Demo Kejagung Berlanjut hingga Malam, Mahasiswa Desak Febrie Ditahan

lintaspriangan.comBERITA NASIONAL. Demo Kejagung yang digelar sejumlah kelompok mahasiswa dan masyarakat di Jakarta Selatan berlanjut hingga Rabu malam, 22 Juli 2026. Massa mendirikan tenda, membakar ban serta barang bekas, dan mendesak Kejaksaan Agung segera menahan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah.

Aksi tersebut menyoroti belum ditahannya Febrie meski telah berstatus tersangka dalam perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang. Massa meminta proses hukum dijalankan secara transparan dan tidak membedakan tersangka berdasarkan jabatan maupun latar belakangnya.

Demo Kejagung Bertahan hingga Malam

Berdasarkan pantauan media di lokasi sekitar pukul 19.28 WIB, massa yang mengatasnamakan BEM Persatuan Indonesia masih berada di depan Gedung Kejaksaan Agung. Mereka mendirikan dua tenda sebagai bagian dari rencana bertahan di sekitar lokasi aksi.

Massa juga mengumpulkan ban bekas, spanduk, dan kardus, kemudian membakarnya di depan gerbang utama Kejagung. Api tidak membakar bangunan maupun gerbang, tetapi berada di ruas jalan depan kompleks kejaksaan.

Akibat demo Kejagung tersebut, kendaraan hanya dapat menggunakan satu lajur di sisi kanan jalan. Kendati demikian, laporan iNews menyebutkan tidak terjadi kemacetan panjang di kawasan tersebut.

Sejumlah personel kepolisian tetap berjaga dan mengatur kendaraan agar tidak terjadi penumpukan. Pada rangkaian aksi sejak siang, polisi juga beberapa kali memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan.

Dua spanduk dipasang di gerbang utama Kejaksaan Agung. Salah satunya memuat kritik terhadap penanganan perkara dan kepercayaan publik terhadap Korps Adhyaksa.

“Selamat Hari Gagal Adhiyaksa. Matinya keadilan hukum, matinya kepercayaan publik, tumpul ke atas,” demikian tulisan pada spanduk putih yang dilaporkan Okezone.

Massa juga membawa sebuah truk penyedot tinja. Kehadiran kendaraan itu disebut sebagai simbol tuntutan mahasiswa agar institusi penegak hukum dibersihkan dari praktik-praktik kotor.

Dua Kelompok Datangi Kejaksaan Agung

Rangkaian unjuk rasa pada 22 Juli 2026 melibatkan sedikitnya dua kelompok. Massa dari Jaringan Intelektual Hukum Nasional atau JIHN tercatat mulai berkumpul sekitar pukul 14.13 WIB.

Mereka sempat menutup Jalan Panglima Polim sehingga mengganggu akses Transjakarta dan pengendara. Massa juga membakar poster dan berupaya mendekati gerbang Kejaksaan Agung.

Ketegangan terjadi ketika peserta aksi melakukan blokade jalan dan polisi berusaha memadamkan api. Massa dan aparat sempat terlibat saling dorong, tetapi belum ditemukan laporan terkonfirmasi mengenai korban, penangkapan peserta, atau kerusakan bangunan.

JIHN membawa empat tuntutan. Mereka meminta Kejaksaan Agung tetap independen dalam menangani perkara Febrie Adriansyah, segera melakukan penahanan, menuntaskan kasus untuk memulihkan kepercayaan publik, serta meminta pemerintah mengkaji Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025 terkait keterlibatan TNI di kejaksaan.

Memasuki malam hari, pemberitaan di lokasi mengidentifikasi massa yang masih bertahan sebagai BEM Persatuan Indonesia. Aliansi tersebut sebelumnya mengumumkan rencana menggelar aksi nasional bertajuk “Indonesia Dikepung Korupsi” dan bertahan di depan Kejagung sampai tuntutan mereka mendapatkan tanggapan.

Febrie Berstatus Tersangka tetapi Belum Ditahan

Kortastipidkor Polri menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka pada 11 Juli 2026. Mantan Jampidsus itu diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi dan/atau pencucian uang berkaitan dengan proses penanganan hukum perkara PT Asabri.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa 15 saksi, dua ahli, serta melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi. Dalam perkara yang sama, penyidik turut menetapkan pihak swasta berinisial DR atau Don Ritto sebagai tersangka.

Penyidik telah menahan Don Ritto di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya sejak 10 Juli 2026. Sementara itu, Febrie telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Kejaksaan Agung pada 17 Juli 2026, tetapi belum ditahan.

Kejaksaan Agung sebelumnya menyatakan keputusan mengenai penahanan menjadi kewenangan penyidik. Perbedaan perlakuan terhadap kedua tersangka tersebut kemudian menjadi salah satu pemicu desakan mahasiswa dan kelompok masyarakat.

Pada 22 Juli 2026, Komisi Kejaksaan RI juga turun langsung memantau proses penyidikan perkara tersebut. Pemantauan dilakukan untuk memastikan penyidikan berjalan profesional, akuntabel, dan sesuai ketentuan hukum.

Febrie Adriansyah tetap memiliki hak atas asas praduga tidak bersalah. Penetapan tersangka merupakan bagian dari proses penyidikan dan belum menunjukkan adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Rumah Lansia di Banjaranyar Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Rp75 Juta

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Rumah tempat tinggal dua lansia di...

77 Pejuang Kanker Dapat Santunan YKI Ciamis, Bupati Herdiat Dorong Bantuan Rutin

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Bagi pasien kanker, biaya pengobatan bukan...

Festival Literasi Ciamis 2026 Masuki Hari Kedua, Berlangsung hingga 24 September

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Festival Literasi Ciamis 2026 memasuki hari kedua...

Pemerintah Digital Ciamis 2026 Diukur lewat 35 Indikator

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Digital Ciamis memasuki skema evaluasi baru...

AKP Rd. Hasan Sadikin Jabat Kapolsek Cikajang, Patri Arsono Pindah ke Wanaraja

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. AKP Rd. Hasan Sadikin kini menjabat Kapolsek...

JAWA BARAT

Hibar Budaya Saung Kopi Hawwu Dimulai Hari Ini, Berlangsung Lima Hari di Kuningan

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Hibar Budaya Saung Kopi Hawwu mulai digelar...

Nikah Massal Kota Bandung Hari Ini, 10 Pasangan Dijadwalkan Akad di MPP

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sebanyak 10 pasangan dijadwalkan mengikuti nikah...

Job Fair Online Depok Digelar Hari Ini, Sekitar 15 Perusahaan Ikut

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Job fair online Depok digelar...

5 Peristiwa Jawa Barat: King Kobra, Temuan Kerangka di Kuningan hingga Duka Sepak Bola

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Sejumlah peristiwa Jawa Barat terjadi...

Demplot Ubi Jalar Kuningan Naikkan Panen dari 3,5 Ton Jadi 6,3 Ton per 100 Bata

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Penerapan demplot ubi jalar di Desa Linggamekar,...

Lulusan SMK Jabar Didorong Terhubung Langsung ke Perusahaan

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong...

Sumur Bor Majalengka Layani 3.599 Warga di Empat Desa Saat Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Empat sumur bor Majalengka kini melayani...

Kebakaran Lahan Purwakarta, Api di Sindangpanon Dipadamkan Polisi dan Warga

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Kebakaran lahan Purwakarta terjadi di kawasan Kampung...

Olahraga

Popular Categories