lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil agar dirinya dapat fokus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. Pengunduran diri itu telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapat persetujuan.
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, yang menyebut Nanik telah berpamitan kepada Presiden sebelum berangkat menjalani perawatan.
Mundur Demi Fokus Pemulihan Kesehatan
Melalui pernyataannya, Nanik menjelaskan bahwa ia akan menjalani pengobatan jantung di luar negeri untuk memperoleh second opinion atas kondisi kesehatannya.
Ia menegaskan, keputusan berobat ke luar negeri bukan karena meragukan kemampuan tenaga medis di Indonesia, melainkan untuk mendapatkan pendapat medis tambahan mengenai penanganan penyakit yang dideritanya.
“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya,” tulis Nanik dalam pernyataannya.
Presiden Setujui Pengunduran Diri
Menurut Dirgayuza Setiawan, Presiden Prabowo menerima pengunduran diri Nanik dengan mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Meski tak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Presiden disebut tetap meminta Nanik untuk ikut mengawal jalannya Badan Gizi Nasional melalui mekanisme pengawasan yang tengah disiapkan pemerintah.
Nanik juga mengungkapkan adanya kemungkinan pembentukan Dewan Pengawas BGN, dan dirinya diminta menjadi ketua dewan tersebut apabila rencana itu direalisasikan.
Tinggalkan Sejumlah Program Reformasi
Dalam waktu yang relatif singkat memimpin Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik disebut telah melakukan sejumlah langkah pembenahan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Beberapa langkah yang disampaikan pemerintah antara lain:
- Mengevaluasi sekitar 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
- Mengklasifikasikan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar mutu.
- Menghentikan ekspansi dapur di wilayah yang telah jenuh.
- Menemukan 414 SPPG bermasalah sehingga anggaran ratusan miliar rupiah dapat diselamatkan.
- Membentuk 11 tim reformasi untuk memperkuat tata kelola BGN.
Pengganti Masih Menunggu Keputusan Presiden
Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan menggantikan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
Istana menyatakan proses penunjukan pengganti masih menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto. (HS)
