan rencana pemilihan atau kontraknya tercantum lebih dahulu daripada tanggal pengumuman RUP.

Beberapa paket bahkan direncanakan berkontrak pada Januari 2025, sementara RUP-nya baru diumumkan pada Maret 2025.

Regulasi mengatur bahwa pemilihan dapat dilaksanakan setelah RUP diumumkan, dan untuk kontrak yang harus ditandatangani pada awal tahun pun proses pemilihan dilakukan setelah RUP diumumkan terlebih dahulu melalui SiRUP.

Karena itu kronologi tersebut layak diperiksa lebih jauh.

Bisa saja jadwal dalam SiRUP hanya tidak diperbarui. Tetapi bila jadwal itu mencerminkan proses yang benar-benar berlangsung, muncul pertanyaan yang lebih mengusik:

Apakah komunikasi dengan calon penyedia telah berjalan ketika RUP belum diumumkan? Apakah sudah ada permintaan penawaran, negosiasi, bahkan kesepakatan tertentu sebelum rencana pengadaan diketahui publik melalui SiRUP?

Pertanyaan itu tidak perlu dijawab dengan spekulasi. Mata Rakyat hanya perlu melihat tanggal pada undangan, penawaran, negosiasi, pesanan, SPK dan kontrak.

Jika semua tanggalnya berada setelah RUP diumumkan, persoalannya mungkin sebatas buruknya disiplin pembaruan data.

Tetapi jika dokumen menunjukkan sebaliknya, ceritanya tentu berbeda.

4. Dinsos Kota Tasikmalaya Rencanakan 624 Rim, Setara 312 Ribu Lembar Kertas

Kejanggalan berikutnya terlihat sederhana karena barangnya sangat biasa: kertas HVS.

Mata Rakyat mengurai seluruh komponen belanja kertas dalam RUP Dinsos Kota Tasikmalaya 2025. Dari pola harga satuan yang tercatat, volume yang teridentifikasi mencapai sekitar:

486 rim HVS F4 75 gram, 128 rim HVS F4 80 gram, dan 10 rim HVS A4 75 gram.

Totalnya:

624 rim.

Karena satu rim berisi 500 lembar, rencana tersebut setara dengan:

312.000 lembar kertas.

Pemerintah menetapkan kalender libur nasional dan cuti bersama 2025, termasuk tambahan cuti bersama 18 Agustus. Dengan memperhitungkan akhir pekan, libur nasional yang jatuh pada hari kerja, serta cuti bersama, jumlah hari kerja nominal sekitar 237 hari.

Artinya rencana konsumsi kertas Dinsos setara rata-rata:

sekitar 2,63 rim setiap hari kerja, atau kurang lebih 1.316 lembar per hari.

Setiap hari kerja.

Sepanjang tahun.

Angka itu tentu layak diuji terhadap jumlah pegawai, jumlah printer aktif, intensitas pencetakan dokumen serta kartu persediaan dan distribusi ATK.

Di tengah penggunaan PDF, email, aplikasi pemerintahan, penyimpanan digital dan dokumen elektronik, 312 ribu lembar kertas dalam setahun bukan angka yang cukup dijelaskan dengan dua kata: kebutuhan kantor.

5. Kertas 312 Ribu Lembar, tetapi Tinta Direncanakan 332 Unit

Cerita kertas menjadi lebih menarik ketika disandingkan dengan tinta printer.

Hasil penguraian Mata Rakyat menunjukkan rencana pengadaan sekitar:

115 unit Tinta Original Hitam dan 217 unit Tinta Original Warna.

Totalnya mencapai:

332 unit tinta printer, dengan nilai perencanaan sekitar Rp45,94 juta.

Persoalannya kemudian bukan lagi berapa rupiah tintanya, melainkan seberapa besar kemampuan cetaknya.

Sebagai pembanding resmi produsen, Epson menyebut lini EcoTank tertentu mempunyai page yield hingga sekitar 7.500 halaman hitam dan 6.000 halaman warna, dengan catatan hasil aktual dapat berbeda bergantung jenis dokumen, pengaturan cetak, frekuensi pemakaian dan kondisi lingkungan.

Jika benchmark kapasitas tinta sekelas itu digunakan sebagai pembanding, rencana 115 tinta hitam dan 217 tinta warna memiliki kapasitas cetak teoritis lebih dari satu juta halaman.

Sementara kertas HVS yang direncanakan hanya sekitar:

312 ribu lembar.

Artinya kapasitas teoritis tintanya berada beberapa kali di atas jumlah lembar HVS yang direncanakan pada tahun yang sama.

Tentu tidak semua tinta akan selalu mencapai page yield maksimum. Printer melakukan cleaning, dokumen memiliki tingkat coverage berbeda, dan tinta warna digunakan dengan komposisi yang berbeda-beda.

Namun selisih skalanya terlalu besar untuk tidak ditanyakan.

Kalau kertas yang direncanakan 312 ribu lembar, untuk kebutuhan cetak apa Dinsos Kota Tasikmalaya merencanakan tinta dengan kapasitas teoritis lebih dari satu juta halaman?


Lima kejanggalan tersebut baru sebagian dari pola yang ditemukan Mata Rakyat dalam data belanja Dinsos Kota Tasikmalaya tahun 2025.

Mata Rakyat tidak bekerja dengan rumor. Sistem bekerja dengan mempertemukan angka yang dimasukkan pemerintah sendiri ke SiRUP, SPSE dan INAPROC.

Karena itu, klarifikasi yang dibutuhkan pun seharusnya berbentuk data.

Di mana jejak 174 Pengadaan Langsung?

Mengapa satu paket makan-minum Rp419,5 juta menggunakan metode Pengadaan Langsung?

Mengapa puluhan paket memiliki jadwal kontrak yang mendahului pengumuman RUP?

Untuk kebutuhan apa direncanakan 312 ribu lembar kertas?

Dan bagaimana menjelaskan kebutuhan 332 unit tinta printer?

Pemerintah dapat memiliki ribuan kode rekening, ribuan nama kegiatan dan ribuan paket belanja.

Tetapi uang publik semestinya selalu punya jejak. (NS/AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Asep Rahmat Dapat Respons Positif PPP, Jalan Menuju Kursi Wabup Ciamis Masih Panjang

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peluang Asep Rahmat untuk diusulkan...

Inovasi SMAN 6 Tasikmalaya, Ubah Sampah Organik Jadi Kompos dan Pakan Ternak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Inovasi SMAN 6 Tasikmalaya dalam...

RS Mitra Idaman Minta Maaf, Dinkes Banjar Telusuri SOP Kasus Persalinan Darurat dalam Mobil

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Kasus persalinan darurat Rini Marini, ibu...

36 Jam Dilalap Api, Kebakaran Limbah Kayu Kawalu Tasikmalaya Belum Padam

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kebakaran Limbah Kayu Kawalu Tasikmalaya...

Kebakaran TPA Pasir Bajing di Garut Dipadamkan, Tim SAR Brimob Diterjunkan

lintaspriangan.com,ย BERITA GARUT.ย Kebakaran TPA Pasir Bajing di Desa Sukaraja, Kecamatan...

JAWA BARAT

Bantuan Dedi Mulyadi Lewat WhatsApp Dipastikan Hoaks, Warga Diminta Waspada Modus Transfer Sesuai Usia

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Jabar Saber Hoaks mengingatkan masyarakat...

Polres Purwakarta Salurkan Air Bersih ke Sekolah dan Pesantren, Gunakan Kendaraan Taktis AWC

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Polres Purwakarta, Jawa Barat, menyalurkan bantuan...

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Sopir Taksi Online di Sumedang, Utang Rp25 Juta Jadi Dugaan Pemicu

lintaspriangan.com,ย BERITA SUMEDANG.ย Polres Sumedang, Jawa Barat, mengungkap perkembangan penyidikan kasus...

Kasus Santriwati Bekasi, Pimpinan Ponpes Ditahan diduga Korban Lebih dari 10 Orang

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Polres Metro Bekasi Kota menahan...

Warga Cianjur Temukan Jenazah dalam Karung, Tali Melilit Leher Korban

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, digegerkan...

Sindikat Pecah Kaca di Cianjur Terungkap, Kerugian Korban Rp4,1 Miliar dari 15 Lokasi

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Polres Cianjur mengungkap sindikat pecah kaca...

Polisi Temukan 27 Batang Ganja di Atap Rumah Bandung, Bibit Disebut Dibawa dari Amerika Serikat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Polrestabes Bandung mengungkap kasus penanaman ganja...

Pilkades 47 Desa di Cianjur Ditunda hingga November 2026, Jadwal Baru Tunggu Perbup

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Pelaksanaan Pilkades 47 desa di Cianjur,...

Olahraga

Kategori Populer