Anyaman Situ Beet Kritis: Bambu Habis, Sepi Pewaris

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebuah kampung tidak selalu kehilangan identitas ketika bangunan-bangunan tuanya runtuh. Kadang, identitas itu hilang saat keterampilan terakhir berhenti diwariskan.

Ancaman itulah yang kini membayangi anyaman Situ Beet di Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Bambu semakin sulit dicari. Ongkos produksi naik. Perajin menua. Sementara anak-anak muda memilih pekerjaan lain yang dianggap lebih menjanjikan.

Produk anyamannya masih dapat ditemukan. Keranjang parsel masih dibuat. Pesanan masih datang pada musim tertentu. Namun, di balik benda-benda yang tampak sederhana itu, terdapat rantai produksi yang semakin rapuh.

- Advertisement -

Jika satu mata rantainya putus, Situ Beet bukan hanya kehilangan usaha rumahan. Kota Tasikmalaya bisa kehilangan pengetahuan yang dibangun selama beberapa generasi.

Anyaman Situ Beet Masuk Titik Kritis

Alarm mengenai masa depan anyaman Situ Beet kembali berbunyi pada Kamis, 16 Juli 2026.

Ketua Kibar Budaya 2026, Ucu Anwar, mengatakan berkurangnya bahan baku dan minimnya regenerasi telah menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan sentra kerajinan tersebut.

Rumpun-rumpun bambu yang dahulu mudah ditemukan disebut semakin menyusut akibat perubahan penggunaan lahan. Perajin akhirnya harus membeli atau mendatangkan bahan baku dari daerah lain dengan harga lebih tinggi.

Masalahnya tidak berhenti pada bambu.

Anak-anak muda semakin jarang memilih menjadi perajin. Mereka melihat pekerjaan menganyam sebagai profesi yang membutuhkan ketekunan tinggi, tetapi belum menjanjikan penghasilan yang sepadan.

“Pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mengajak masyarakat mencintai tradisi,” kata Ucu, sebagaimana diberitakan Radar Tasikmalaya.

Menurutnya, ekosistem yang memungkinkan pelaku budaya hidup sejahtera jauh lebih penting daripada sekadar seremoni.

Pernyataan itu disampaikan menjelang pelaksanaan Kibar Budaya 2026 yang akan digelar Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya atau DKKT di Situ Beet pada 25 Juli 2026.

Lokasi tersebut sengaja dipilih untuk mengembalikan perhatian publik kepada kampung anyaman. Festival itu dirancang sebagai ruang pertunjukan, pendidikan, apresiasi dan kolaborasi masyarakat.

Namun, panggung kebudayaan hanya akan menjadi perayaan sesaat apabila persoalan di rumah-rumah produksi tidak disentuh.

Sebab, krisis anyaman Situ Beet sebenarnya sudah berlangsung lama.

[abiba_quick_ads id="38307"]

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Santri Ciamis Didorong Gerakkan Ekonomi, Dukungan Konkret Apa yang Disiapkan?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Santri Ciamis diajak ikut menggerakkan ekonomi...

Pajak Garut Tembus 81,1 Persen, PBB Masih Tertahan di 60,9 Persen

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Penerimaan pajak Garut mencapai Rp141,20 miliar...

Ciamis Bidik Juara Umum Porsadin Jabar 2026, 28 Peserta Turun di 14 Lomba

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kabupaten Ciamis membidik gelar juara umum...

PEPATAH MANIS Ciamis Hadirkan 58 Layanan di Sukamantri, Warga Bisa Urus Dokumen hingga Beli Pangan Murah

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis menghadirkan 58 jenis...

Hari Santri 2026 Pangandaran, PCNU dan Pemkab Rencanakan Upacara Bersama serta Berbagai Perlombaan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten...

JAWA BARAT

Tangisan Anak Surili di Tengah Karhutla Ciremai, Petugas Selamatkan Primata Langka

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Di tengah kebakaran hutan dan...

Perizinan Dapur MBG di Depok, Data PBG dan Pengawasan SPPG Perlu Dibuka

lintaspriangan.com, BERITA DEPOK. DEPOK — Perizinan bangunan dapur program...

BMKG Peringatkan Banjir Rob Jawa Barat hingga Awal November 2026, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Motor Trail di Lahan Kosong Bekasi Bikin Heboh, Siapa Pemilik Sebenarnya?

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Deretan sepeda motor trail yang terparkir...

103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan, Orang Tua Menanti Kepastian Penyebabnya

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kekhawatiran menyelimuti keluarga siswa SMP Negeri...

BPKH Bahas Dana Haji di Bandung, Kelolaan Capai Rp185,72 Triliun

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membahas...

Angkot Bandung Diusulkan Tanpa Setoran, Sopir Didorong Jadi Pemilik Kendaraan Sendiri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan...

Wakil Bupati Indramayu Ditahan, Terungkap Dugaan Rekayasa Tunjangan DPRD Rp18,79 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. BANDUNG – Wakil Bupati Indramayu ditahan...

Olahraga

Kategori Populer