Kerap Meresahkan, 73 Preman di Sumedang Diamankan

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Polisi Tangkap 73 Preman di Sumedang dalam Operasi Pekat, Juru Parkir Liar hingga Pengamen Diamankan.

Kepolisian Resor (Polres) Sumedang menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) menjelang bulan suci Ramadan, sebagai upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Dalam operasi yang berlangsung pada Jumat, 28 Februari 2025, sebanyak 73 individu yang diduga terlibat dalam aktivitas premanisme diamankan oleh petugas kepolisian di berbagai titik di Kabupaten Sumedang.

Rincian Lokasi Penangkapan

Operasi ini menyasar beberapa kecamatan yang dianggap memiliki tingkat gangguan ketertiban tinggi akibat aktivitas premanisme. Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Awang Munggardijaya, mengungkapkan bahwa mayoritas pelaku diamankan dari wilayah perkotaan dan daerah padat penduduk. Berikut adalah rincian lokasi penangkapan:

  • Kecamatan Sumedang Kota: 39 orang
  • Kecamatan Cimanggung: 11 orang
  • Kecamatan Jatinangor: 16 orang
  • Kecamatan Tanjungsari: 2 orang

Menurut AKP Awang, sebagian besar yang diamankan merupakan juru parkir liar yang tidak memiliki izin resmi, pengamen yang beroperasi tanpa izin, serta manusia silver yang sering beraksi di persimpangan jalan dan pusat keramaian.

Modus Operandi Premanisme di Sumedang

Dalam operasi ini, Polres Sumedang mengidentifikasi berbagai modus operandi yang digunakan oleh para pelaku. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Juru Parkir Liar – Para juru parkir ini memanfaatkan lahan parkir umum tanpa izin dan meminta uang parkir secara paksa. Beberapa di antara mereka diketahui menaikkan tarif seenaknya dan mengancam pengguna kendaraan yang menolak membayar.
  2. Pengamen dan Manusia Silver – Banyak pengamen dan manusia silver yang meminta uang secara agresif kepada pengguna jalan. Beberapa bahkan tidak segan untuk mengetuk kaca mobil atau memblokir jalan jika tidak diberi uang.
  3. Pemalakan di Pasar dan Terminal – Beberapa preman beroperasi di pasar dan terminal dengan memaksa pedagang atau sopir angkutan umum untuk memberikan uang keamanan.

Barang Bukti yang Diamankan

Selain menangkap 73 preman, kepolisian juga menemukan beberapa barang bukti yang mencurigakan, di antaranya:

  • Senjata tajam jenis kerambit yang diduga digunakan untuk mengintimidasi korban.
  • 35 butir trihexyphenidyl dan 1 butir alprazolam, yang merupakan obat keras yang sering disalahgunakan.
  • Sejumlah uang tunai hasil pungutan liar dari parkir ilegal dan pemalakan.

“Beberapa dari mereka membawa senjata tajam dan obat-obatan terlarang, yang saat ini masih kami dalami apakah mereka pengguna atau pengedar,” ujar AKP Awang Munggardijaya dalam keterangannya kepada wartawan.

Tanggapan Warga dan Pemerintah Daerah

Operasi ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Warga Sumedang, terutama yang sering mengalami gangguan akibat premanisme, mengapresiasi langkah kepolisian dalam menciptakan rasa aman.

“Saya sering merasa tidak nyaman saat parkir kendaraan, karena selalu ada orang yang meminta uang parkir dengan cara memaksa. Kadang kalau tidak diberi, kendaraan saya dibiarkan dalam keadaan tidak aman. Dengan adanya operasi ini, saya berharap kondisi jadi lebih aman,” ujar Budi Santoso, warga Kecamatan Sumedang Kota.

Tokoh masyarakat setempat, Haji Ahmad, juga memberikan apresiasi terhadap tindakan tegas Polres Sumedang. Ia menilai bahwa premanisme sudah menjadi masalah yang harus segera diatasi, terutama menjelang bulan Ramadan.

“Kami sangat mendukung langkah kepolisian. Dengan adanya operasi ini, kami berharap masyarakat bisa lebih tenang dan nyaman saat menjalankan ibadah,” kata Haji Ahmad.

Sementara itu, pihak Pemerintah Kabupaten Sumedang berjanji akan berkoordinasi lebih lanjut dengan kepolisian dalam upaya penertiban jangka panjang.

“Kami siap bekerja sama untuk mencari solusi, termasuk memberikan pelatihan kerja bagi mereka yang sebelumnya mengandalkan penghasilan dari praktik ilegal,” kata Kepala Dinas Sosial Sumedang, Rina Kusuma.

Tindak Lanjut dari Polres Sumedang

Polres Sumedang memastikan bahwa operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala, terutama pada momen-momen penting seperti menjelang Ramadan dan hari-hari besar lainnya. Para pelanggar yang terjaring dalam operasi ini telah didata dan menjalani pembinaan, serta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Operasi penertiban akan terus kami lakukan demi memastikan keamanan dan ketertiban di Sumedang,” tegas AKP Awang Munggardijaya.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan aktivitas yang mencurigakan atau meresahkan kepada pihak berwenang melalui hotline pengaduan yang telah disediakan oleh kepolisian.

Dengan adanya operasi ini, diharapkan Kabupaten Sumedang semakin terbebas dari aksi premanisme dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih tenang. Polisi pun berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah tersebut agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan damai tanpa gangguan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. (Lintas Priangan)

Konser lee hii Jakarta batal - lintas priangan

Konser Lee Hi Jakarta Batal Digelar Hari Ini, Tiket Dijamin Refund

lintaspriangan.com, HIBURAN. Konser Lee Hi Jakarta yang semula dijadwalkan berlangsung Minggu (9/8/2026) di Bengkel Hall, SCBD, Jakarta Selatan, resmi dibatalkan. Pembatalan diumumkan promotor pada...

JEJAK HEROIK JABAR

Dingo Belanda Tumbang di Tangan Pejuang Karangresik

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Roda-roda kendaraan lapis baja itu berhenti...

Pengakuan Belanda: Jalur Ciamis–Cirebon adalah Jalur Kematian

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Belanda datang dengan pasukan terlatih, kendaraan...

Perlawanan Pelajar Ciamis Bikin Belanda Kewalahan

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pada 1947, sejumlah pelajar Ciamis berangkat bukan...

Ade Hendar: Tasikmalaya Bukan Tempat Mengungsi, tapi Pusat Kendali

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota...

Di Tengah Kecamuk Perang, Payung Geulis Tetap Dilukis

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pada 28 Juni 1948, beberapa perajin di...

PRIANGAN TIMUR

Neng Ozil Raih Perak Asian BMX Championship 2026 di Malaysia

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Atlet BMX belia asal Kabupaten Ciamis, Adeeva...

Tersangka Pembunuh Warga Ciaren Banjar Tertangkap, Ternyata Ini Motifnya

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Kerja keras Unit Resmob Satreskrim Polres...

Fakta Baru! Polisi Duga Pria yang Ditemukan Meninggal di Banjar, Korban Pembunuhan

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR – Fakta baru terungkap dalam kasus...

Mutasi Pejabat Kabupaten Tasikmalaya, ASN Garut Jadi Kadis

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Mutasi pejabat Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat, 7...

Tagana, Polisi, dan Damkar Evakuasi ODGJ dari Gua Menir Pangandaran

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN – Tim gabungan lakukan Evakuasi Gua...

JAWA BARAT

Larangan Knalpot Brong di Jabar, Sejauh Mana Penertibannya?

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Penertiban knalpot brong di Jabar...

Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73 Persen, Siapa Menikmati?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ekonomi Jabar tumbuh 5,73 persen pada triwulan...

Batu Karas Surf Festival: Berselancar di Atas Gelombang 2,9 Meter Pangandaran

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Batu Karas Surf Festival memasuki hari kedua...

Kali Cileungsi Tercemar, Dampaknya Mengalir hingga Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Kali Cileungsi tercemar. Hasil pengujian laboratorium menemukan sejumlah...

Terungkap! Vendor Proyek SixNine Padel Tebang 10 Pohon Demi Videotron

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG – Fakta baru terungkap dalam kasus...

Jelang Reaktivasi Bandara Husein, KDM Siapkan Wajah Baru Cihampelas Bandung

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Kawasan Cihampelas, salah satu ikon wisata...

Terungkap! Dugaan Pencabulan Murid Sukabumi oleh Oknum Guru Ngaji.

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI – Kasus Pencabulan Murid Sukabumi yang...

Diduga Salah Paham, Santri Karawang Dituduh Begal hingga Derita Luka Bakar

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Seorang santri berusia 17 tahun di...

Olahraga

Popular Categories