Jangan Tunggu Tangan Terakhir Berhenti Menganyam
Kibar Budaya 2026 dapat menjadi momentum penting. Bukan hanya untuk menampilkan seni di tengah masyarakat, tetapi juga untuk membuka percakapan yang selama ini tertunda.
Berapa rumpun bambu yang masih tersisa? Berapa perajin yang masih aktif? Mengapa anak muda tidak tertarik? Berapa pendapatan bersih seorang penganyam? Dan program apa yang benar-benar disiapkan pemerintah setelah festival selesai?
Pertanyaan-pertanyaan itu menentukan apakah anyaman Situ Beet masih akan dibicarakan sebagai industri yang hidup atau tinggal dikenang sebagai warisan masa lalu.
Sebab, yang sedang terancam hilang bukan hanya keranjang bambu.
Yang dipertaruhkan adalah ingatan tangan: cara memilih batang, membelah ruas, menipiskan bilah, membaca pola dan mengubah bahan sederhana menjadi sumber penghidupan.
Bambu masih bisa ditanam kembali.
Tetapi ketika orang terakhir yang memahami cara menganyam memilih berhenti, kehilangan itu jauh lebih sulit dipulihkan. (AS)
