Ketua DWP DLH Kota Tasikmalaya: Perempuan, Ayo Kurangi Sampah dari Rumah

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Banyak keputusan yang menentukan banyak atau sedikitnya sampah justru dibuat sebelum tempat sampah dibuka: ketika bahan makanan dibeli, menu ditentukan, makanan disajikan, dan barang rumah tangga dipilih.

Karena itu, perempuan mempunyai posisi penting dalam mengurangi sampah dari rumah. Bukan karena urusan sampah harus dibebankan kepada ibu, melainkan karena perempuan kerap terlibat langsung dalam mengatur kebutuhan harian keluarga.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya, Hj. Elin Yuliatin, mengatakan, langkah kecil yang dilakukan ibu-ibu setiap hari dapat membantu mengurangi beban sampah kota.

“Persoalan sampah tidak selalu harus dijawab dengan kegiatan besar. Banyak yang dapat dilakukan dari dapur, tempat belanja, meja makan, dan kebiasaan keluarga sehari-hari,” kata Hj. Elin Yuliatin, Rabu, 5 Agustus 2026.

Pernyataan itu disampaikan dalam momentum 52 tahun sejak lahirnya Dharma Wanita pada 5 Agustus 1974, sekaligus menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Peran keluarga menjadi penting karena Pemerintah Kota Tasikmalaya menargetkan pada 2029 hanya sekitar 30 persen sampah yang masih berakhir di tempat pemrosesan akhir. Selebihnya diharapkan dapat dikurangi, dipilah, dan dikelola sejak dari rumah maupun lingkungan tempat tinggal.

“Target itu tidak mungkin dicapai hanya dengan menambah kendaraan pengangkut. Sampah harus mulai dikurangi sebelum keluar dari rumah,” ujarnya.

Lihat Dapur Sebelum Pergi Belanja

Langkah pertama yang dapat dilakukan ibu-ibu, kata Elin, adalah memeriksa isi dapur dan lemari pendingin sebelum berbelanja.

Bahan makanan yang lebih dahulu dibeli atau mulai mendekati rusak sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Kebiasaan sederhana itu dapat mencegah sayuran, buah, bumbu, dan makanan tersimpan terlalu lama hingga akhirnya dibuang.

“Kadang kita membeli bahan yang sebenarnya masih tersedia di rumah. Barang baru masuk, barang lama tertutup di belakang, lalu ditemukan ketika sudah tidak layak digunakan,” katanya.

Ia juga mengajak keluarga memasak dan mengambil makanan secukupnya. Apabila masih terdapat makanan yang aman dikonsumsi, makanan tersebut dapat disimpan dengan baik untuk dimakan kembali.

Menurutnya, menghabiskan makanan bukan hanya persoalan menghargai rezeki. Langkah itu juga mencegah sisa makanan menumpuk menjadi sampah dapur.

“Lebih baik menambah makanan ketika masih kurang daripada mengambil terlalu banyak lalu tersisa di piring,” ujarnya.

Saat membeli lauk, makanan matang, atau jajanan, ibu-ibu juga dapat membawa wadah dari rumah apabila memungkinkan. Satu wadah yang digunakan berulang kali dapat menggantikan beberapa lapis plastik, kertas pembungkus, dan kantong tambahan.

Hal yang sama berlaku ketika berbelanja. Beberapa barang dapat dimasukkan ke dalam satu tas tanpa harus menerima kantong plastik berbeda untuk setiap jenis belanjaan.

“Tidak perlu membeli perlengkapan baru agar terlihat ramah lingkungan. Tas belanja dan wadah yang sudah ada di rumah cukup digunakan kembali,” tuturnya.

Cukup Pisahkan Dua Jenis Sampah

Keluarga tidak perlu langsung menyediakan banyak tempat sampah dengan berbagai nama. Untuk memulai, cukup pisahkan sampah menjadi dua kelompok.

Pertama, sisa dapur dan makanan. Kedua, barang kering yang masih dapat dimanfaatkan atau disetorkan ke bank sampah, seperti botol, kardus, kaleng, dan kemasan tertentu.

Botol dan kardus jangan dicampur dengan kuah, minyak, atau sisa makanan. Setelah tercampur, barang tersebut menjadi bau, mengundang serangga, dan lebih sulit dimanfaatkan kembali.

“Sediakan saja satu karung, kardus besar, atau sudut kecil untuk barang-barang kering. Tidak perlu dibuat rumit. Yang penting jangan langsung dicampurkan dengan sampah dapur,” kata Elin.

Kemasan yang akan disimpan juga tidak perlu dicuci menggunakan banyak air. Cukup kosongkan isinya, bilas seperlunya apabila sangat kotor, kemudian tiriskan.

DLH Kota Tasikmalaya saat ini terus memperkuat peran bank sampah, TPS 3R, dan kelompok masyarakat sebagai penggerak pemilahan serta pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Minyak Jelantah Jangan Dibuang ke Saluran Air

Perhatian khusus juga perlu diberikan pada minyak goreng bekas atau minyak jelantah.

Setelah dingin, minyak jelantah dapat dimasukkan ke dalam botol bekas yang tertutup. Minyak tersebut jangan langsung dituangkan ke tempat cuci piring, selokan, tanah, atau saluran air.

Apabila sudah terkumpul, minyak jelantah dapat diserahkan kepada bank sampah atau pihak yang memang menerima dan mengolahnya.

“Ini pekerjaan yang sangat dekat dengan dapur. Daripada dibuang sedikit demi sedikit ke saluran air, lebih baik ditampung dalam botol. Tidak memerlukan alat khusus dan tidak merepotkan,” ujarnya.

Minyak jelantah yang dikumpulkan juga masih dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai guna sehingga tidak berakhir mencemari lingkungan.

Popok dan Pembalut Jangan Dicampur Barang Bernilai

Popok bayi dan pembalut bekas perlu dibungkus rapat sebelum dibuang. Sampah tersebut jangan dicampurkan dengan botol, kardus, atau sampah kering yang akan dipilah kembali oleh anggota keluarga, petugas, maupun pengurus bank sampah.

Ibu juga perlu mengingatkan anggota keluarga agar tidak membuang baterai, lampu rusak, kabel, dan barang elektronik kecil ke dalam sampah dapur.

Barang-barang tersebut dapat disimpan sementara dalam wadah tertutup dan diletakkan jauh dari jangkauan anak-anak sambil menunggu jalur pengumpulan yang sesuai.

“Memisahkan sampah bukan sekadar supaya terlihat rapi. Kita juga perlu memikirkan orang lain yang akan mengambil, mengangkut, dan memilahnya setelah sampah keluar dari rumah,” tuturnya.

Kurangi Sampah Saat Arisan dan Pertemuan Keluarga

Perempuan juga dapat mengambil peran ketika mengadakan arisan, pengajian, pertemuan keluarga, atau kegiatan organisasi.

Air minum dapat disediakan menggunakan wadah isi ulang. Piring, sendok, dan gelas yang dapat dicuci kembali lebih baik digunakan daripada perlengkapan sekali pakai apabila kondisinya memungkinkan.

Makanan juga tidak harus dibungkus satu per satu bila dapat disajikan langsung secara bersih. Dekorasi yang masih baik sebaiknya disimpan dan digunakan kembali dalam kegiatan berikutnya.

“Sering kali satu pertemuan hanya berlangsung dua jam, tetapi sampah kemasannya bertahan jauh lebih lama. Karena itu, perubahan dapat dimulai dari cara kita menyiapkan kegiatan,” katanya.

DWP Unsur Pelaksana DLH Kota Tasikmalaya, lanjut Elin, juga perlu memberikan contoh dalam setiap pertemuan. Ajakan kepada masyarakat akan lebih kuat apabila terlebih dahulu diterapkan dalam kegiatan organisasi sendiri.

Jangan Jadikan Ibu Petugas Sampah Seorang Diri

Meski perempuan memiliki peran penting, Elin menegaskan bahwa menjaga kebersihan rumah bukan tanggung jawab ibu seorang diri.

Suami dan anak-anak harus bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan. Anak dapat dibiasakan mengembalikan botol, bungkus makanan, dan kertas ke tempat yang telah disediakan. Suami juga perlu ikut membawa, memilah, atau menyerahkan barang yang telah terkumpul.

“Perempuan dapat menjadi penggerak, tetapi jangan sampai semua pekerjaan kembali diletakkan di pundak ibu. Setiap anggota keluarga harus belajar bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri,” tegasnya.

Ia berharap momentum lahirnya Dharma Wanita dan Bulan Kemerdekaan menjadi pintu masuk untuk membebaskan keluarga dari kebiasaan membeli berlebihan, menyisakan makanan, mencampurkan sampah, serta membuang barang yang masih dapat dimanfaatkan.

“Kota yang bersih tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat sampah diangkut. Kota yang bersih lahir dari rumah-rumah yang menghasilkan lebih sedikit sampah. Perubahannya sederhana, tetapi harus dimulai dan dilakukan bersama-sama,” pungkas Hj. Elin Yuliatin. (HS)

JEJAK HEROIK JABAR

Ketika Para Kiai Bekasi Bertaruh Nyawa untuk Negeri

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Di Cibarusah, beberapa bulan sebelum Proklamasi...

Andalan Pejuang Cimahi: 7 Pucuk Senjata dari Dalam Sumur

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Tujuh pucuk senjata itu tidak datang dari...

Jejak Heroik Jabar Tembus 36 Ribu Pembaca dalam Tiga Hari

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Rubrik khusus Jejak Heroik Jabar yang diluncurkan...

Selama 4 Hari, Pejuang Cimahi Kepung Jantung Militer Belanda

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Cimahi, Maret 1946. Dari balik barak, tangsi,...

Enam Puluh Pejuang Lembang Dimakamkan Satu Lubang

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Perang telah lama berlalu. Dentuman meriam tak lagi...

PRIANGAN TIMUR

HMI Kritik Mekanisme Muscam KNPI Kota Banjar, Hal Ini yang Jadi Sorotan

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam) Komite Nasional...

Kebakaran Baregbeg Ciamis, Api Hanguskan Dapur Rumah Lansia Warga dan Damkar Bergerak Cepat Membantu

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran Baregbeg Ciamis melanda sebuah rumah...

Kebakaran Kota Banjar, Tiga Rumah dan Dua Garasi Ludes Dilalap Api

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman...

Seragam yang Tak Harus Seragam, Antarkan Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya Jadi Juara

lintaspriangan.com, BERITA PRIANGAN. Malam telah turun di Komplek Gedung Bupati...

Aksi Demo Camat Indihiang Berakhir Damai, Ini Hasil Dialog Warga dengan Camat

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Aksi Demo Camat Indihiang yang digelar...

JAWA BARAT

Terungkap! Dugaan Pencabulan Murid Sukabumi oleh Oknum Guru Ngaji.

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI – Kasus Pencabulan Murid Sukabumi yang...

Diduga Salah Paham, Santri Karawang Dituduh Begal hingga Derita Luka Bakar

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Seorang santri berusia 17 tahun di...

Geger! Biawak Muntahkan Potongan Kaki Diduga Milik Bayi di Purwakarta

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Warga Desa Batutumpang, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten...

Ketika Seni Menjadi Mesin Wisata Bandung Barat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Minggu, 2 Agustus 2026, menjadi hari terakhir...

Mall, UMKM, dan Cara Bandung Menjual Kreativitas

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Minggu, 2 Agustus 2026, menjadi hari terakhir...

Mengapa Semua Kota di Jabar Mendadak Punya Lomba Lari?

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Minggu pagi, 2 Agustus 2026, kawasan Kota...

Satu Tahun Buaya Muara Teror Situ Habibie Sukabumi, Warga Desak Penanganan Segera

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Teror kawanan buaya muara di Situ...

Farhan Geram Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Bandung, Ancam Bawa Kasus ke Ranah Pidana

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan geram...

Olahraga

Popular Categories